it’s about all word’s

25 tahun Album Thriller

Posted on: February 22, 2008

Michael Jackson, raja yang terkucil

Industri musik dunia dipastikan bakal selalu berputar pada King of Rock and Roll Elvis Presley, si jenius dari Beatles John Lennon, dan King of Pop, Michael Jackson.

Satu nama lagi yang menyeruak adalah King of Grunge, Kurt Cobain yang menjadi mendiang selebritis berpenghasilan terbanyak versi Forbes.

Namun dari keempatnya hanya Michael Jackson, kerap disebut Jacko, yang masih hidup dan bakal terus menjadi buah bibir karena kehidupannya yang nyleneh selain dari kiprahnya di dunia musik.

Menjelang akhir tahun ini, Jacko, 48, kembali menyeruak. November ini dia merayakan seperempat abad album terbesarnya sepanjang masa Thriller.

Pria yang kini tinggal di Bahrain dan Irlandia ini bakal pentas kembali ke panggung dengan pergelaran lagu klasiknya Thriller, yang dirilis 1981.

Thriller memang menjadi karya fenomenal Jacko. Dua tahun setelah Thriller dirilis, Jacko memutar video klipnya yang berdurasi 17 menit di kanal televisi kabel Music Television (MTV). Dunia histeris dan mabuk gerakan disko Jacko.

Banyak orang saat itu berpendapat video klip itu adalah film pendek karena durasinya yang panjang. MTV pun pada awalnya ogah memutar video klip itu karena isu rasial masih kental di televisi AS.

Maklum saat itu Michael Jackson yang Afro-Amerika meski sudah operasi plastik masih berkulit gelap dan menggunakan banyak pemeran maupun figuran dari etnis Afro-Amerika.

Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Album Thriller terjual 60 juta keping dan menuai penghargaan 13 Grammy. Dan kini, Jacko menerima penghargaan dari World Music Awards, salah satunya berkat Thriller.

Penghargaan itu diberikan kepada seniman bidang seni suara yang berhasil menjual lebih dari 100 juta keping rekaman albumnya di seluruh dunia.

Si Moonwalker ini memang masih layak jual. Buktinya Jacko akan hadir dalam pesta Natal di Tokyo, dengan tiket masuk akan dijual seharga US$3.400 (lebih dari Rp30 juta) dolar per orang.

Menurut tabloid Nikkan Sports yang dikutip Antara, penyelenggara berharap akan dapat menyelenggarakan pesta ini di Tokyo pada 19 Desember,

Jika Jackson setuju, pesta bernama Premium Christmas tersebut akan diumumkan secara resmi pekan depan.

Menurut penyelenggara dalam usulannya, Jacko tak akan tampil bernyanyi pada acara itu, yang akan menawarkan tiket platinum seharga 400.000 yen setara US$3.400 dan tiket gold seharga 200.000 yen.

Dengan tiket platinum tersebut hadirin berkesempatan melakukan santap malam bersama Jacko, sambil mendengarkan musik rekamannya.

Mereka yang membeli tiket platinum akan dapat duduk dekat Jacko dan diberi kesempatan untuk foto bersama dengan penyanyi itu.

Sebaliknya, mereka yang membeli tiket gold akan memperoleh foto dengan tanda tangan Jacko.

Jackson terakhir datang ke Jepang pada Mei lalu, ketika menerima Legends Award pada acara Video Music Awards MTV Jepang.

Tak bahagia

Sayang kehidupan Jacko yang mapan bergelimang uang tak menjaminnya tetap bahagia seperti selebritis yang lain. Boleh dibilang Jackson terkucil.

Jacko memulai karir musiknya pada usia tujuh tahun sebagai vokalis utama The Jackson Five dan merilis rekaman solonya, Got To Be There, pada 1971, sambil tetap menjadi anggota kelompok band keluarga itu.

Dia mulai karier solonya secara penuh pada 1979 dan berpisah secara resmi dengan saudara-saudara kandungnya pada 1984.

Dia dua kali menerima penghargaan di Rock and Roll Hall of Fame. Pertama sebagai anggota Jackson Five pada 1997 dan kedua pada 2001 sebagai artis solo. Jackson juga anggota Songwriter`s Hall of Fame.

Meski pernah memiliki ketenaran yang begitu besar, di kampung halamannya, AS, pada April lalu, Jackson masuk dalam deretan orang Amerika paling bodoh pada 2006.

Jackson bahkan memperoleh gelar tak terhormat itu selama empat tahun berturut-turut, berdasarkan survei yang dilakukan sebuah konsultan hubungan masyarakat AS.

Bukan hanya ketenaran yang merosot, sang superstar itu dikabarkan dihantui kebangkrutan.

Tak heran kalau April lalu, Jackson mencapai kesepakatan untuk yang kemungkinan mencakup penjualan katalog lagu Beatles miliknya kepada Sony Corp. of America, seperti ditulis New York Times, yang dikutip Antara.

Pada 1985, Jackson membeli katalog 4.000 lagu, termasuk hak atas lebih dari 200 lagu Beatles, dengan harga senilai hampir US$48 juta.

Jackson dan Sony bergandengan tangan untuk membentuk Sony/ATV Music Publishing, salah satu perusahaan penerbitan musik terbesar dunia, yang menghasilkan koleksi lebih dari 400.000 lagu, antara lain lagu-lagu Bob Dyland dan Destiny`s Child.

Nilai katalog itu mencapai US$1 miliar. Jackson menggunakannya sebagai jaminan atas utangnya yang mencapai hampir US$270 juta ketika itu.

Melihat nasibnya yang tragis itu, menjadi pertanyaan mengapa Jacko masih mampu bertahan dan tidak bunuh diri atau dibunuh penggemarnya seperti ketiga King lain?

Bisnis Indonesia Edisi: 14/11/2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: