it’s about all word’s

Paus Yohanes Paulus II: In Memoriam

Posted on: February 22, 2008

Sang Abdi dimakamkan

Misa agung itu diinterupsi oleh berkali-kali tepuk tangan ribuan peziarah-bahkan sempat sekitar 10 menit tanpa henti-yang berseru “Giovanni Paolo Santo” (Santo Yohanes Paulus), seolah-olah dia ada di sana.

Biasanya dia membalas antusiasme semacam itu dengan membuka kedua tangannya, menyentuh jari-jari peziarah, memberkati mereka, sementara cahaya matanya tak mampu menyembunyikan rasa gembiranya berada di antara mereka yang setia menunggu kemunculannya di halaman Basilika Santo Petrus, Vatikan.

Tetapi Sri Paus Yohanes Paulus II tak tampil seperti biasanya kemarin. Tak ada senyum itu, tak ada pula uluran tangannya… Di pelataran tangga gereja, terbaring jasadnya, dalam peti kayu yang diberi tanda salib dan huruf M (singkatan dari Maria).

Dia pasti menyukai peti yang sederhana itu, cocok dengan pribadinya yang bersahaja dan pas untuk jabatannya sebagai abdi dari segala abdi Tuhan (servus servorum Dei).

Di sisi kiri dan kanan peti, sekitar 100 kardinal dalam jubah berwarna merah kombinasi putih serta para presiden, perdana menteri, raja dan ratu, serta utusan dari hampir semua negara di dunia, mengikuti kebaktian yang berlangsung selama 2,5 jam itu, dengan khidmat. (foto)

Sri Paus Yohanes Paulus II, pemimpin spiritual Gereja Katolik, menutup mata untuk selamanya pada Minggu dinihari lalu dalam usia 85 tahun.

Seperti membalas kehangatan yang mereka rasakan dari pribadi Karol Josef Wojtyla-nama kelahiran Yohanes Paulus II-selama hidupnya, sekitar 4 juta peziarah membanjiri Vatikan dan Roma untuk mengikuti prosesi pemakaman Bapa Suci.

Sekitar 300.000 peziarah tumplek di lapangan Basilika St. Petrus. Sedangkan jutaan peziarah lainnya harus mengikuti prosesi pemakaman lewat layar-layar raksasa yang dipasang di jalan-jalan di Roma.

Sebagaimana terlihat dari berbagai warna bendera yang berkibar-kibar di antara lautan manusia yang menjejali lapangan gereja, para peziarah datang dari berbagai negara-dengan bendera Polandia, negara asal Bapa Suci, mendominasi.

Keanekaragaman bukan hanya tampak di lapangan Basilika atau di kursi para pemimpin agama, tetapi juga di deretan tamu terhormat. Sebagian besar di antara mereka mengenakan jas hitam, sedangkan para perempuan berkerudung, namun sahabat-sahabat Sri Paus dari Timur Tengah tampil dengan sorban yang khas, seperti yang dikenakan Presiden Iran Muhammad Khatami dan sejumlah bangsawan Arab.

Keragaman

Jika memang Bapa Suci menyaksikan keragaman yang harmonis itu, sebagaimana diyakini oleh Kardinal Joseph Ratzinger dalam khotbahnya bahwa “Paus kita yang terkasih itu hari ini berdiri di jendela surgawi, memandang dan memberkati kita semua,” maka kemungkinan besar dia benar-benar tersenyum bahagia.

Sejak terpilih sebagai penerus Tahta Petrus pada 1978, Yohanes Paulus II lebih banyak berada di antara orang kebanyakan, membawa pesan perdamaian. Dia selalu mengingatkan kekerasan tak dapat dibenarkan untuk tujuan apa pun dan perdamaian tak akan tercipta tanpa keadilan.

Tetapi memasuki milenium ketiga, kekerasan kembali mengancam dunia.Rasa tak aman begitu kental bahkan juga dalam prosesi pemakaman Sang Pangeran Perdamaian itu. Pesawat tempur Italia berjaga-jaga di udara, sementara penembak jitu berkonsentrasi di sudut-sudut Vatikan selama misa berlangsung.

Namun seperti apa pun kondisi dunia saat ini, Sri Paus sudah harus pergi. Ketika matahari tepat berada di tengah langit Vatikan kemarin, alunan lagu Magnificant (pujian bagi Maria, bunda Yesus Kristus) mengiringi langkah 12 pria penggotong peti jenazah Sri Paus menuju pekuburan di ruang bawah tanah Basilika St.Petrus. Beristirahatlah dalam damai, Bapa…

Bisnis Indonesia Edisi: 09/04/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: