it’s about all word’s

Menelusuri pemicu perubahan dunia yang mengejutkan

Posted on: February 22, 2008

Judul : Guncangan Besar
Kodrat Manusia dan Tata Sosial Baru
Penulis : Francis Fukuyama
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 467 halaman

Judul : Asas Moral dalam Politik
Penulis : Ian Shapiro
Penerbit : Yayasan Obor Indonesia
Tebal : 292 halaman

Pemikiran Francis Fukuyama mulai menuai perhatian sejak dua dekade lalu melalui The Soviet Union and the Third World, lalu kembali mengejutkan lewat The end of History and The Last Man pada 14 tahun lalu.

Selanjutnya muncul lagi buku klasiknya, yakni Guncangan Besar: Kodrat Manusia dan Tata Sosial Baru atau The Great Distruption Human Nature and the Reconstitution of Social Order yang diterbitkan untuk menyambut datangnya milenium baru yang penuh kejutan.

Melalui buku ini Fukuyama mengajak pembacanya menengok kembali dunia pada masa-masa awal melangkah dengan tertatih-tatih abad ke-20. Saat itu kemiskinan dan frustasi nasional membuka kemungkinan sebuah sistem negara yang gagal.

Tak luput potret kegamangan sebuah masyarakat dari negara yang bersandar pada nilai tradisional pertanian harus melangkah ke arah nilai-nilai kapitalisme industri, lalu mulai melangkah ke dunia informasi.

Pantas dipuji adalah kemampuan Fukuyama menelusuri seluruh faktor-faktor sosial yang menjadi pokok perubahan sosial. Mulai dari ekonomi, sosial, hukum, budaya, hingga politik di banyak negara yang terkena imbas perubahan tersebut.

Mungkin yang paling menarik adalah seiring menguatnya kecenderungan ke arah kapitalisme, maka paham individualisme semakin kokoh berdiri. Hasilnya keakraban yang guyub sebuah komunitas tradisional perlahan memudar.

Hal yang sama juga berimbas pada kehidupan politik dimana ruang-ruang politik menjadi ruang privat yang tidak boleh dipengaruhi pandangan pribadi seperti agama yang kadang kurang toleran dengan penganut kepercayaan lain.

Pada buku Ian Shapiro yang lahir dari ruang kuliahnya, analisis filsafat politik menjadi sandaran dari pustaka setebal 292 halaman ini.

Profesor ilmu politik ini pada awalnya banyak mengajak pembacanya untuk merunut terlebih dulu makna politik dan demokrasi yang bias pada sebuah revolusi yang berdarah dan rezim ototarian yang totaliter sebagai satu hal yang masih aktual untuk dibicarakan.

Untuk itu, Shapiro secara tajam menyoroti tradisi utilitarian, marxis, dan kontrak sosial yang seringkali gagal sebagai satu solusi bagi aspirasi publik yang beragam. Penulis juga mengajak pembacanya untuk melihat dua sisi pertentangan antara gerakan pendukung pencerahan dan antipencerahan.

Nilai kekinian lemah

Kelemahan dari isi buku Fukuyama adalah pada nilai kekinian. Sebagai buku yang ditulis tujuh tahun lalu, guncangan besar berikutnya yang kini melanda dunia justru tidak terlintas di kepala Fukuyama.

Menguatnya fundamentalisme agama yang menjadi dasar tren gerakan terorisme dekade 1970-an yang sempat terkooptasi pada akhir 1980-an memasuki babak barunya di awal milenium lewat serangan pada menara kembar WTC.

Gerakan marxis yang memiliki basis kuat di Amerika Latin kini juga mulai kembali kuat memunculkan Bolivia dan Venezuela, padahal gerakan kiri sempat habis digilas AS akhir 1990-an dan hanya menyisakan Kuba.

Iran yang lama tak terdengar karena terkuras oleh perang Iran-Irak yang melelahkan kini juga mulai merepotkan AS dan Israel lewat kekuatan nuklir mereka.

Faktor-faktor di luar AS tersebut seiring kecepatan globalisasi tak bisa dimungkiri makin memengaruhi AS. Kenaikan harga minyak dunia bergandengan mesra dengan kenaikan suku bunga The Fed pun berujung pada gelombang frustasi angkatan kerja baru di AS.

Pada buku Ian Shapiro yang muncul adalah pada wacana yang kurang membumi dan cara penyampaiannya yang berat. Namun, hal ini bisa dimaklumi karena buku ini adalah sebagian dari materi kuliah yang diampunya.

Berbeda dengan sesama pengajar seperti Fukuyama yang membawakan bukunya dengan gaya yang lebih naratif, Shapiro justru asyik membawakan gaya mengajar di muka kelas yang menuntut pembacanya memiliki minat dan pengetahuan tentang topik yang dibawakannya.

Untuk bisa mengerti isi buku Shapiro Anda wajib terlebih dahulu membekali diri dengan buku-buku filsafat politik yang lebih sederhana. Jika ini dilakukan niscaya pesan yang ingin disampaikan profesor di Yale ini akan mudah ditangkap.

Bisnis Indonesia Edisi: 02/07/2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: