it’s about all word’s

Rosinu: Think Locally

Posted on: February 22, 2008

Mengutamakan karya buku lokal

Sampai saat ini kebanggaan atas produk bangsa sendiri masih terasa kurang. Kebanyakan orang justru bangga dengan yang serba barat. Hasilnya, karya asli bangsa sendiri banyak yang terpinggirkan.

Hal ini juga terjadi pada hasil karya dalam bentuk buku. Sebagai contoh, orang begitu tergila-gila dengan buku-buku karya penulis luar dengan alasan lebih maju dibandingkan karya penulis dalam negeri.

Tapi, bagi Direktur Trimegah Securities Tbk Rosinu tren tersebut ternyata tidak berlaku karena dia percaya penulis dalam negeri pun punya kualitas yang setara dengan karya penulis barat. “Buku ilmu marketing dalam negeri tidak kalah dengan teori-teori asal barat. Contohnya karya Rhenald Kasali, Tung Desem Waringin dan Hermawan Kertajaya,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Buku lokal, menurut jebolan Universitas Trisakti ini, justru lebih membumi, sehingga lebih aplikatif jika diterapkan di perusahaan di Indonesia dibandingkan teori yang tertuang dalam buku dari luar negeri.

Meskipun begitu, Rosinu setuju kalau buku-buku dari luar juga tetap harus dibaca secara rutin dan diperbaharui terus menerus sebab seperti ilmu marketing termasuk cepat perkembangannya. Sayangnya, karena suka baca Rosinu justru tidak kenal dengan istilah penulis favorit. Bagi dia setiap penulis punya fokus penulisan yang khas dan tidak ditemukan di buku lain.

Selain itu ada kebiasaan yang membuat dia tidak mengkultuskan individu yakni lebih menomor satukan judul dan topik buku dibandingkan nama penulisnya.

“Kalau ingin terus menjadi manusia modern kita harus terus memperbaharui referensi kita. Tapi di sisi yang lain harus ada keseimbangan antara buku duniawi dengan buku keagamaan,” tuturnya.

Saat ini Rosinu memang sedang gandrung baca buku keagamaan yang berisi nasihat untuk mendorong produktifitas di setiap kesempatan. Untuk memenuhi hasrat membacanya yang besar itu, Rosinu pun meluangkan waktunya hampir setiap dua minggu sekali bersama keluarga untuk belanja buku. Sekali belanja dia mengeluarkan uang sekitar Rp500.000 Rp1 juta sehingga tidak heran koleksi bukunya sudah hampir satu lemari penuh.

“Maklum saya dan istri suka baca buku dan kami juga membiasakan anak-anak agar suka baca buku. Kedua anak saya Riva dan Thalia. Tapi yang paling suka baca adalah Riva yang getol buku-buku remaja,” tuturnya.

Edisi: 25/12/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: