it’s about all word’s

Arie ‘Dagienkz’ Apriludy

Posted on: February 22, 2008

Nangis di mikrolet gara-gara novel

“Buku adalah salah satu hidupku. Aku sangat suka buku, terutama novel,” ujar presenter Arie Apriludy yang akrab disapa Arie Dagienkz di sela-sela acara Presentation Day Mercedes-Benz and Me beberapa waktu lalu.

Sejak muncul di reality show bernama H2C (Harap-Harap Cemas), penyiar radio Prambors kelahiran 7 April 1965 yang biasa berpasangan dengan Desta, drummer Club 80’s ini, makin populer.

Meski terkenal sebagai jago ngocol, lelaki kocak berambut kriwil ini ternyata lebih suka bacaan serius. Dia mengaku memilih bacaan yang tergolong berat dan tidak umum dibaca para penggemarnya, seperti buku-buku karya Pramoedya Ananta Toer, Dee (Dewi Lestari), Wei Hui, dan Remy Silado.

Bagi Arie, buku sangat mempengaruhi hidupnya. “Salah satunya buku karangan Dee berjudul Petir sempat menginspirasi gue untuk melakukan backpacking [jalan-jalan dengan tas ransel]. Akhirnya gue [melakukan] backpacking ke Lombok,” ujarnya.

Petir merupakan satu dari lima jilid Supernova 2,1. Dalam novel ini dikisahkan kehidupan karakter bernama Bodhi, yang diharapkan dapat menjadi tokoh pahlawan masa kini.

Berbeda dari laki-laki kebanyakan, Bodhi digambarkan sebagai tokoh baik-baik, yang hidupnya lurus. Dia tidak merokok, tidak minum alkohol dan vegetarian. Bodhi yang dibesarkan di vihara, ketika berusia 18 tahun memutuskan untuk mencari jati dirinya.

Dia lalu berkelana ke berbagai negara dan berkenalan dengan sahabat-sahabat barunya, seperti Kell dan Star.

Sampai menangis

Sedangkan dari buku-buku Pramoedya Ananta Toer, Arie mengaku dapat belajar dan mengerti mengapa dulu buku yang mendapatkan apresiasi dari khalayak internasional tersebut dilarang oleh rezim Orde Baru.

“Aku suka banget cara dia membahasakan cerita dalam novel-novelnya, terutama Bumi Manusia. Gue bisa menangis kalau baca buku itu. Gue pernah nangis di mikrolet usai baca buku ini,” paparnya sambil tertawa.

Padahal, Arie mengaku baru suka dengan buku-buku itu dua tiga tahun terakhir. Tetapi dari sekian buku yang dimilikinya, buku karya Pram lah yang paling disuka. “Soalnya dari buku ini aku kemudian menjadi suka membaca buku,” ujarnya.

Sedangkan Shanghai Baby karya Wei Hui, menurut Arie, adalah novel karya pengarang Asia yang paling menyentuh. Padahal dalam novel ini, Wei menerakan cerita yang terhitung kompleks dan kaya akan paradoks pertemuan budaya Barat dan Timur.

Bagaimana dengan bacaan untuk inspirasi ngocol? “Gue dapat dari buku lawakan harga seribuan atau buku tebak-tebakan untuk anak-anak,” cetusnya sembari tergelak.

Bisnis Indonesia Edisi: 19/06/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: