it’s about all word’s

YouTube, iseng yang menggebrak

Posted on: February 26, 2008

Pekan ini, ajang World Economic Forum di Davos, Swiss, menjadi satu gelaran yang disorot banyak mata pebisnis di mana pun. Namun ada satu kejutan terkait diundangnya penggagas situs video klip gratis YouTube.

Chad Hurley dan Steve Chen dipercaya untuk berbicara dalam sesi diskusi The Impact of Web 2.0 and Emerging Social Network Models.

Selain mereka ada nama-nama top a.l. Managing Editor Majalah Forbes Dennis Kneale, bos Microsoft Corporation Bill Gates, pendiri Flickr Caterina Fake, pemilik Nike Mark G. Parker.

Menarik dan mengejutkan mengingat YouTube adalah perusahaan yang pada Februari mendatang baru berusia dua tahun, namun sudah berhasil mencatatkan transaksi senilai US$1,65 miliar saat diakuisisi Google Inc, Oktober 2006.

YouTube termasuk unik karena lahir serupa dengan para tokoh industri teknologi informasi a.l. bos mesin pencari Google (Larry Page dan Sergey Brin), Microsoft (Paul Allen dan Bill Gates), Apple (Steve Jobs dan Steve Wozniak)

Kelahirannya bukan di sebuah pusat penelitian namun di sebuah garasi yang disewa murah oleh tiga mahasiswa iseng yaitu Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim yang kerja paruh waktu kerja di e-Bay lalu ke PayPal.

Hurley kuliah ilmu desain di Indiana University of Pennsylvania sedangkan Chen dan Karim belajar ilmu komputer di University of Illinois at Urbana-Champaign.

Ketiganya mengembangkan web tempat semua orang yang ingin memamerkan video klip karya mereka dengan teknologi Adobe Flash. Meski domain YouTube rilis Februari 2005, namun baru tiga bulan kemudian YouTube beroperasi.

Video pertama yang disimpan YouTube adalah milik Jawed Karim, dengan judul Me at The Zoo, tertulis 23 April 2005, saat YouTube diluncurkan.

Seiring tren informasi yang bersifat timbal balik dalam artian pembaca atau konsumen bisa ikut memberikan masukan bahkan memberikan produksi bagi sesuatu yang mereka nikmati, YouTube seperti halnya Friendster melesat kencang.

Terus tumbuh

Hanya butuh enam bulan, sebuah badan permodalan ventura Sequoia Capital menyuntikkan dana senilai US$3,5 juta. Kondisi makin serius saat pendiri dan pemilik PayPal Roelof Botha terlibat.

Sequoia yang melihat populasi pasar YouTube makin membengkak luar biasa kembali menyuntikkan modal senilai US$8 juta pada April 2006. Investasi itu tak keliru, YouTube menjadi web site paling cepat pertumbuhannya selama musim panas 2006.

Menurut situs Alexa.com, YouTube menempati posisi kelima situs yang paling sering dikunjungi. Juli tahun lalu tercatat seharinya 100 juta video klip dilihat di YouTube dan tak kurang 65.000 video baru di upload.

Lembaga survei Nielsen/ NetRatings mencatat dalam sebulan YouTube dikunjungi lebih dari 20 juta pengunjung. 44% perempuan dan 56% pria dengan umur antara 12-17 tahun.

Melihat ini jaringan berita NBC hingga CBS pun tertarik bekerja sama, selain media berita raksasa industri musik pun tergiur yakni Warner Music Group dan EMI. Namun akhirnya Warner yang teken kontrak pada September 2006.

Sementara CBS, Universal Music Group dan Sony BMG Music Entertainment bekerja sama dalam hal pemasaran dan promosi melalui YouTube.

Melihat ini, perusahaan raksasa mesin pencari Google Inc mengumumkan akuisisi senilai US$1,65 miliarnya. Meski YouTube tergadaikan, situs ini tetap dikerjakan secara independen.

Melejit kencang bak meteor bukan berarti YouTube melenggang tanpa halangan. Segudang rongrongan pun menghadang terutama soal hak cipta, ketiadaan sensor terhadap tayangan yang mengandung unsur sadistis dan seks.

Belum lagi masalah alamat situs (domain) YouTube yang mirip-mirip dengan situs milik Universal Tube and Rollerform Equipment Corp yakni utube.com. Gara-gara kebanjiran pengunjung nyasar, situs utube sering ngadat.

Akhirnya di awal November 2006, Universal Tube yang berbasis Perrysburg, Ohio memasukkan gugatan pada pengadilan federal agar alamat youtube.com menjadi miliki mereka.

Meski demikian hukum pasar lah yang berbicara, YouTube sudah menjadi candu bagi pengunjungnya beberapa artis yang sebelumnya bukan apa-apa di mata perusahaan rekaman major label sontak terkenal berkat promosi gratis ini.

Artis-artis tersebut a.l Barats and Bereta, BowieChick, Brooke Brodack (Brookers). Chan Yuet Tung alias the Bus Uncle, Erik Mongrain, Geriatric1927, GiR2007, Jeong-Hyun Lim alias Funtwo, Juan Mann, Liam Kyle Sullivan, LisaNova, lonelygirl15, Noah Kalina, Olde English dan smosh.

Melihat fenomena ini Google pun optimistis, pertaruhan uang mereka bakal menghasilkan lebih banyak duit. Diperkirakan dalam sebulan penghasilan Google dari YouTube bakal mendapat sumbangan tak kurang dari US$1 juta.

Fenomena YouTube tentu sebuah kejutan pasca kolapsnya industri dotcom di penghujung millenium. Sebuah industri yang lahir dari keisengan namun memberikan banyak kenikmatan finansial. Siapa menyusul?

Bisnis Indonesia Edisi: 31/01/2007

1 Response to "YouTube, iseng yang menggebrak"

[…] Hack In The Box :: Keeping Knowledge Free wrote an interesting post today on YouTube, iseng yang menggebrakHere’s a quick excerptNamun ada satu kejutan terkait diundangnya penggagas situs video klip gratis YouTube. Chad Hurley dan Steve Chen dipercaya untuk berbicara… […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: