it’s about all word’s

Prabowo Subianto: Cuma kaget

Posted on: February 23, 2008

Masa lalu menyimpan beragam kenangan. Bisa baik, bisa pula buruk. Banyak kesuksesan, tak kurang pula kegagalan. Pendek kata, masa lalu adalah batu pijakan saat ini.

Bagi sebagian orang, masa lalu adalah sebuah kenangan yang dipandang dengan penuh kebanggaan. Sebagian lagi malah ingin mengubur dalam-dalam masa lalu yang begitu pahit.

Awal Ramadan kali ini, satu kisah masa lalu kembali menjadi perdebatan saat mantan Presiden RI BJ Habibie meluncurkan buku Detik-Detik Yang Menentukan, sebuah buku yang mendadak sontak ramai diperbincangkan.

Bukan karena peluncurannya yang berlangsung meriah di hotel megah, tapi karena isinya yang menguak kisah abu-abu aksi Pangkostrad saat itu, Prabowo Subianto pasca tumbangnya Presiden Soeharto.

“Saya perlu melakukan klarifikasi terhadap peristiwa yang terjadi pada 22 Mei 1998 di Istana Negara, khususnya perbincangan saya dengan Habibie yang ada dalam buku tersebut,” kata Prabowo.

Menurut dia, dalam perbincangannya dengan Habibie tersebut tidak ada sikap membentak Presiden seperti yang ditulis Habibie dalam bukunya, karena dia mengaku sangat menghormati sosok Presiden ke-3 RI itu.

“Tidak benar saya marah-marah. Tapi kalau kaget karena dicopot secara tiba-tiba dari jabatan sebagai Pangkostrad tentunya ya! Tapi saya menjalankan perintah tersebut,” ujar mantan Danjen Kopassus itu.

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2004-2009 ini berharap Habibie bersedia merevisi isi buku tersebut sebagai bagian dari pelurusan sejarah. Hal itu perlu dilakukan agar tidak timbul kesan bahwa dia telah berkhianat dan melakukan makar atau apapun yang berkonotasi negatif.

Putra ekonom Sumitro Djojohadikusumo itu menegaskan bahwa pelurusan sejarah itu perlu dilakukan agar tidak timbul kesan bahwa sosok dirinya telah berkhianat dan melakukan makar atau hal-hal yang berkonotasi negatif.

Sedangkan mengenai pengerahan pasukan yang mengepung kawasan Kuningan dan Monas, dia menegaskan semua pengerahan pasukan ada di bawah kendali Komando Operasi Pangdam Jaya Mayjen Sjafrie Syamsudin.

Terserah masyarakat

Mengenai pertemuan dengan Habibie pascapeluncuran buku Detik-Detik Yang Menentukan, dia mengatakan bahwa dirinya telah menghubungi Habibie untuk minta waktu bertemu namun hingga saat ini belum ada jawaban.

Bagaimana jika pertemuan tidak terjadi? “Saya akan bikin buku. Soal siapa yang benar atau salah kami serahkan kepada masyarakat untuk menilai. Masyarakat sudah cukup cerdas tentang hal itu!”

Reputasi alumnus Akabri Magelang (1974) ini memang tak salah jika disebut bak meteor. Melejit, tapi justru tersungkur cepat. Akhir kariernya menjadi ironi. Prabowo hanya dua bulan memangku jabatan Pangkostrad.

Bahkan, publik seolah tergiring pada kesan serba negatif yang memojokkan sang jenderal. Mulai dari tuduhan sebagai dalang serangkaian aksi penculikan para aktivis, penembakan mahasiswa Trisakti, penyulut kerusuhan Mei 1998, hingga menerabas intrik di kalangan elite ABRI.

Bisa jadi jika nanti buku Prabowo terbit, publik akan dikejutkan oleh sejarah yang berdiri di atas persepsi masing-masing pribadi. Kita tunggu saja.

Bisnis Indonesia Edisi: 08/10/2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: