it’s about all word’s

Advokasi kondom perempuan

Posted on: February 29, 2008

Perbincangan soal kondom di Indonesia kembali ramai setelah kemunculan kondom perempuan. Ramai karena tingginya keingintahuan masyarakat dan lagi-lagi adanya resistensi.

Satu sosok di balik ramainya kondom perempuan adalah Ruddy Gobel, mantan koordinator Komunikasi dan Advokasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional dan pengajar di London School of Public Relations, Jakarta.

Menurut Ruddy, gagasan kondom perempuan atau female control method adalah untuk memberikan alternatif bagi pencegahan HIV/AIDS yang sejak lama telah tersedia, yaitu kondom pria.

Secara kasat mata banyak hal yang menggembirakan dari sosialisasi kondom pria. Hal ini terlihat dari terjadinya peningkatan kesadaran, jumlah penjualan kondom pria yang meningkat, serta daya jangkau ke tempat-tempat berisiko.

“Akan tetapi itu semua belum cukup karena kita masih menyaksikan pertumbuhan kasus yang terus meningkat, terutama dari hubungan seks,” ujar pria jebolan Fakultas Ekonomi UI itu.

Salah satu kendala kenapa kondom pria belum cukup adalah enggannya pria menggunakan kondom secara konsisten, apalagi dengan pasangan resminya seperti istri.

Nah, gagasan kondom perempuan adalah untuk memberikan kontrol kepada perempuan untuk menentukan tingkat risiko dalam berhubungan seks, yang selama ini didominasi oleh pria.

Tak kenal maka tak sayang. Untuk mengakrabkan kondom perempuan KPA Nasional dan organisasi mitra seperti Family Health International/ Aksi Stop Aids (FHI/ASA) ataupun DKT Indonesia telah melakukan banyak cara.

Mulai dari sosialisai untuk menciptakan kesadaran, advokasi dan program penjangkauan langsung dengan memberikan pelatihan bagaimana menggunakan kondom perempuan.

“Semua strategi tersebut tentu harus diuji, tetapi sejauh ini respons yang diterima, sepengetahuan saya, cukup baik. Tapi terlepas dari strategi, sebetulnya sosialisasi kondom perempuan juga adalah untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam kesehatan reproduksi,” tutur Ruddy.

Menurut dia, yang harus disentuh adalah bahwa perempuan juga memiliki hak untuk menjamin perlindungan atas risiko penularan tanpa harus tergantung pada pasangannya.

Bisnis Indonesia Edisi: 25/11/2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: