it’s about all word’s

Menaklukkan pasar dengan taktik yang tepat

Posted on: February 22, 2008

Judul : On Marketing Mix
Seri 9 Elemen Marketing
Penulis : Hermawan Kartajaya
Penerbit : PT Mizan Pustaka, Maret 2006
Tebal : 230 halaman

Judul : On Segmentation
Seri 9 Elemen Marketing
Penulis : Hermawan Kartajaya
Penerbit : PT Mizan Pustaka, April 2006
Tebal : 215 halaman

Dalam jagad bisnis, Hermawan Kartajaya yang menjabat sebagai presiden Asosiasi Pemasaran Dunia (World Marketing Association) cukup diakui kepiawaiannya dalam menentukan masa depan pemasaran.

Selain aktif sebagai pembicara, pendiri dan presiden perusahaan konsultasi strategi bisnis MarkPlus&Co ini juga rajin membagi ilmu lewat buku-bukunya yang berbahasa Inggris dan Indonesia. Salah satunya adalah buku Seri 9 Elemen Marketing.

Sembilan buku itu membahas sembilan taktik bisnis pemasaran, yakni merek, diferensiasi, positioning, segmentasi, pentargetan, marketing mix, penjualan, pelayanan, proses.

Dalam buku Marketing Mix, Hermawan mencoba menerangkan sebuah taktik dalam mengintegrasikan unsur-unsur penawaran, logistik, dan cara mempromosikan produk atau jasa.

Tidak hanya perlu melakukan penawaran yang menarik, pemasar juga harus memikirkan taktik yang tepat dalam mendistribusikan dan mempromosikan suatu produk atau jasa tersebut.

Sebagai panutan, dia memaparkan beberapa kisah sukses suatu merek seperti teh dalam kemasan, Frestea keluaran Coca Cola yang mampu bersaing melawan Sosro yang terlebih dahulu merajai pasaran.

Termasuk juga bisnis pertunjukan seperti Akademi Fantasi Indosiar dan Indonesia Idol yang berhasil menggusur reality show yang sedang marak saat itu. Sebaliknya ada juga analisis terhadap kegagalan produk rokok mild Signature keluaran Gudang Garam yang disambut lesu oleh pasar, meskipun disokong oleh promosi yang terbilang besar.

Ada pula kisah perintis produk pembalut wanita, Softex yang awalnya tampil sebagai pemimpin tunggal pasar, kini justru mendapat kesan sebagai pembalut ibu-ibu yang kurang funky dan kalah gaul seperti merek terbaru macam Charm, BodyFit, Laurier, dan Kotex.

Sementara pada buku On Segmentation, Hermawan berbicara tentang pasar sebagai zona yang misterius. Kadangkala segmen yang ingin digarap justru meleset dari perkiraan, meskipun akhirnya justru ditutup dengan kisah bahagia.

Lihat saja buku Harry Potter yang sangat digemari anak-anak, pada awalnya ternyata ditujukan justru untuk pasar orang dewasa. Sementara rokok Marlboro yang kini jadi lambang maskulin, sebelumnya justru dirancang untuk para wanita.

Kurang kritis

Yang menarik adalah kasus persaingan sehat di antara sesama raksasa minuman soft drik, Coca Cola dan Pepsi Cola. Kedua pemain ini justru menjadikan persaingan sebagai aset dari perkembangan bisnis mereka. Sebab sejatinya, dengan persaingan suatu perusahaan dapat diketahui di mana posisi dia berdiri di antara para kompetitornya.

Sayangnya, meski merupakan penulis ahli buku-buku pemasaran yang bagus, kedua buku Hermawan agak kurang dalam mengkritisi kompetisi yang terjadi di Indonesia. Beberapa kasus yang ditampilkan malah sudah kadaluawarsa.

Saat dia membicarakan penerbangan murah ala Sounthwest, misalnya, dia justru tidak mengupas kasus penerbangan murah di Tanah Air yang memiliki kecenderungan kompetisi yang serupa.

Sementara pada pembahasan Softex, strategi terakhir mereka menyasar pasar perempuan usia muda melalui diversifikasi kemasan produk dan image juga dilewatkan Hermawan.

Hal yang sama juga terjadi saat membicarakan Kompas. Entah mengapa justru hanya Jawa Pos yang jadi rival pembandingnya. Padahal saat ini di pasar koran umum, Seputar Indonesia dan Media Indonesia tak kalah gencarnya meraup pasar dengan inovasi.

Bisnis Indonesia Edisi: 25/06/2006

1 Response to "Menaklukkan pasar dengan taktik yang tepat"

Sejak lama memang Rudi memimpikan figur Roy Marten, Christine Hakim, dan Tutie Kirana, bermain dalam film yang disutradarainya. Rudi mengakui mereka merupakan bintang-bintang yang punya reputasi luar biasa di dunia perfilman nasional.

Diproduksi PT Valian Circle Production dan Softex V Class, In The Name Of Love, film layar lebar yang dijadwalkan beredar secara nasional mulai 10 April 2008 itu memang didukung beberapa nama-nama besar. Selain Roy, Christine, dan Tutie, musik ilustrasi dan scoring-nya digarap Addie MS, pemimpin Twilight Orchestra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: