it’s about all word’s

Tekuni seni untuk keseimbangan jiwa

Posted on: February 22, 2008

Di tengah kesibukan yang padat dan tingkat stres tinggi yang tiap hari dialami eksekutif, memang diperlukan suasana lain yang dapat meredam emosi. Salah satunya dengan menekuni hobi seni apakah itu musik, melukis atau fotografi.

Miranda Swaray Goeltom atau lebih dikenal dengan Miranda S. Goeltom yang merupakan salah satu Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, memiliki banyak hobi seni yang dengan konsisten dia jalankan di antara kesibukannya di Bank Indonesia. Sigit Pramono, Dirut PT Bank BNI Tbk, aktif dengan hobi fotografi, Elvyn G. Masassya, Direktur Kepatuhan PT Bank Permata Tbk, yang sudah merekam suara emasnya.

Bagi Dirut PT Bank Negara Indonesia Tbk Sigit Pramono, seni fotografi sudah mendarah daging dalam jiwanya. Hobi fotografi tersebut bermula dari kebiasaan memotret di dalam keluarganya.

“Kami sekeluarga kan suka berganti-ganti memotret dan saya mulai tertarik dengan hobi fotografi. Saya pertama kali membeli Kamera Nikon F 501 ketika mendapat uang saku ketika pendidikan treasury management, “ujarnya kepada Bisnis.

Sigit mengaku hobinya yang sudah berjalan lama itu menyita uang yang cukup besar. Keperluan yang mahal itu untuk membeli kamera digital.

“Waktu kuliah saya batasi, saya pernah punya Asahi Pentax 1000. Sekarang saya pakai Nikon F 4 dan FM 2 untuk manual sedangkan untuk digital pakai Nikon D1X terus ada yang terbaru pakai 1 DS Wap 2 berkapasitas 16,7 mega pixel. Ada juga Canon 1 DS untuk keperluan pembesaran foto.”

Dalam menekuni hobinya, Sigit mengaku belajar sendiri. Namun dia juga menyerap banyak ilmu dari pakarnya seperti Aryono Huboyo Jati.

Apakah istrinya tidak protes dengan hobinya yang ternyata membutuhkan dana besar. Dia mengaku istrinya tidak protes dengan hobinya itu. “Saya kan tidak punya hobi untuk main golf dan merokok jadi istri saya tidak bisa protes terhadap hobi saya ini.”

Kecintaan terhadap seni juga menjadi bagian dari hidup Miranda S. Goeltom. Di tengah kesibukannya di BI, Miranda adalah Ketua pengurus harian Nusantara Symphony Orchestra (NSO). Selain itu dia juga tercatat sebagai Ketua Jakarta Oldtown-Kotaku (JOK), suatu perkumpulan masyarakat pecinta bangunan tua. Jabatan lainnya adalah wakil ketua Himpunan Keramik Indonesia dan pelindung Yayasan Seni Rupa Indonesia.

Miranda mengaku hobi seni itu sudah terbentuk sejak dirinya masih kanak-kanak.

Sejak umur 6 tahun dirinya sudah belajar piano di sekolah formal Yayasan Pendidikan Musik yang dulu gedungnya berada di Perwari di Pegangsaaan Tengah.

“Saya harus mengikuti itu dan saya sekolah musik hampir tujuh tahun lebih, selain itu ibu saya suka menyanyi musik klasik,” ujarnya.

Untuk musik Miranda mengakui menyenangi macam-macam musik klasik mulai dari Bach, Mozart dan Beethoven dan yang lain-lain. “Yang lebih ke arah musik-musik romantik,” ujarnya seusai perayaan Natal keluarga besar Bank Indonesia.

Eksekutif lain yang ‘gila’ menyalurkan hobinya di musik adalah Elvyn G. Masassya, Direktur Kepatuhan PT Bank Permata Tbk. Ternyata menyimpan bakat bermusik yang luar biasa. “Sejak 20 tahun lalu, saya sudah biasa menciptakan lagu.”

Kini kumpulan tembang kenangan yang tersimpan rapat itu sudah mencapai 90 lagu. Bahkan pada waktu remaja dia bercita-cita menjadi musisi. “Awalnya sih dari menulis puisi,” tutur putra alm. A.Gani Masassya ini.

Namun hiruk pikuk kegiatan selaku aktivis di Universitas Jayabaya meredupkan minat tersebut. Padahal cita-citanya nyaris terwujud karena saat SLTA di Medan dia pernah meraih juara menciptakan lagu. “Tapi, itu lomba cipta lagu ecek-ecek,” tukasnya sambil tertawa.

Dan cerita pun bergulir, kegiatan rutin sebagai pengamat perbankan dan ‘terjebur’ di Bank Permata menutup rapat kegiatan menyanyinya. “Sebetulnya tidak juga sih, saya masih menjadi penikmat musik yang baik, paling tidak kolektor berbagai album milik orang lain,” jelas penggemar Dian Pramana Putra itu.

Hobi bermusik juga dinikmati oleh Haryono, Direktur Utama Bersih Sehat, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kebugaran. Eksekutif yang satu ini piawai dalam memainkan gitar. Sekali-sekali Haryono bersama beberapa teman tampil bersama untuk memainkan alat musik dan sekali sebagai vokalisnya.

Kemana pun Haryono pergi selalu ditemani musik. Meski pun Haryono menyenangi lagu-lagu lawas, bukan berarti tidak menyenangi kelompok musik anak muda sekarang.

Dinikmati publik

Ternyata hobi seni ini tidak hanya mereka nikmati sendiri. Mereka mulai go public memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat. Baru-baru ini Sigit mengadakan pameran dan melelang hasil karyanya.

Hasil dari lelang tersebut sangat fantastis, mencapai Rp5,5 miliar. Namun Sigit mengaku menyumbangkan semua dana yang didapatkan dari lelang hasil fotonya beberapa waktu lalu untuk kepentingan pendidikan melalui yayasan BNI Anak Negeri. “Kami dapat Rp5,5 miliar yang dijadikan dana abadi pertama untuk yayasan ini.”

Sementara Elvyn pun tidak ketinggalan. Berawal dari pertemuan dengan sejumlah teman musisi termasuk Arie A. Riyanto (putra musisi kondang A. Riyanto), tercetuslah ide untuk membuat album sendiri.

Album Kata Hati bersampul hijau lumut yang memuat 10 lagu pun lahir. Cakram berisi ‘suara emas’ Elvyn yang diproduksi FVR Production dan Arco Studio tersebut bakal masuk ke pasar pertengahan bulan ini. Yang mengagetkan seluruh lagu easy listening tersebut hasil ciptaan Elvyn. Dan dari 10 lagu, dua lagu di antaranya dilantunkan berduet dengan penyanyi cantik Lisa A. Riyanto.

“Ini cetusan kata hati dan sekadar menjaga harmonisasi hidup,” ungkap mantan Komisaris Bank Bali (Mei-November 2002). Karena itu, 10% dari hasil penjualan albumnya bakal disumbangkan ke yayasan sosial.

Demikian juga mantan Komisaris Independen BNI yang kini menjadi anggota DPR komisi XI Drajad Wibowo yang juga hobi musik pada awal tahun depan siap meluncurkan album Beri Kesempatan.

Album pop rock itu berisi kritik-kritik sosial yang cukup tajam, beberapa tembang diantaranya dipersembahkan bagi wartawan dan Tenaga Kerja Indonesia yaitu Bebas dan Balada TKI.

Namun seiring kesibukan, para eksekutif tersebut harus pandai-pandai mengatur waktunya demi hobi tersebut.

“Belum tentu seminggu sekali, tetapi main piano masih sering lah. Yang dimainkan macam-macam ada Mozart tapi ada juga yang mudah-mudah,” ujar Miranda saat ditanyakan berapa kali menjalankan kegemarannya bermain piano.

Begitu juga Haryono mengakui frekuensi untuk main alat musik berkurang. Belakangan dia lebih menikmati pertunjukan musik, terutama musik Abadi Susman dan Yeye Boys yang juga teman lamanya.

Hal yang sama diakui Drajad Wibowo. Dia mengaku dengan musik dirinya tetap dapat memelihara kepekaannya terhadap lingkungan sekitarnya.

“Kepekaan terhadap perasaan orang disekitar kita itu sangat penting sebagai manusia yang sebenarnya.”

Apakah dengan menekuni hobi tersebut mereka ingin berpindah kerja atau menjajaki profesi lain? Ternyata mereka tetap menekuni profesi utamanya sebagai seorang eksekutif. Paling tidak itulah pengakuan Elvyn. “Tidak! Saya tetap ingin menjadi bankir,” tegasnya.

Bisnis Indonesia Edisi: 26/12/2004

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: