it’s about all word’s

Bergulir tanpa mengejar laba

Posted on: February 23, 2008

Judul : Bank Kaum Miskin: Muhammad Yunus
Editor : Ronny Agustinus
Penerbit : Marjin Kiri
Tebal : 269 Halaman

Hampir setahun saya menunggu buku ini, sejak editor buku ini, Ronny mengungkapkan Marjin Kiri sedang menerjemahkan karya pemenang Nobel Perdamaian 2006 yang naskahnya ditulis dalam bahasa Prancis.

Tapi jika diurut lebih ke belakang, sudah 10 tahun saya menunggu agar dapat menikmati secara langsung isi buku berjudul asli Vers un Monde Sans Pauvrete ini.

Sebelumnya, kegilaan pria Bangladesh ini saya anggap sekadar dongeng para pendeta Gereja Katolik tiap kali mereka melakukan penyuluhan tentang kredit mikro credit union (CU) yang dirintis misionaris Indonesia sejak akhir 1970-an.

Meski terasa terlambat jika dilihat dari waktu penerimaan Nobel, sesungguhnya peluncuran buku ini mencuri waktu dengan tepat.

Pertama, saat ini mayoritas perbankan kita lebih mirip rentenir karena lebih suka mencari laba dengan menyimpan likuiditas mereka dalam instrumen Sertifikat Bank Indonesia daripada menyalurkannya ke masyarakat.

Kedua, perbankan Indonesia pantas bangga dengan dipilihnya BRI oleh PBB sebagai laboratorium dunia untuk kredit mikro.

Namun jangan salah, buku setebal 269 halaman ini jauh jika disebut sebagai buku serius yang melulu bicara tentang sistem Grameen Bank. Justru di dua bab pertama Anda akan menemukan sosok Yunus yang puritan sekaligus ndeso.

Sepintas isinya remeh tapi justru dari kedua bab ini Anda akan mengerti proses dialektika dan transformasi Yunus yang kampungan-tapi sukses menggaet perempuan keturunan Rusia-menjadi sosok canggih sekaligus militan.

Bab selanjutnya Anda akan menemukan pola pikir Yunus yang praktis sekaligus modern untuk mengatasi kemiskinan di sekitarnya. Meski untuk itu dia harus melawan sistem perbankan konvensional dalam hal penyaluran kredit.

Simak saat Yunus bergerilya mencari pinjaman di Janata Bank. Perbincangannya dengan beberapa individu disajikan lincah mengalir oleh Alan Jolis. Saat membacanya, seolah-olah sosok Anda sedang menyaksikan kehidupan tokoh yang begitu menarik.

Perjuangan awalnya mencari pinjaman hingga kemudian berinisiatif membuat sistem Grameen Bank disajikan bernas. Ada kesedihan, namun tidak cengeng. Pada beberapa titik malah inspiratif dan membangun sikap optimistis.

Simak perjuangan perempuan-perempuan miskin Bangladesh yang berjuang agar bisa menjadi anggota bank, memperoleh pinjaman, memutarnya lalu mengembalikannya yang tanpa terasa telah mengangkat harkat hidup mereka sendiri.

Uniknya, meski seorang muslim dan memprakarsai Grameen, Yunus justru tak bermain di ranah bank syariah. Dia konsisten dengan ilmu ekonomi barat yang didapatnya di tanah Amerika.

Menarik saat menyimak beragam taktik yang dia terapkan, mulai dari menugasi seorang mahasiswi yang harus bolak-balik sebagai perantara percakapan Yunus dan calon kreditornya.

Hingga saat 25 perempuan yang jadi bahan tertawaan seisi kampung karena dinding tempat mereka berebut mengintip dan menguping tiba-tiba roboh tak kuat menahan berat badan mereka.

Beberapa orang buyar berbalik badan, yang lain ramai cekikikan, sementara sisanya malah langsung mendatangi Yunus dengan antusias membicarakan peluang meminjam uang yang jumlahnya hanya jadi impian mereka.

Meski sulit bahkan dituding praktek Kristenisasi, Grameen berbiak luar biasa. Pada 1972, anggotanya cuma 500 orang, namun pada November 1982 sudah menjadi 28.000 orang.

Jumlah ini terus menanjak sampai tahun 2006, anggotanya sudah berjumlah tujuh juta orang (97% perempuan). Total kredit yang disalurkan US$6 miliar dengan tingkat pengembalian rata-rata 99%.

Deposito dan dana milik Grameen berjumlah 134% dari seluruh pinjaman berjalan. Kini bank yang diawali dengan adu mulut itu telah merambah ke berbagai bisnis lain seperti telekomunikasi dan penyediaan pangan bagi anak-anak. Sebuah buku yang inspiratif!

Bisnis Indonesia Edisi: 29/04/2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: