it’s about all word’s

Yunus Yosfiah : Tentara suka baca

Posted on: February 21, 2008

Sudah sewindu Presiden Suharto mundur dari jabatannya usai didemo habis-habisan mahasiswa. Tak lama sesudah itu pers Indonesia mendapatkan kebebasannya saat di bawah asuhan Menteri Penerangan Mohammad Yunus Yosfiah.

Perjalanan tentara baret merah ini kemudian bergabung ke partai hijau PPP untuk bertarung dalam Pemilu tahun 1999 selepas kabinet bentukan Presiden Habibie bubar.

Pria kelahiran Rapang, Sulawesi Selatan itu rupanya diam-diam sedang mempersiapkan sebuah buku memoar yang berisi kesaksiannya tentang peristiwa-peristiwa penting di tanah air.

“Buku saya akan terbit dalam waktu dekat. Semuanya bakal saya ungkapkan termasuk hal-hal yang selama ini jadi perdebatan,” ujar Sekjen DPP PPP itu saat berkunjung ke Bisnis, awal pekan ini.

Meski belum mau mengungkapkan isi buku memoarnya, bisa diduga akan cukup banyak kisah tentang penugasan Yunus di Bumi Lorosae, Timor Timur.

Tidak saja di bumi itu dia menemukan pasangan hidupnya Antonia Yacinta Ricardo da Costa yang sudah memberinya empat putra dan putri. Tetapi beberapa kontroversi seputar Operasi Seroja yang dipimpin

Sebut saja teka-teki siapa sesungguhnya yang berperan dalam kisah perburuan pasukan baret merah terhadap Nicolau Lobato, Presiden Fretilin di gunung Maubesi pada Desember 1978.

Lalu tentang tuduhan berat dianggap bertanggung jawab atas kematian lima wartawan Australia yang sedang meliput di Balibo, Timor Timur, Oktober 1975.

Tak tanggung-tanggung, dalam peritiwa yang dikenal dengan ‘Balibo Five’, tim penyelidik dari PBB ikut turun tangan meminta pertanggung jawabannya.

Akibatnya, dia sampai mengajukan kesaksiannya di depan Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi I DPR. Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi I Astrid Susanto itu, dia membantah semua tuduhan itu.

Termasuk kisah pertikaian antara dua kubu di PPP yang memperebutkan Kantor DPP PPP yang sempat dikhawatirkan banyak pihak bakal jadi partai ulangan konflik internal PDI yang berujung pada peristiwa 27 Juli 1996.

Kagum pada Montgomery

Sejak dulu Yunus dikenal sebagai tentara suka baca buku dan diakui oleh dirinya sendiri suka memaksa komandan batalyonnya untuk suka membaca dan menulis dengan baik.

Salah satu anak buah Yunus yang kemudian melejit adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang pernah menjadi Danyon 744/Satya Yuda Bakti.

“Kemampuan membaca dan menulis itu sangat penting bagi tentara. Dulu sebagian perwira terbaik selalu jebolan dari Kopassus atau dari Korem 164/Wira Dharma,” tutur mantan Kassospol ABRI.

Jebolan Psychological Warfare, Psyops, Fort Bragg, AS itu saat menjadi komandan Sesko ABRI, Jendral Yunus seringkali mengundang para mahasiswa untuk berdiskusi dengan para perwira siswa di pusat pendidikan yang dipimpinnya secara teratur.

“Silakan berdiskusi sebebasnya, asal tidak melemparkan asbak,” ujarnya kepada para mahasiswa pada suatu kesempatan di Sesko ABRI.

Tapi ngomong-ngomong siapa tentara panutan Yunus? Rupa-rupanya adalah jenderal legendaris asal Inggris, Bernard Montgomery yang menaklukan Jenderal pasukan Jerman, Erwin Rommel dalam palagan di Afrika tahun 1942.

“Montgomery itu jenderal yang benar-benar turun ke lapangan. Saya pernah ke museum. Dia benar-benar orang yang turun ke lapangan,” tutur dia penuh kekaguman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: