it’s about all word’s

Pesona Hongkong

Posted on: February 21, 2008

Beberapa waktu lalu saya mendapat undangan PT Merck Tbk untuk mengikuti Simposium Kesehatan Persendian ke Hong Kong. Sebagai bekas koloni Kerajaan Inggris, wilayah ini memiliki nuansa unik hasil pertemuan barat dan timur.

Bersama Marketing Manager Consumer Health Care PT. Merck Tbk, Djoni Murwanto, rombongan wartawan menginap di Mandarin Oriental yang terletak di Connaught Road Central, Central Distric.

Hotel mewah ini tepat berada di sisi Statue Square—dulu Queen Victoria Statue–yang dibangun sebagai peringatan bagi Sir Thomas Jackson yang memerintah koloni itu dan Shanghai Bank selama 30 tahun di akhir abad 19.

Sementara di belakang sekitar Statue Square terdapat gedung Prince’s Building dan Pengadilan Tinggi dengan arsitektur kunonya.

Tidak seperti Jakarta yang gemar menghancurkan bangunan kuno. Bangunan di sekelilingnya dibangun dengan desain modern yang bisa menyatu dengan nuansa dua bangunan tua itu.

Hasilnya memang menakjubkan. Kedua bangunan tua terasa tetap punya wibawa sebab memunggungi empat menara menjulang milik Standard Chartered Bank, HSBC Main Building, Cheung Kong Center dan Bank of China Tower.

Hanya saja ramainya isu flu burung menyebabkan kami–termasuk diingatkan Djoni Murwanto–agak was-was untuk berburu makanan khas Hong Kong dengan sembarangan.

Rencana jalan-jalan itu makin tak menentu gara-gara seringnya hujan deras turun secara mendadak hasil bawaan dari badai yang melanda China. “Yah berdoa saja lah supaya tak hujan,”

Untung juga malam itu, usai jamuan makan malam. Langit Hong Kong di musim panas itu begitu cerah. Saya sengaja memisahkan diri dari rombongan tak lain agar bisa bebas menyusuri jalanan Connaught hingga Sheung Wan.

Dibandingkan China daratan, Hong Kong terkenal dengan kepadatannya. Sampai 2005 lalu, populasi di wilayah ini mencapai 6,88 juta orang. Hampir 95% adalah keturunan China. Bahasa yang digunakan adalah Inggris dan Kanton.

Karena padat, masyarakat ini menempati apartemen-apartemen menjulang tinggi. Kondisi fisik bangunan menunjukkan kelas sewa bangunan tersebut. Yang unik, sewa bisa saja selangit asal menawarkan panorama yang indah, meski bangunan itu bobrok.

Selain itu, seluruh penghuni apartemen di Hong Kong itu memiliki satu kebersamaan yaitu gemar menjemur pakaian dengan galah. Jadi jangan heran kalau setelah disuguhi indahnya jembatan Tsing Ma.

Tidak usah takut kesasar

Sebagai bekas pusat pemerintahan sekaligus pusat ekonomi, tempat saya bermalam itu sangat strategis. Di seberang hotel terdapat terminal bis dan kapal penyeberangan menuju Kowloon.

Selain bis tingkat yang bisa menjadi sarana bernostalgia. Anda bisa menikmati suasana Hong Kong dengan kereta (Mass Transit Raillway) atau mini bis yang terdiri dari hijau untuk rute tetap dan merah untuk rute di luar rute tetap.

Dengan bis tingkat, Anda bisa puas berkeliling menyusuri perbukitan dengan duit antara HK$1 untuk jarak terdekat dan HK$45 untuk jarak paling jauh.

Tetapi jika Anda punya cukup banyak waktu untuk tinggal. Alangkah baiknya Anda membeli tiket terusan yang disebut Octopus Card. Kartu ini berlaku untuk MTR, mini bis, bis tingkat, kereta ke puncak Victoria, Ferry, hingga kereta ekspres ke bandara.

Jadi mau kemana pun Anda tak usah khawatir. Kalau kesasar siapkan saja HK$15 lalu cari saja taksi, sapa dia dengan panggilan Uncle (paman) dan sampaikan tujuan Anda kemana.

Khusus untuk penumpang bis tingkat. Ada peringatan yang wajib diingat kalau naik di tingkat atas. Anda tidak boleh menutup kaca jendela kalau sedang terjadi badai atau taifun. Kalau itu Anda lakukan, selain kena denda, Anda bisa menyebabkan bis terguling.

Yang wajib dikunjungi

Beberapa kawan menganjurkan untuk mengunjungi Disney Land. Tapi saya pikir lebih baik jika Anda mengunjungi tempat yang unik dan murah meriah a.l The Peak, Ocean Park, Lan Kwai Fong, Stanley, Semenanjung Sai Kung dan Lei Yue Mun.

The Peak, seperti namanya adalah tempat menikmati pemandangan malam kota Hong Kong. Sayangnya, sering kali tempat ini ditutup untuk perbaikan. Jadi Anda wajib melihat jadwal dibuknya tempat ini.

Untuk Anda yang jalan-jalan dengan anak-anak, Barangkali selain Disney maka Ocean Park bisa menjadi pilihan terbaik.

Sementara untuk Anda yang gemar clubbing dan belanja oleh-oleh, Anda bisa menyempatkan diri ke Lan Kwai Fong, Jade Street atau Stanley. Lan dan Stanley adalah tempat yang tepat untuk memborong barang-barang khas Hong Kong.

Yang unik adalah Jade Street, ini adalah pasar terbesar bagi penggemar batu-batu mulia. Sayang, dibandingkan Lan Kwai Fong, Jade Street, pusat belanja murah Stanley hanya buka sampai jam 9 malam.

Kalau untuk makan malam romantis. Ada dua pilihan yang bisa jadi Semenanjung Sai Kung dan Lei Yue Mun menjadi tempat Anda berdua-duaan menimkati pemandangan.

Sedangkan bagi Anda yang gemar wisata religi. Maka tiga tempat yang bisa Anda kuncjungi a.l Giant Budha di Ngong Ping, Kuil Sik Sik Yuen Wong Tai Sin bagi penganut ajaran Tao dan Chi Lin Nunnery yang terletak di Diamond Hill.

Saktinya wisata belanja

Meski Hong Kong sudah kembali ke pangkuan China sejak 1997 lalu, tak bisa dibantah kalau bekas koloni Inggris itu adalah ujung tombak bagi industri pariwisata China.

Apalagi sejak lama rayuan wisata belanja dengan diikuti berbagai kemudahan oleh keimigrasian dan kepastian keamanan mendorong wisatawan manca negara nyaman dan senang mengunjungi Hong Kong.

Setiap tahun Hong Kong melalui Hong Kong Tourism Board (HKTB) selalu menggelar Shopping Festival yang diadakan antara bulan Juni hingga Agustus.

Selain memberi kontribusi yang signifikan bagi perekonomian lokal. Paket wisata ini memperoleh pemasukan dari belanja, acara makan-makan dan sajian hiburan bagi para pelancong.

Rangsang satu paket terpadu selalu disiapkan dengan apik. Hal itu terlihat dari keseriusan HKTB untuk aktif memberi masukan pada sebagian besar toko dan rumah makan agar buka hingga larut malam.

Belum lagi dukungan para pedagang lokal–yang telah diakreditasi berdasarkan skema Pelayanan Wisata Berkualitas–untuk memberi penawaran khusus selama periode festival.

Selama masa festival para pelancong dapat menikmati potongan hingga 50% untuk barang-barang yang terbuat dari emas. Caranya, tinggal cari toko-toko yang memasang tanda Asosiasi Penjual Perhiasan dan Emas Hong Kong dan Asosiasi Radio Hong Kong serta Asosiasi Pedagang Obat-obatan Cina Hong Kong.

Jurus lain, HKTB menggelar lomba belanja. Perlombaan ini bertujuan menciptakan ekspedisi belanja ke Hong Kong. Perlombaan “Shopper of the Year” ini selalu mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak.

Toh, meski tidak sedang festival saya juga mendapatkan potongan harga yang lumayan.

“Festival atau tidak, kami harus memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pengunjung Hong Kong,” ujar Salina Tse pemilik toko oleh-oleh di gang Li Yuen, Central West.

Kapan ya, Jakarta seperti Hongkong. Bebas macet. Bebas demo. Bebas isu bom dan belanja murah? Rasanya masih jauh di awang-awang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: