it’s about all word’s

Kebijaksanaan orang banyak

Posted on: February 23, 2008

Judul : The Wisdom of Crowds
Mengapa Banyak Orang Lebih Baik Daripada Sedikit
Penulis : James Surowiecki
Penerbit : Dian Rakyat, 2007
Tebal : 370 Halaman

Tagline buku yang dialihbahasakan oleh Anastasia Ratna ini menarik, ‘Mengapa banyak orang lebih baik daripada sedikit’ satu terminologi yang tak umum di tengah semakin kencangnya prinsip invidualisme.

Bagi kebanyakan orang, kebijaksanaan merupakan sesuatu yang dicari entah lewat figur seseorang ahli yang menjadi ahli baik karena berpengalaman ataupun karena latar belakang pendidikan yang dimilikinya.

Namun, tidak untuk Surowiecki. Menurut dia, kebijaksanaan bukan merupakan kelompok seorang ahli. Kebijaksanaan bisa berasal dari kelompok atau orang banyak, bahkan ketika mereka terdiri dari beragam keterampilan ataupun kecerdasan.

Bagaimana orang banyak yang ketika dilihat sebagai individu adalah orang biasa, bisa menjadi cerdas ketika mereka berada dalam sebuah kelompok? Kecerdasan kolektif bisa terjadi karena kesalahan beberapa orang akan mengeliminasi kesalahan yang lainnya.

Ketika Anda minta pada kelompok besar yang terdiri dari beragam orang yang mandiri untuk membuat prediksi atau estimasi, lalu estimasi itu dirata-rata, kesalahan masing-masing orang yang menghasilkan jawaban itu akan saling membuang kesalahan orang lain.

Dengan demikian, kebenaran yang terjadi pada dasarnya merupakan kebenaran matematis.

Kendati demikian, tidak sembarangan kondisi kelompok atau orang banyak bisa menghasilkan kebijaksanaan. Kebijaksanaan pada orang banyak baru akan terjadi manakala terpenuhi empat kondisi.

Pertama, adanya keragaman berpendapat, yakni ketika setiap orang memiliki informasi pribadi, meskipun hal tersebut hanyalah berupa penafsiran sederhana atas suatu fakta.

Kedua, adanya kemandirian, yaitu kondisi dimana pendapat seseorang tidak dipengaruhi oleh siapa pun di sekitarnya.

Ketiga, adanya desentralisasi yaitu situasi dimana sesorang mampu melakukan spesialisasi dan menarik kesimpulan dari pengetahuan yang ada.

Keempat, adanya penggabungan yakni mekanisme untuk mengubah penilaian pribadi menjadi keputusan kolektif.

Atasi masalah

Segera setelah keempat kondisi ini terpenuhi, keputusan orang banyak akan menghasilkan kebijaksanaan setidaknya dalam mengatasi masalah kognisi, koordinasi, dan kerja sama.

Surowiecki menyajikan banyak kasus untuk mempertahankan argumennya akan kebijaksanaan orang banyak. Salah satu yang cukup terkenal adalah kasus meledaknya pesawat ruang angkasa Challenger milik NASA.

Dalam kasus tersebut, setidaknya empat perusahaan publik yang penjualan sahamnya terpengaruh a.l. Rockwell International (pembuat pesawat dan mesin utama) sahamnya anjlok 5%, Martin Marietta (pembuat tangki bahan bakar eksternal) sahamnya menurun 3%, dan Morton Thiokol (pembuat roket pendorong berbahan padat) sahamnya anjlok sampai 12%.

Sepintas data tersebut tak bermakna apapun, namun bila ditelusuri tersingkap perusahaan mana yang bertanggung jawab sebagai penyebab kecelakaan tersebut.

Meski sebetulnya tak satu pun investor sebagai individu mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. Tidak juga pihak dari dalam perusahaan yang melakukan perdagangan saham perusahaan sendiri (insider trading).

Namun sebagai sebuah kelompok, dari penurunan harga saham tersebut para investor mampu ‘mengetahui’ bahwa Morotn Thiokol merupakan pihak yang paling bertanggung jawab.

Sebagai sebuah gagasan, karya Surowiecki bisa dikatakan berada di luar kecenderungan umum yang bisa jadi menjadi solusi bagi Indonesia yang sedang mengalami krisis kepemimpinan.
Bisnis Indonesia Edisi: 05/08/2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: