it’s about all word’s

Nadine Chandrawinata: si londo ndeso

Posted on: February 22, 2008

Meluruskan keseleo lidah

Ajang Miss Universe tak pelak selalu menimbulkan kontroversi. Bagi yang mendukung, kegiatan ini dinilai sebagai bagian dari promosi tentang Indonesia. Pihak yang menentang melihatnya sebagai ajang jor-joran membuang duit dan merendahkan harkat wanita karena membuka-buka aurat.

Setiap kali Miss Universe diselenggarakan muncul kontroversi, seperti pada 2004, ketika Putri Indonesia Artika Sari Devi mengikuti kegiatan tersebut, muncul dengan foto saat berganti baju. Belakangan, Nadine Chandrawinata yang mengikuti Miss Universe 2005 jadi olok-olokan karena keseleo lidah saat diwawancara.

“Indonesia is a beautiful city,” ujar dara bertubuh tinggi semampai dan bertampang bule keturunan Jerman itu saat diwawancarai sebuah televisi swasta di Los Angeles, AS.

Meski peristiwa itu sudah lama berlalu, dalam waktu dekat Nadine yang sejak kecil suka menulis itu bakal segera meluncurkan buku biografinya untuk meluruskan hal memalukan itu.

“Supaya orang tahu hal sebenarnya yang terjadi saat itu. Waktu itu saya grogi, sehingga tidak konsentrasi saat harus menjawab pertanyaan sederhana itu,” ujar Nadine kepada pers beberapa waktu lalu.

Meski membantah, dia akhirnya gagal menyamai prestasi Artika Sari Devi. Banyak yang menyebut kegagalannya karena dinilai tidak lancar berbahasa Inggris dalam wawancara perkenalan Miss Universe 2006.

Dia menjawab pertanyaan juri dengan terbata-bata dan melenceng dari konteks pertanyaan. Akhirnya Nadine memilih menjawabnya dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Meski demikian, perempuan kelahiran Hannover, Jerman, pada 8 Mei 1984 tetap memukau dan menuai pujian saat tampil di depan publik yang hadir di Shrine Auditorium. Saat itu dia mengenakan gaun model Ratu Kencono Wungu atau Tribhuwana Wijayatungga yang mewah.

Perempuan yang juga membintangi film Realita, Cinta dan Rock’n Roll itu mengaku sering menulis buku harian sehingga berencana untuk menulis pengalamannya itu sendiri, sementara urusan editing akan dibantu beberapa pihak yang berpengalaman.

“Agar penyusunannya baik saya sudah minta bantuan dosen di London School [of Public Relations]. Tapi untuk judul buku yang tepat belum juga ketemu,” tutur Putri Indonesia 2005 sambil tersenyum.

Anak pasangan Andy dan Elfire Chandrawinata itu berniat meluncurkan buku tersebut dalam edisi terbatas. Seluruh uang hasil penjualannya akan disumbangkan untuk menyelenggarakan perkemahan bagi anak-anak pemulung.

Sayang, Nadine tidak menuturkan apakah di dalam buku itu dia akan berkisah tentang gugatan hukum yang menimpanya . Saat ikut serta di ajang Miss Universe dia dituding melanggar pasal 281 KUHP tentang kesusilaan.

Saat itu Nadine dilaporkan oleh Mujahidah, anggota FPI, ke Polda Metro Jaya. Kuasa hukum Mujahidah, Sugito, tidak hanya melaporkan dia, tetapi juga orang-orang yang terlibat dalam acara itu.

Sugito juga menyatakan pemberangkatan Nadine ke ajang Miss Universe telah melanggar surat keputusan Mendikbud RI Nomor 02/U/1984 tentang Pengadaan Kontes Pemilihan Ratu dan Sejenisnya.

Selain Nadine, Sugito juga mengadukan Mooryati Soedibyo, Wardiman Djojonegoro, Mega Angkasa, Kusuma Dewi, dan Artika Sari Devi sebagai pelanggar pasal 169 KUHP tentang perkumpulan untuk maksud jahat. Untuk menjawabnya mungkin Nadine perlu menulis buku tersendiri.

Edisi: 19/11/2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: