it’s about all word’s

Wenda Wonoseputro

Posted on: February 21, 2008

Saat muda tak bisa tidur sebelum selesai membaca

Hobi baca rupa-rupanya selain sebagai bagian dari cara mendapatkan ilmu pengetahuan ternyata merupakan kegiatan yang sangat menyita waktu. Bahkan sering membuat orang terlena dan lupa waktu.

Hal itu diungkapkan Wenda Wonoseputro, Presdir PT Car and Cars Indonesia, Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Volkswagen di Indonesia saat ditemui Bisnis usai pemutaran film Herbie: Fully Loaded, pekan lalu.

Wanita yang berada di balik kemudi suksesnya merk Volkswagen (VW) di Indonesia ini sebetulnya sudah pernah berkecimpung di VW sejak 1970 hingga 1976. Ketika itu dia bergabung dengan PT Piola yang menjadi ATPM VW pada saat itu sebagai sales lady.

Pada 1970-an, VW merupakan satu-satunya perusahaan otomotif di Indonesia yang memulai mempekerjakan wanita untuk menjual mobil. hingga keagenan VW dicabut dari PT Piola dan diambil alih oleh PT Garuda Mataram.

Usai dari VW, meloncat ke perusahaan otomotif Jerman yang prestisius, Mercedes Benz.
Selama 22 tahun dia bekerja di sana dengan jabatan terakhirnya adalah Deputy Director Marketing – suatu posisi tertinggi di perusahaan Jerman yang dapat dicapai oleh orang bukan Jerman.

Setelah mengundurkan diri dari jabatan tersebut, pada kesempatan liburan ke Singapura, Wenda bertemu kawan lamanya, yang menawarinya membangun kembali bisnis Volkswagen di Indonesia.

“Wah dulu kalau baca buku bisa sampai mengorbankan waktu tidur. Kalau buku yang dibaca belum selesai pasti belum bisa tidur. Biarpun untuk itu sampai pukul 3 dini hari,” ujarnya sembari tersenyum.

Selain novel karya Sydney Sheldon dan Danielle Stelle. Wenda mengaku hobi bacanya saat kecil diawali dari mengkonsumsi cerita anak-anak berpengantar bahasa Belanda.

“Setelah menuntaskan cerita Hans Christian Andersen atau Walt Disney saya lalu semkin suka dengan kegiatan membaca,” ujarnya.

Setelah itu, hobi baca itu berkembang menjadi hobi berburu buku,” pokoknya kalau ada buku baru karya penulis favorit. Buku itu harus bisa saya dapatkan dan harus selesai dibaca hari itu juga.”

Hobi baca itu ternyata diwarisi Wenda dari sang ayah, Ganda Gunawan yang bekerja di De Javasche Bank yang pada tahun 1953 berdasarkan UU No 11/1953, dinasionalisasi menjadi Bank Indonesia.

Wenda menuturkan dari saudaranya hanya dialah yang mewarisi hobi gila baca tersebut. Kakak maupun adiknya, menurutnya tidak ada yang suka dengan kegiatan baca buku.

Dan rupa-rupanya hobi baca itu tidak menurun kepada anak Wenda,”Maklum saja dia hobinya main game online. Kalau ada waktu luang game bisa dari pagi sampai pagi,” tuturnya.

Padahal menurutnya, dari hobi baca banyak manfaat yang bisa diambil mulai dari sekdar memenuhi dahaga keingintahuan. Buku juga merupakan sumber pengertahuan yang sangat menunjang bisnis otomotif dia tekuni.

Sayangnya hobi baca itu mulai berkurang karena tersita oleh kesibukan pekerjaan. Alhasil hobi bacanya beralih pada buku-buku rohani atau yang lebih ngepop seperti majalah atau artikel di depan komputer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: