it’s about all word’s

Misteri besar yang tak pernah terkuak

Posted on: February 22, 2008

Judul: Titik Silang Jalan Kekuasaan Tahun 1966 Mitos dan Dilema: Mahasiswa Dalam Proses Perubahan Politik 1959-1970
Penulis: Rum Aly
Penerbit: Kata Hasta Pustaka, 2006
Tebal: 412 hal

Sejarah perjalanan bangsa Indonesia memiliki kesan tersendiri setiap akhir September. Intrik politik yang berujung terjungkalnya Presiden I RI Soekarno 40 tahun yang lalu masih saja menjadi sebuah misteri besar.

Beragam buku memang terus bermunculan. Mulai dari buku putih versi pemerintah hingga biografi para jenderal yang menambah simpang siur seputar gerakan militer berujung perpindahan kekuasaan ke tangan pemimpin Orde Baru Soeharto.

Sebut saja Benny Moerdani: Profil Prajurit Negarawan, Memoar Mayjen Raden Pranoto Reksosamodra, Soebandrio: Kesaksianku Tentang G-30-S hingga Jenderal M. Jusuf: Panglima Para Prajurit.

Ada pula referensi karya penulis dan peneliti dari luar negeri seperti karya Geoffrey Robinson The Dark Side of Paradise: Political Violence in Bali dan Antonie C.A. Dake dengan Sukarno File: Berkas-berkas Soekarno 1965-1967, Kronologi Suatu Keruntuhan.

Pada karya para penulis luar secara garis besar cenderung mengambil sisi intrik politik di tingkat atas. Sementara gerakan aksi yang dimotori para mahasiswa justru hanya jadi pelengkap.

Peran mahasiswa

Padahal secara kasat mata dalam Catatan Harian Seorang Demonstran karya Soe Hok Gie jelas disebutkan peran kekuatan mahasiswa yang dalam konteks tertentu jelas berada pada posisi memanfaatkan dan dimanfaatkan oleh kekuatan yang bermain di masa itu.

Salah satu buku yang sangat menarik untuk dikuliti adalah karya kedua Rum Aly. Seperti buku pertamanya Menyilang Jalan Kekuasaan Militer Otoriter maka Titik Silang Jalan Kekuasaan Tahun 1966 ini ditulis sangat akrab.

Sebagai sebagai salah seorang aktivis ‘Angkatan 66’ dia mampu memaparkan secara cukup detail bagaimana titik persilangan kekuasaan, kondisi sosial ekonomi-politik transformasi kekuasaan di Indonesia yang berlangsung pada kurun waktu sekitar 1966.

Selain itu, dia juga memberikan banyak penjelasan bagaimana dinamika kegelisahan dan suasana batin yang dialami para aktivis Angkatan 66 dalam menentukan berbagai kebijakan politik merespons setiap saat perubahan sosial-politik yang berlangsung sangat cepat dan begitu menggoda idealisme.

Rum juga menjelaskan bagaimana kiprah dan peran beberapa aktor penting yang telah ikut menentukan perubahan politik tersebut, yang selama ini diketahui masih sebagai wilayah yang bersifat abu-abu dalam sejarah politik di Indonesia.

Pembaca bisa mengambil kesimpulan bahwa setiap pergerakan mahasiswa selalu saja dilumpuhkan oleh melunturnya idealisme karena uang dan jabatan yang sebelumnya mereka lawan.

Bisnis Indonesia Edisi: 01/10/2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: