it’s about all word’s

Membangun dan memberangus demokrasi

Posted on: February 22, 2008

Judul: Kebebasan, Negara, Pembangunan,
Kumpulan Tulisan 1965-2005 Arief Budiman
Editor: Luthfi Assyaukanie
Penerbit: Pustaka Avabet dan Freedom Institute, Agustus 2006
Tebal: 551 halaman

Judul: Mesin Penindas Pers: Membongkar Mitos Kebebasan Pers di Amerika
Kesaksian Sejumlah Wartawan Top Amerika Peraih Penghargaan
Korban Pemberangusan Sistematis
Editor: Kristina Borjesson
Penerbit: Q-Press, Agustus 2006
Tebal: 446 halaman

Tidak sedikit tokoh yang berjuang membangun demokrasi a.l. Arief Budiman, seorang sosiolog. Namun, dalam praktiknya pemimpin dari negeri adidaya seperti AS justru memberangusnya dengan kedok patriotisme dan kepentingan nasional.

Salah satu pemikir Indonesia yang menjulang sampai saat ini adalah Arief Budiman. Anak dari Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan ini mempunyai daya kritis setajam sang adik Soe Hok Gie, yang kemudian menjadi ikon generasi pemberontak cerdas masa kini.

Gara-gara kekritisannya itu, pria bernama asli Soe Hok Djin ini jadi orang terbuang di masa Orde Baru yang sebetulnya juga berdiri berkat perjuangannya.

Buku Kebebasan, Negara, Pembangunan mengulas tiga tema besar pemikiran Arief selama 1965-2005. Karena dibuat per tema dan per bab, pemikiran Arief bisa dengan mudah untuk dinikmati dan dikritisi.

Namun, harus diingat minat Arief yang luas memaksa pembacanya harus menjadi manusia pembelajar.

Melalui buku ini, dia menegaskan untuk menciptakan demokrasi setidaknya ada dua cara yang harus ditempuh, pertama, mekanisme formal melalui lembaga politik, perangkat undang-undang dan hukum yang demokratis.

Kedua, mekanisme struktural yang diciptakan dari perimbangan kekuasaan antara masyarakat dan pemerintah yang sedang terjadi dan diuji.

Dari seluruh tulisan Arief, sekilas sangat mirip dengan kumpulan tulisan Soe Hok Gie, Jaman Peralihan. Perbedaan yang terjadi, tulisan Arief jauh lebih ‘dingin’, tidak meledak-ledak, tajam, dan lebih sistematis.

Gaya penulisan ini bisa jadi tercipta karena Arief adalah seorang ilmuwan pendidik yang terbiasa menuliskan pemikirannya dengan runtut dan terstruktur.

Pers yang ditelikung

Sejak lama AS selalu menyatakan kebebasan berbicara dan mengutarakan pendapat. Paham ini menjadi ‘barang jualan’ AS setiap kali menjual paham demokrasi dan kapitalisme.

Namun, kenyataan yang terjadi jauh dari teori yang selama ini mereka tawarkan untuk meninabobokan pengikut paham kebebasan bersuara ala AS. Sejak lama negara tersebut menggunakan media sebagai senjata untuk menipu rakyat dan dunia.

Dalam buku setebal 551 halaman ini bisa ditemukan perjalanan upaya penindasan pers yang dilakukan secara sadar, terencana, dan sistematis oleh pemerintah AS melalui sistem di media besar di negara tersebut.

Jika pada awalnya demi menggugah sikap patriotisme, namun akhirnya manipulasi ini berubah menjadi kebiasaan yang terus terjadi sejak Perang Dunia II, Perang Korea, Perang Vietnam, pembunuhan karakter veteran perang Sersan Robert R. Garwood hingga disinformasi aneksasi Afganistan dan Irak.

Untuk melakukan itu, pemerintah AS demi kepentingan politik dan pebisnis mereka melakukan tekanan secara langsung dan tak langsung kepada media-media raksasa.

Salah satu contohnya adalah saat jaringan televisi CBS enggan menayangkan sebuah laporan tentang bagaimana industri rokok Amerika memakai zat kimia untuk meningkatkan kecanduan perokok.

Bahkan, televisi CNN yang berhasil mensejajarkan diri dengan jaringan televisi raksasa lain pascapeliputan perang Irak-Kuwait akhirnya tak kuasa untuk menelikung pemberitaannya agar menguntungkan AS.

Tentu saja upaya menelikung ini tak hanya dilakukan oleh media televisi yang paling mudah diakses pemirsa namun oleh media cetak raksasa.

Maklum untuk mempertahankan hegemoninya, banyak praktik kotor yang harus dilakukan pemerintah AS. Tak hanya berkubang dalam industri obat bius, tapi juga pelanggaran hak asasi manusia setiap kali terjadi kudeta.

Buku ini sangat menarik untuk disimak oleh wartawan dan pengambil keputusan yang menginginkan masyarakat dan sistem demokrasi yang bersih.

Bisnis Indonesia Edisi: 26/11/2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: