it’s about all word’s

Pacuan adrenalin Lunch Affair

Posted on: February 21, 2008

Suatu siang, di sebuah ruang bangunan di bilangan Sudirman, Arie sebut saja demikian gelisah sembari menatap telepon gengamnya. Sesekali ditimang-timang benda mungil itu sembari mondar-mandir di ruangan kantornya yang sejuk.

“Halo mama. Ya…ya papa sudah makan. Siang ini grille fish dan chips. Ya…ya sun sayang, Dah,” ujarnya singkat dengan wajah datar tanpa ekspresi.

Rupanya yang menelpon tadi Nina, wanita yang dipacarinya sejak di bangku sekolah menengah pertama. Sejak delapan tahun lalu Nina resmi menjadi pendamping hidup Arie dan memberinya dua anak yang lucu.

Usai menerima telpon itu dengan cepat Arie segera meninggalkan ruangannya menuju lift khusus direksi yang akan langsung menghantarkannya ke ruang parkir di lantai dasar tanpa terlihat penghuni gedung.

Segera dipacu Audi terbarunya itu menuju hotel Le Merredien yang sebetulnya hanya berjarak 400 meter dari kantornya. Seperti sudah mengerti, pemeriksaan yang dilakukan satpam hanya dilewati begitu saja.

Tergesa-gesa, hampir saja ujung mobilnya menyerempet mobil lain saat parkir. “Tenang, masih ada satu setengah jam,” pikir Arie menenangkan diri.

Siang itu, seperti biasanya tiap dua atau tiga hari sekali selama setahun ini Arie rajin menyambangi tempat itu untuk bertemu pasangan selingkuhnya, Rina yang masih berstatus mahasiswi semester akhir sebuah perguruan tinggi ilmu komunikasi.

“Awalnya setengah mati rasanya waktu harus bohong dengan istri tiap kali ditelpon. Maklum sudah kebiasaan Nina sejak awal perkawinan kami untuk mengecek kondisi saya di kantor,” tuturnya.

Kegiatan yang pada awalnya merupakan bagian dari perhatian itu akhirnya mulai dirasakan Arie sebagai intervensi yang berujung pada perasaan sang istri mulai tidak percaya dengan dirinya.

Hingga suatu hari, dia bertemu Rina yang melakukan praktek kerja di perusahaannya. Didukung wajah yang menarik, tubuh yang proporsional dan tutur kata yang lembut Arie pun mulai terpikat.

Diawali sekedar basa basi tegur sapa hingga makan siang yang berujung pada hubungan yang lebih intim, selingkuh. “Saya serasa menjalani masa-masa pacaran. Setiap akan makan siang bersama dia [Rina] ada semacam semangat layaknya anak muda,” tuturnya dengan mata menerawang.

Padahal ada rentang umur yang cukup jauh diantara Arie dan Rina. “Justru dalam diri Rina saya seperti menemukan sosok Nina [istrinya] yang dulu dengan setia saya pacari. Tetapi setelah saya nikahi berubah menjadi sosok yang lain.”

Dia menuturkan sejatinya tidak ada perasan cinta pada Rina yang ada hanyalah rasa untuk mendapatkan sosok wanita yang dulu pernah membuat hari-harinya begitu bersemangat.

Sejauh ini menurut Arie kisah selingkuhnya itu masih aman-aman saja. Maklum saja posisinya memungkinkan untuk sering-sering meninggalkan kantor dan masuk cafe atau hotel berbintang sekalipun.

“Tapi untuk menikahi Rina, rasanya tak mungkin meski agama saya memperbolehkan. Tetapi saya sudah memiliki anak. Kasihan dengan perasaan mereka,” tuturnya dengan lirih.

Bisa kehilangan segalanya

Berbeda dengan Arie, sebut saja Andi termasuk pria nekad yang memilih hidup bersama dengan pasangan selingkuhnya. Hasilnya dia harus kehilangan pekerjaannya sebagai manajer di sebuah perusahaan otomotif terbesar di Indonesia.

“Mulainya ya sekedar curhat di sela-sela makan siang berdua. Lama-lama merembet ke urusan ranjang. Saat itu yang selalu ada dipikiran hanyalah mencari alasan pada istri di rumah,” ujarnya.

Lelaki berponi dan berkumis tipis ini menuturkan selain ketertarikan terhadap kesegaran fisik pasangan selingkuhnya, perasaan untuk dikagumi dan diperhatikan lah yang membuat Andi terus setia menjalani hubungan tersebut.

“Gimana ya, sebagai laki-laki perasaan dikagumi kan sebuah kebutuhan. Dan itu saya dapatkan dari Mia yang tak lain adalah kawan kerja saya sekaligus sahabat istri saya sejak mereka kuliah bersama,”

Menurut Andi seluruh tumpahan rasa kagum dan perhatian sang istri, Ida seolah lenyap tak berbekas sejak perkawinan mereka memasuki usia satu tahun. Pembicaraan yang pada bulan-bulan pertama berlangsung romantis berubah menjadi hal-hal yang lebih formal.

Alhasil dari diri Mia lah yang masih memilih untuk terus hidup melajang di usia kepala tiga itu segala kebutuhan yang menurut Andi sebagai laki-laki terpenuhi.

Modusnya pun tak berbeda jauh dengan Arie, diawali sesekali curhat kantor allu merembet pada persoalan rumah tangga saat makan siang. Mia pun, menurut Andi seperti sangat mengerti masalahnya.

Perbicangan pun mengalir ke arah yang lebih intim hingga berlanjut pada kencan yang lebih serius. Hingga Mia pun mengandung hasil hubungan mereka. Seisi kantor pun mengetahui hal itu dan keduanya harus keluar dari tempat kerja itu.

Uniknya, setelah beberapa tahun menjalani kehidupan formal sebagai pasangan suami istri dengan Mia. Andi justru diliputi rasa kangen terhadap istri beserta kedua anaknya.

“Ya, apa mau dikata. Saya kembali lagi dengan istri saya yang lama. Mungkin faktor anak-anak yang membuat saya kembali,” lanjutnya.

Tidak hanya pria yang bisa aktif memulai affair, wanita pun bisa sebut saja Ika, seorang staf manajer jasa pariwisata yang justru mengaku melakukan hal itu karena rasa jenuh terhadap perkawinannya.

“Selain setelah enam tahun menikah belum dikaruniai anak, perhatian David [suami] kepada saya mulai berkurang karena dia mulai sibuk untuk kembali kuliah,” paparnya tenang.

Ika mengaku meski posisinya sebagai staf pemasaran membuatnya bebas bertemu dengan klien namun kebebasan itu tidak membuatnya terseret melakukan perselingkuhan dengan kawan kantor.

Justru pasangan selingkuh Ika berasal dari kawan semasa kuliahnya. “Awalnya kami bertemu kembali saat ada acara di Hotel Sahid. Obrolan terasa nyambung, mungkin karena sudah kenal lama.”

Alhasil pertemuan dengan Erik, sebut saja demikian, itu berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya. Menurut dia, Erik yang bekerja di sebuah perusahaan pertambangan selain hidup melajang juga berpandangan terbuka tentang kehidupan perkawinan.

“Sampai sekarang ini hubungan terus berjalan, yang jelas kami tidak ada niat untuk melanjutkan menuju ikatan perkawinan,” paparnya santai.

Dan waktu makan siang lah yang tepat bagi mereka untuk melakukan hubungan tersebut. “Yang jelas lebih aman dibandingkan pergi di waktu malam. Sebab saya tak harus mengarang cerita pada suami, meskipun dia [David] jarang bertanya kemana saya pergi.”

Ya semua kisah selingkuh itu berawal dari curhat di sela-sela makan siang. Lunch yang dimaknai makan siang karena ditambah aktivitas perselingkuhan pun kini bertambah fungsinya menjadi lunch affair.

Sebab sejatinya dari jaman primitif lelaki dibekali dorongan seksual yang tinggi sehingga selalu tertarik untuk menyebarkan benih kehidupan pada sebanyak mungkin wanita. Wanita pun juga dibekali kemampuan untuk menarik pria.

Pada jaman primitif manusia tidak terikat norma sosial sehingga semua dorongan seksual itu menjadi sah. Laki-laki atau perempuan bebas berganti pasangan saat membutuhkan.

Namun seiring ikatan norma sosial dan budaya kesempatan bebas memnuhi hasrat alami itu pun terpangkas.

Di sisi lain, kehidupan modern memberikan kesempatan itu mengembalikan kebebasan itu. Orang modern menjadi tak peduli untuk mencampuri urusan orang lain. Hotel dan motel pun terbuka bagi pasangan yang menginginkan kebebasan itu.

Mulai dari layanan yang menjamin orang dapat masuk ke hotel tanpa terlihat orang lain hingga waktu menginap enam jam di siang hari.

Selain itu orang pun menjadi sah untuk berada di dalam kamar hotel bersama partner lawan jenisnya tanpa harus dituding melanggar norma.

Dan akhirnya lunch pun dimaknai sebagai ajang selingkuh yang aman dan waktu yang menyenangkan bagi sebagian orang. Lepas dari kebenaran nilai yang berlaku, semua itu adalah pilihan masing-masing pribadi.

Awalnya curhat dan tak direncanakan

Sebagai sebuah pengingkaran dari janji setia ikatan perkawinan. Affair atau perselingkuhan pada umumnya diawali dari sekedar curhat antar pasangan yang berlainan jenis.

Dan karena sifatnya sangat personal seperti halnya pacaran, perselingkuhan merupakan aktivitas yang tidak direncanakan atau disengaja seperti halnya mencari jasa seks pada pekerja seks komersil.

Hal itu mengemuka dalam talk show bertemakan Lunch Affair yang diselenggarakan sebagai perayaan satu tahun majalah In-View di Fish & Co, Cilandak Town Square yang menghadirkan pakar life strategist dan hypnotherapist, Purnawan EA dan bintang sinetron Adjie Pangestu.

Menurut Purnawan perselingkuhan umumnya terjadi karena kedua orang pasangan mengalami kejenuhan dan terjebak dalam ikatan formal perkawinan sehingga melupakan kejutan-kejutan yang sering dilakukan di masa-masa pacaran.

Kejutan itu bisa berupa perang mulut kecil-kecilan hingga rayuan yang sifatnya sangat remeh namun menjadi bumbu penyedap indahnya hubungan antara dua orang yang sedang dimabuk cinta.

“Faktanya laki-laki waktu pacaran sangat kreatif untuk nggombal. Tapi kalau sudah menikah otaknya menjadi buntu. Padahal wanita sangat menikmati untuk digombali,” ujarnya sambil disambut tawa hadirin.

Padahal sudah menjadi kebutuhan umum bahwa pria adalah mahluk yang butuh pengakuan sedangkan wanita merupakan sosok yang membutuhkan seseorang untuk diperhatikan.

Menurut dia nggombal atau digombali merupakan wujud nyata dari pemenuhan kebutuhan antara pria dan wanita.

Sebaliknya seiring perjalanan ikatan perkawinan yang mengarah ke dalam rutinintas menjadikan pria akhirnya kehilangan pengagumnya dan sekaligus mulai melupakan memberikan perhatian pada sang istri.

Pada kondisi yang baik, pria akan mengalihkan kebutuhan untuk dikagumi itu pada sang anak tetapi sebaliknya banyak pula pria yang kemudian mencari seseorang yang mampu memberikan rasa penasarannya itu kepada wanita lain.

Hal yang sama juga terjadi pada wanita, jika sang wanita yang butuh perhatian karena tidak mendapatkan perhatian dari sang suami bisa saja mulai mencari hal tersebut pada orang lain tanpa terlalu memperdulikan kualitas yang pernah dia terapkan pada sang suami.

“Tak heran sering ditemukan seseorang selingkuh bersama orang yang secara kualitas terutama dari segi fisik malah jauh di bawah pasangan resminya,” ujar Purnawan.

Kualitas yang dimaksud umumnya terjadi saat sang wanita pada kondisi masih sendiri (single) batasan-batasan kualitas atau kriteria tersebut bisa berupa tingkat pendidikan, faktor fisik hingga ukuran finansial.

Senada dengan hal itu, Adjie menuturkan pada umumnya wanita menjadi sangat formal sekaligus sangat protektif usai meresmikan perkawinan. Padahal secara alami pria tidak pernah bisa menolak untuk memperhatikan wanita cantik.

Menurut duda keren itu, faktanya laki-laki memang dilahirkan untuk tetap tertarik dengan wanita cantik selain istrinya. “Hasilnya jika sang istri tidak mengerti hal itu lalu menjadi awal pertengkaran. Padahal sekedar melirik.”

Pendapat Adjie, didukung salah seorang peserta. Sebut saja Budi yang selama 32 tahun setia menjalani pernikahannya mengaku hasrat melirik wanita lain adalah kebutuhan yang tidak perlu dikhawatirkan menjadi hasrat memiliki.

“Paling-paling saya hanya mengagumi kecantikan atau kemolekan wanita itu. Selebihnya cinta saya tetap untuk istri tercinta,” ujarnya.

Purnawan memberikan tips yang mudah agar lunch affair tidak terjadi a.l memelihara kemesraan antar pasangan misalnya memberikan kejutan-kejutan kecil sebab bertengkar kecil pun penting sebagai bumbu perkawinan.

Selain itu urusan kantor tak boleh dibawa pulang, cukup diselesaikan di kantor. Bagi pria sebisa mungkin untuk menghindari kasak-kusuk atau ngegosip dengan rekan kerja wanita dan jika harus bertemu lebih baik dalam kelompok.

Jangan membicarakan masalah pribadi di luar jam kantor termasuk jangan berbagi perasaan atau curhat sembrangan untuk ini diperlukan kejujuran pada diri Anda sendiri.

Khusus bagi wanita jika sempat terjadi affair maka sebaiknya Anda tidak secara frontal melawan perasaan sayang terhadap pasangan selingkuh Anda tersebut. “Semakin berusaha dilupakan semakin kuat perasan sayang itu hadir,” ujarnya.

Dan yang terakhir, cara paling ampuh adalah mengenali diri Anda sendiri termasuk mengenal apa yang Anda inginkan dan selalu bersyukurkan atas apa yang Anda miliki termasuk keluarga.

“Termasuk pula rajin untuk ‘ganti oli’. Secara alami kantong sperma pria kan penuh dan untuk itu harus ada tempat yang tepat,” ujarnya disambut gelak tawa hadirin.

31/7/2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: