it’s about all word’s

Spirit Robert T Kiyosaki

Posted on: February 21, 2008

Dalam Rich Dad Poor Dad (RDPD) Robert T Kiyosaki berujar, “Uang hanyalah sebuah ide. Bila Anda bilang bahwa cari uang itu sulit, maka Anda adalah orang miskin. Sebaliknya, bila Anda percaya bahwa di bumi ini berlimpah uang, maka Anda akan kaya.”

Buku ini merupakan karya pertama dari rangkaian buku Kiyosaki, beberapa buku yang terbit pertama mendampingi buku RDPD adalah Cashflow Quadrant (CQ) dan Rich Dad: Guide to Investing (RDGI).

Tentu saja trilogi pertama buku-buku Kiyosaki itu ditulis bareng dengan kawan lamanya, Sharon L Lechter. Buku-buku itu sendiri tercatat menjadi buku terlaris tahun 2002 versi New York Times.

Sebagai pengarang yang memiliki pandangan terhitung new mainstream mengenai bisnis, Kiyosaki memang mengkhususkan diri menulis buku-buku bertema ekonomi.

Dasar pemikirannya sangat sederhana yaitu jabatan, karier, maupun kepandaian, tidak dapat menjamin seseorang menjadi kaya.

Itu sebabnya, menurut Kiyosaki, konsep pendidikan yang menekankan bahwa anak sekolah harus pintar harus diubah total. Ini agar kita tidak terkurung dalam sungkup kaca kehidupan yang tidak mencerdaskan.

”Alasan utama orang bersusah payah secara finansial adalah karena mereka menghabiskan waktu bertahun-tahun di sekolah, tetapi tidak belajar apa pun mengenai uang,” ujar Kiyosaki yang pernah menjadi staf pengajar bisnis dan investasi.

”Hasilnya adalah orang bekerja untuk mendapatkan uang, tetapi tak pernah belajar agar uang bekerja untuk mereka.”lanjutnya

Sebagai gantinya Kiyosaki melontarkan gagasan bagaimana menjadi kaya dengan enam kiat yang dapat diterapkan untuk menjadi orang kaya.

Orang Kaya Tidak Bekerja Untuk Uang, pandangan ini bisa jadi cara efektif menghindari kemiskinan. Sebab, kata Kiyosaki, orang miskin tidak memiliki kebebasan finansial dalam hidupnya. Penghasilannya selalu habis untuk membiayai kewajibannya.

Kiat berikutnya penguasaan atas empat konsep bisnis — yaitu pemasukan, pengeluaran, neraca aset, dan liabilities. Ketiga, anjuran untuk memulai bisnis sendiri sebagai jalan awal menuju kekayaan.

Sedang kiat keempat Kiyosaki terasa lebih teknis, yaitu bila kita bagaimana mengatur pajak, maka pengetahuan ini akan mendatangkan kekayaan.

Masih ada kiat kelima yaitu kecerdasan finansial orang kaya dalam mengelola uang. Kecerdasan itu antara lain, dapat membedakan good and bad liabilities, good and bad debt, good and bad expenses, dan good and bad risk.

Dibahas pula tentang investasi sebagai teknik orang kaya menciptakan uang.

Kiat terakhir yang disodorkan Kiyosaki adalah ”Bekerja Untuk Belajar, Jangan Bekerja Untuk Uang” (hlm 149 RDPD). Ajaran ini terkait dengan perubahan paradigma era informasi, dari school smart ke school smart dan street smart Artinya, selain diperlukan kecerdasan akademis, untuk jadi orang kaya, dibutuhkan juga ilmu jalanan yang tidak didapat di bangku sekolah.

Tentu saja Kiyosaki tak mencipta kiat ini dari ilmu ekonomi yang dipelajarinya secara formal. Tapi, lebih bertumpu pada renungan tentang kisah hidupnya sendiri.

Sangat menarik jika kita mengetahui kisah hidupnya. Robert T. Kiyosaki, lahir dan dibesarkan di Hawaii, adalah orang Amerika keturunan Jepang dari generasi keempat.

Setelah lulus dari kolose di New York, Robert bergabung dengan Korps Marinir dan pergi ke Vietnam sebagai seorang perwira dan pilot helikopter tempur.

Sepulangnya dari medan tempur, Rober bekerja pada Xerox Corporation dan pada 1977 mendirikan sebuah perusahaan yang untuk pertama kalinya membawa dompet peselancar yang terbuat dari nilon dan Velcro ke pasar.

Pada 1985, dia mendirikan sebuah perusahaan pendidikan internasional yang mengajarkan bisnis dan investasi pada puluhan ribu murid di seluruh dunia. Pada 1994, Robert menjual perusahaannya dan pensium pada usia 47 tahun.

Tidak mengherankan jika kemudian dalam buku-bukunya hampir sepenuhnya, Kiyosaki berbicara tentang pembentukan karakter pribadi kita dan hanya sedikit yang membahas masalah teknis.

Akibatnya pemikiran Kiyosaki dengan mudah mengubah paradigma berpikir pembaca bukunya agar menjadi lebih terbuka.

Buku-buku Kiyosaki seluruhnya memberikan pandangan komprehensif mengenai pemikiran-pemikirannya dalam bentuk tips-tips yang dikemas secara menarik.

Semuanya digelar dalam bahasa yang sederhana dan sistematis. Artinya bisa dicerna dengan mudah oleh siapa pun.

Tentu saja bagi pembaca yang menjadi korban gelombang keterpurukan perekonomian kita, buku-buku Kiyosaki memang menawarkan angin segar.

Apalagi jika kita tahu keseluruhan buku ini memang ditulis Kiyosaki pada suatu periode hidupnya yang serba sulit. Kiyosaki sempat mengalami keterpurukan, kehilangan tempat tinggal, menjadi orang yang terpinggirkan, dan jatuh sakit.

Tentu saja bagi pihak yang tidak yakin dapat bangkit dari kondisi keterpurukannya, buku ini benar-benar memberikan inspirasi pada kita.

Namun yang paling penting adalah bagaimana kita mengarahkan kekuatan diri sendiri untuk membangun sesuatu.

Meski begitu Kiyosaki juga tidak pernah lupa untuk menegaskan bahwa semuanya berpulang pada seberapa keras usaha dan kontrol diri Anda.

Hanya saja, sungguh sayang kedatangan Kiyosaki di Indonesia sebagai lilin pemberi inspirasi ternyata begitu mahal untuk dinikmati bagi sebagian besar orang-orang yang terpuruk kehidupannya.

*Bisnis Indonesia 5/11/04

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: