it’s about all word’s

Timur dan Barat berbagi pengetahuan

Posted on: February 23, 2008

Judul : 18 Jurus Sakti Dewa Mabuk Membangun Bisnis 25 Tahun Perjalanan Es Teler 77
Penulis : Sukyatno Nugroho
Penerbit : PT Elex Media Komputindo, Mei 2007
Tebal : 172 Halaman

Judul : The Starbucks Experience
Penulis : Joseph A Michelli
Penerbit : Erlangga, Mei 2007
Tebal : 239 Halaman

Timur dan Barat adalah perdebatan yang tak ada habisnya. Namun, keduanya jika ditempatkan secara arif akan menjadi kekuatan yang saling melengkapi dan kukuh.

Pekan ini Bisnis mendapat dua buku waralaba yang dilahirkan dari kultur Timur dan Barat. Lahir dari atmosfer berbeda namun memiliki muara yang sama.

Buku pertama 18 Jurus Sakti Dewa Mabuk dikisahkan dengan unik, sebuah referensi bisnis dengan gaya cerita silat. Bahkan saat peluncurannya Sukyatno Nugroho, penulis buku itu, berdandan bak dewa mabuk lengkap dengan tempat araknya.

Sementara itu, Starbucks Experience bermain di ranah yang lebih eksklusif. Warung kopi ini adalah sudah menjadi satu referensi gaul ngobrol, ngegosip sembari ngopi berkelas bagi komunitas urban Jakarta.

Es teler diciptakan bapak mertua Sukyatno, pedagang gerobak es campur, di Jalan Semarang, Jakarta Pusat pada 1980-an. Setelah ibu mertua Murniati Widjaja menjuarai lomba es teler nasional pada 1982, usaha tersebut oleh Sukyatno diberi merek Es Teler 77 Juara Indonesia.

Lewat buku ini Sukyatno melempar pesan yang gamblang yaitu kerja keras, kreatif, mau mendengar pelanggan dan mitra hingga tentu saja niat baik untuk mengangkat harkat ekonomi bangsa.

Dalam Starbucks Experience, pendiri Starbucks, Howard Schultz, berhasil mengangkat gerai kopi ke level yang khusus dari sekadar visi menggabungkan biji kopi berkualitas dengan keindahan dan keromantisan gerai-gerai kopi di Eropa.

Penulis buku ini berhasil membagikan budaya ngopi waralaba internasional ini bagi para pembacanya termasuk lima prinsip Starbucks untuk menjadikan kedai kopi yang fenomenal dalam bisnis ritel.

Kelima prinsip tersebut disajikan dalam gaya bahasa yang ringan, sederhana, dengan disertai contoh nyata yang pernah terjadi. Kelima prinsip tersebut a.l. lakukan dengan cara Anda, semuanya penting, surprise and delight, terbuka terhadap kritik, dan leave your mark.

Lakukan dengan cara Anda berarti menciptakan model unik yang mendorong mitra untuk menuangkan energi kreatif dan dedikasi mereka pada semua yang mereka lakukan.

Semuanya Penting. Sebagian kesuksesan Starbucks terkait kemampuan luar biasa mitra dalam memperhatikan detail terkecil yang sangat penting bagi konsumen.

Terbuka terhadap kritik berarti melibatkan keahlian membuat bisnis dan mitra mampu menciptakan peluang bisnis dan hubungan baik saat dihadapkan pada keraguan, gangguan, atau kecurigaan.

Meski berangkat dengan level dan tempat yang berbeda kedua buku waralaba ini kompak dalam beberapa hal yaitu bukan buku yang berat karena dijubeli teori-teori atau praktik-praktik manajemen yang sulit untuk diterapkan sehingga menginspirasi pembacanya.
Bisnis Indonesia Edisi: 10/06/2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: