it’s about all word’s

Ferit Orhan Pamuk

Posted on: February 22, 2008

Tabrak tembok kemapanan

Dalam novel terselip komitmen moral sang penulis terhadap kehidupan. Tak sedikit orang yang kemudian dengan rela dan sadar tergusur dari kesempatan menjalani kehidupan yang wajar bahkan dinistakan oleh waktu karena memegang teguh nilai moralitas tersebut. Sebut saja Pramoedya Ananta Toer, Gao Xingjiang hingga Boris Pasternak.

Pada sisi lain, keteguhan itu juga mengantarkan beberapa orang mendapatkan kemuliaan karena karya-karyanya. Salah satunya adalah penulis asal Turki, Ferit Orhan Pamuk yang meraih Nobel Sastra tahun ini .

Tetapi siapa menyangka jika ternyata keluarga Pamuk yang giat merupakan pengusaha lebih menginginkan dia menjadi arsitek. Alhasil dia pun kuliah di Istanbul Technical University selama tiga tahun.

Pada 1974 dia berhasil meluncurkan novel pertamanya Karanlik ve Isik (Darkness and Light) yang menceritakan keluarga Istanbul yang tinggal di Nisantasi, kawasan tempat dia tumbuh besar.

Buku itu mendapat sambutan hangat. Melihat tekad tersebut akhirnya keluarga Pamuk mengizinkan anaknya pindah kuliah ke Institute of Journalism di Universitas Istanbul pada 1976. Keputusan itu tak salah, hanya berselang tiga tahun kemudian, novel itu meraih penghargaan kedua Million Press Novel Contest dan pada 1982 meraup Orhan Kemal Novel Prize.

Hal itu membuat pria kelahiran Istanbul 7 Juni 1952 makin getol menulis dan memilih untuk melanjutkan studinya di Columbia University pada 1985-1989. Kuliah di gudang penulis-penulis jempolan membuka wawasan Pamuk.

Sebut saja saat Pamuk membuat kalangan penggemar sastra Turki gempar gara-gara novel Kara Kitap (The Black Box) yang berkisah tentang seorang pengacara yang kehilangan istri secara misterius.

Bikin heboh

Tak cukup dengan novel itu, Pamuk kembali membuat heboh saat dia meluncurkan novel fiksi Sessiz Ev (The Silent House)-yang lalu-diterjemahkan ke bahasa Prancis meraih Prix de la Decouverte Europeene pada 1991.

Kejutan masih berlanjut saat diluncurkannya novel sejarah Beyaz Kale (The White Castle) yang kental dengan teknik postmodern. Peluncurannya hanya berselang bulan dari penghargaan bagi buku keduanya yang meraih Independent Award for Foreign Fiction.

Langkah ini yang kemudian mengantarkannya hingga menjadi salah satu pribadi yang berpengaruh di dunia sastra era 1990-an hingga kini. Tak salah jika saat itu The New York Times menyebut Pamuk sebagai ‘A new star has risen in the East’.

Tapi Pamuk tak lantas larut dalam kemenangan beruntun itu, dia sigap berkarya. Pada 1992 dia sempat menulis skenario untuk layar perak Gizli Yuz (Secret Face).

Setelah kerja keras itu, Pamuk sempat beristirahat dari dunia tulis menulis sembari mengumpulkan bahan-bahan bagi novel keempatnya, Yeni Hayat (New Life) yang saat dilempar ke pasar pada 1995 menjadi buku paling cepat terjual.

Karismanya yang menjulang itu sempat menabrak tembok keras gara-gara komitmen moralitasnya pada kehidupan. Dia bergabung dengan para pembela nasib suku Kurdi yang diperlakukan secara buruk oleh pemerintah Turki.

Pada 2000, nama Pamuk betul-betul meroket saat dia meluncurkan Benim Adim Kirmizi (My Name is Red) yang berlatar belakang Istambul di abad ke-16 dengan gaya penulisan roman, misteri dan teka-teki filosofi.

Dia juga mendapatkan penghargaan German Book Trade pada 2005. Penghargaan sangat bergengsi dari Jerman itu dianugerahkan kepada Pamuk di Gereja Paul di Frankfurt, yang kebetulan akhir-akhir ini merupakan saat ujian terberat bagi hubungan umat Islam-Kristen yang dikuliti oleh Pamuk dalam novelnya.

Edisi: 05/11/2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: