it’s about all word’s

Cara baru tuntaskan korupsi

Posted on: February 22, 2008

Judul : Memerangi Korupsi
Penulis : Ian McWalters SC
Penerbit : JP Books, Januari 2006
Tebal : 283 halaman

Kasus korupsi di Indonesia bagaikan jiwa dan raga yang selalu menyertai perjalanan negeri ini. Meski rezim berganti, korupsi tetap mendampinginya. Saat reformasi hadir, aktivitas ini justru makin tampak.

Dari data BPK, pada periode 1999-2004 saja, rata-rata penyimpangan keuangan negara mencapai Rp321,83 triliun. Sayangnya berbagai temuan itu belum ditindaklanjuti.

Maklum, makin besar jumlah uang dan menyangkut banyak orang, kasus itu makin susah pula dibongkar. Sebut saja kasus penyalahgunaan penyaluran Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Kasus ini selain melibatkan 58 pejabat BI juga 301 komisaris dan direksi bank penerima BLBI dari 44 bank swasta. Tapi, sampai saat ini pelaku-pelakunya masih lenggang kangkung.

Tak heran jika peringkat Indonesia dalam daftar negara terkorup masih cukup ‘membanggakan’.

Pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Undang-undang (UU) Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pun disebut sebagai sebuah terobosan revolusioner.

Buku karya Ian McWalters ini bisa dijadikan salah satu acuan untuk meminimalisasi kasus korupsi, seperti di Indonesia. Penulis menawarkan terobosan baru dalam penanganan kasus korupsi yang pernah sukses diterapkan di Hong Kong.

Dalam buku setebal 283 halaman ini dijabarkan pasal-pasal dan berbagai langkah yang diharapkan dapat menjadi jalan baru mengatasi korupsi secara sistematis dan tuntas.

Seperti di Hong Kong, pada 30 tahun lalu korupsi di negara itu sudah menjadi budaya. Bahkan, 90% tindak korupsi dilakukan oleh aparat negara mulai dari tingkat atas hingga terbawah.

Pemerintah dan rakyat

Pemerintah Inggris sebagai pemegang otoritas saat itu melakukan tindakan pemeberantasan yang lugas. Hasilnya, selain sistem kenegaraan dan kemasyarakatan menjadi pulih, ekonomi koloni itu pun menggeliat luar biasa.

McWalters pun dengan jujur mengemukakan pandangannya bahwa yang akan membuat seluruh sistem penindakan korupsi ini berjalan adalah kemauan politik dari para pemimpin negara dan dukungan penuh dari rakyat.

Menurut dia, perjalanan untuk meraih cita-cita tersebut memang sulit dan terasa sakit. Tapi, kesalahan di masa lalu harus dihadapi dan diubah. Kesalahan-kesalahan itu tidak boleh menghambat jalannya proses ini karena tentunya peluang untuk kembali korup sangatlah besar.

Untuk itu, deteksi dan investigasi secara mendalam harus terus dilakukan disertai dengan hukuman yang keras mendampingi tindakan persuasif.

Sayangnya dari buku yang cenderung berjudul bombastis ini justru tidak ditemukan hal baru. Beberapa data berikut statistik finansial tindak korupsi yang seharusnya disertakan sebagai bukti keberhasilan pemerintah Hong Kong dalam mengatasi korupsi juga kurang.

Buku ini juga tidak mencantumkan bab indeks kata-kata dan daftar istilah, sehingga bisa menyulitkan bagi orang awam yang buta tentang masalah hukum kejahatan korupsi.

*Bisnis Indonesia Edisi: 15/01/2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: