it’s about all word’s

Bengt Thornberg: Lovely Indonesia

Posted on: February 26, 2008

Indonesia rumah kedua

Ramah, kesan pertama saat bertemu bos PT Ericsson Indonesia Bengt Thornberg di kantornya. Selain senyumnya yang tulus, dia cukup mengerti dan fasih mengucapkan beberapa kata dalam bahasa Indonesia.

Nampaknya kesukaannya jalan-jalan ke kampong-julukannya bagi tempat yang letaknya di luar kota besar– dan kegemarannya menyantap masakan Padang membuatnya cepat akrab dengan negara ini.

“Saya berasal dari sebuah kota terbesar kedua di Swedia bernama Gotenberg, Swedia Barat. Ayah saya petani dan peternak. Ibu saya guru. Karena kami tinggal di kota kecil, satu sama lain sangat akrab,” kenang Bengt.

Sang ayah dengan kesederhanaannya mengajarkan kepada Bengt agar jangan pernah lari dari kesulitan. Kesulitan harus dipecahkan, harus dicari jalan keluarnya. Karena semua masalah pasti ada jalan keluarnya.

Di sela-sela tugasnya di Angkatan Udara Swedia, pada 1996 Bengt memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Universitas Lund and Kristianstad mengambil jurusan Administrasi Bisnis Internasional, Keuangan, dan Ekonomi.

Ketika lulus 1998 dengan gelar Bachelor of Science (B.Sc.), dia justru memilih untuk meniti karier baru di dunia bisnis telekomunikasi dengan bergabung sebagai Technical Marketing Manager di Ericsson Microwave Systems Swedia.

“Bagi saya periode 10 tahun kehidupan itu harus ada perubahan. Saya rasa pilihan saya tepat. Saya bangga dengan langkah yang sudah saya lakukan ini,” tutur pria yang fasih berbahasa Swedia, Inggris, Jerman, bisa berbahasa Prancis, dan mengerti bahasa Indonesia sedikit.

Di Ericsson Microwave Systems, dia bertanggung jawab untuk memasarkan produk solusi jaringan transmisi dan transportasi ke seluruh Swedia.

Perkenalannya dengan Asia dimulai ketika dia ditugaskan dan ditinggatkan peranannya sebagai Manajer Bisnis (Business Manager) di Unit Bisnis Jaringan Transmission dan Transmission (Business Unit Transmission and Transportation Networks – BTTN) dimana dia mengambil peranan mengawasi area Asia Pasifik.

Dia kemudian dipindahkan ke Kuala Lumpur untuk lebih berkonsentrasi pada perkembangan bisnis dalam kawasan dan memimpin BTTN untuk unit pemasaran Asia Pasifik.

Bagi perusahaan Swedia itu, Indonesia yang sudah digeluti 100 tahun selalu menjadi fokus area karena menjadi salah satu pasar yang paling tinggi tingkat pertumbuhannya di Asia Pasifik.

“Infrastruktur bisnis telekomunikasi di Indonesia lengkap, dari 2G, 2,5G hingga 3G ada. Tidak seperti di Bangladesh, di sana pekerjaan kami hanya mendirikan tiang antena,” kata Bengt tertawa.

Mimpinya tak lama terjawab. Pada 2004 dia ditugaskan ke Indonesia sebagai wakil presiden untuk mengurus salah satu pelanggan penting Ericsson Indonesia dan secara aktif mendorong penjualan dan memimpin implementasi proyek.

Puncaknya saat dia diangkat untuk menggantikan komandan Ericsson Indonesia Mats Bosrup yang pindah ke Ericsson Israel.

Biasakan berbahasa

Bagi beberapa bule, Indonesia adalah suatu tempat yang menyeramkan karena citra ketidakamanan yang sempat tercipta setelah kerusuhan Mei 1998 dan beberapa teror bom. Namun tidak bagi keluarga Bengt.

“Keluarga kami dan saya sangat menikmati Indonesia. Kaya dengan budaya dan kehangatan orang-orangnya. Di rumah kami membiasakan untuk berbincang dengan bahasa Indonesia. Putra pertama kami malah fasih berbahasa Indonesia,” tutur dia.

Sembari bercerita tentang keluarganya, dia melangkah ke meja kerjanya mengambil sebingkai foto. “Nah ini keluarga saya!”

Keunikan Indonesia yang menurut dia menarik adalah keberagaman etnisnya yang hampir serupa dengan kondisi masyarakat Swedia. “Seperti Anda orang Jawa, Madura atau saya yang Batak.”

Swedia memiliki penduduk asli suku Sami yang hidup berdampingan dengan suku pendatang seperti suku Finn, Irak, Iran, Yugoslavia, dan Palestina serta orang-orang Amerika Serikat.

Dari sejumlah tempat di Indonesia, dia mengaku sangat menyukai Bali karena suasananya yang ramah dan santai, termasuk pantai-pantainya. Setelah berkunjung berkali-kali, dia makin menemukan Pulau Dewata dengan atmosfer yang sangat berbeda dibandingkan tempat-tempat lain.

Secara tak langsung pantai-pantai di Bali mengingatkannya dengan Kota Gotenberg di pantai barat Swedia. Gotenberg adalah kota tempat tinggal Bengt dan Cecilia setelah dia bergabung dengan Ericsson Microwave Systems. Pantainya tenang, lebar, dan panjang. serupa dengan pantai Canggu atau Kuta.

“Selain Bali saya sudah pernah ke tempat-tempat lain. Namun saya paling suka Bali sebab mudah mencapainya. Pekerjaan saya membuat saya tidak cukup mudah berkeliling ke kampong,” tuturnya.

Meski suka dengan Indonesia, tetap saja ada sesuatu yang tidak disukai Bengt yakni kemacetan dan pola pembangunan kota yang terkesan seperti tidak ada perencanaan.

“Kalau di Malaysia jalan dibangun dulu baru mendirikan mal. Sementara di sini mal dibangun, jalan tetap saja seperti itu. Dimana-mana macet,” tutur dia.

Jika sudah sumpek dengan Jakarta, dia memilih kabur ke Bogor atau Puncak yang lebih tenang dengan suhu dan udara yang jauh lebih segar. Demi mengenang suasana kedua tempat itu, dia bahkan memiliki nada dering suling lagu Sunda yang mendayu-dayu.

Saat luang dia memilih untuk menghabiskan waktunya dengan bermain golf. Dia mengaku tak terlalu jago memainkannya tapi suka dengan falsafah yang terkandung dalam olah raga itu.

Turun naik gelombang kehidupan sudah dan akan terus dijalani, beberapa persimpangan dengan pilihan sulit dijalaninya. Jika dia dilahirkan kembali, dia ingin menjadi dirinya sendiri, sebagai pilihan terbaik.

BIODATA
Nama : Bengt Thornberg
Tempat/tgl lahir: Swedia, 29 September 1968
Status: Menikah dengan Cecilia, memiliki tiga anak.
Hobi : Traveling, golf, dan renang
Pendidikan:
1998: Bachelor of Science bidang Administrasi Bisnis Internasional, Keuangan, dan Ekonomi dari Universitas Lund and Kristianstad, Swedia
1997:Kapten di Swedish Air Force Staff School
1990 -1993 :Swedish Air Force Staff School
Riwayat pekerjaan:
Juli 2006 – sekarangPresident Director Ericsson Indonesia
April 2004 – Juli 2006: Vice-President Ericsson Indonesia
April 2003- Juni 2004:General Manager Ericsson Malaysia
2001 – 2002: Business Manager Ericsson Swedia
1999 – 2000: Technical Marketing Manager Ericsson Microwave Systems Swedia
1996 – 1998: Kepala Pengawasan Angkatan Udara Swedia
1990 – 1998: Officer Angkatan Udara Swedia

Bisnis Indonesia Edisi: 04/02/2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: