it’s about all word’s

Membedah lintah darat Barat

Posted on: February 23, 2008

Judul buku : Pengakuan Bandit Ekonomi
Penulis : John Perkins
Penerbit : Ufuk Press
Tebal : 465 halaman

Sebuah suara dari perwakilan Ufuk Press di ujung telepon membuat saya tertarik untuk segera membaca buku terjemahan John Perkins terbaru, The Secret History of The American Empire: Economic Hit Men, Jackals and The Truth About Global Corruption.

Memang harus diakui magnet Perkins terlalu kuat bagi saya setelah melahap dua buku terdahulunya, Confessions of an Economic Hit Men dan satu buku kolaborasinya dengan A Game As Old As Empire: The Secret of Economic Hit Men and the Web of Global Corruption.

Sayang baru membuka halaman informasi buku saya sudah menemukan kesalahan pengetikan judul asli buku ini. Jackals ditulis Jakals sementara Global ditulis Golbal.

Sempat terbersit bagaimana jika dalam buku yang dialihbahasakan Wawan Eko Yulianto dan Meda Satrio ini bertebaran kekeliruan serupa. Boleh dibilang buku ini pertaruhan bagi pasangan penyunting Mehdy Zidane dan Bahfein Linovar.

Beruntung skeptisme itu tak terbukti. Justru saya kemudian betul-betul tenggelam oleh sihir Perkins sejak paragraf awal bab pertama. Proses alihbahasanya harus diakui sanggup mengiringi kelincahan tutur bahasa asli penulis yang dibawakan sangat naratif.

Kehidupan metropolitan

Menarik karena bab awal buku ini langsung menapak Jakarta, metropol sesak yang sejak dahulu memang padat sesak dan salah urus karena berbagai sebab politik dan ekonomi.

Tanpa banyak basa-basi Perkins membawa pembaca menyelami kehidupan abu-abu ibu kota.

Yang membuat buku ini menyenangkan, Perkins membawa kisahnya jauh lebih hidup sehingga mengusap imajinasi pembaca. Mengajak membayangkan kondisi Jakarta di awal 1970-an.

Sayang pengelanaan Perkins mendadak harus terhenti dalam perjalanan ke Sulawesi dan langsung melompat pada kekejaman korporasi sepatu Nike pada buruhnya. Perkins masih menelanjangi Indonesia hingga bab 9.

Setelah itu kisah Perkins lebih banyak pada pengelanaan, perenungan akan sintesis dan antitesis teori dan pengalaman yang dia ketahui dan keadaan di tempat-tempat yang di kunjungi. Mulai dari dataran tinggi Nepal hingga tandusnya gurun Afrika. Alur cerita masa kini dan masa lalu saling berhimpitan dan berkejaran.

Meski demikian Perkins mampu menjaga ritme tuturnya dengan baik hingga akhir kisah buku ini.

Meski demikian buku kedua ini memiliki kelemahan dan kelebihan. Bagi yang telah membaca buku pertama tentu akan terasa akrab dengan kisah yang dituturkan Perkins sementara bagi yang belum pernah membaca bisa agak kesulitan mengikuti.

Tapi terdapat benang merah dari seluruh buku Perkins yakni korporasi asing dan negara maju sebagai segerombolan lintah darat yang disembah negara berkembang.

Bisnis Indonesia Edisi: 30/09/2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: