it’s about all word’s

Manusia sintetis bukan isapan jempol

Posted on: February 29, 2008

Manusia melalui peradabannya memang tidak pernah puas dengan apa yang telah mereka hasilkan. Kini, makhluk berakal budi-yang sanggup menciptakan hal-hal yang luar biasa-itu bergegas menyamai pencipta-Nya yaitu mencipta manusia.

Kekhawatiran ini semakin mengeras sejak dekade terakhir. Dimulai ketika keberhasilan kloning pada hewan tingkat tinggi oleh tim peneliti Institut Roslin di Skotlandia, yang dipimpin Ian Wilmut.

Domba Dolly memang berhasil dilahirkan dan tumbuh dewasa, tetapi kenyataannya tak punya daya tahan hidup seperti domba normal. Domba yang baru berusia enam tahun itu akhirnya harus disuntik mati akibat penyakit paru-parunya pada 2003.

Isu kloning tetap panas ketik Profesor John Gearhart, ahli kandungan Universitas John Hopkins, dalam konvensi internasional mengenai biologi perkembangan di Utah, AS, pada 12 Juli 1997, melaporkan telah berhasil membiakkan sel ES manusia berumur tujuh bulan.

Setahun kemudian teknologi sel ES manusia disempurnakan James Thomson dari Universitas Wisconsin dan dipublikasikan di jurnal Science edisi 6 November. Teknologi keduanya ditentang karena untuk mendapatkannya butuh mematikan embrio manusia.

Hanya berselang tiga tahun para peneliti Advanced Cell Technology mengumumkan telah mengkloning embrio manusia lengkap yang saat itu telah berusia dua bulan dalam kandungan seorang manusia.

Jika dihitung saat klaim tersebut disampaikan oleh peneliti Severino Antinori, spesialis kandungan dari Roma pada pertemuan di Akademi Sains Nasional, Washington, pada Juli 2001, artinya manusia hasil kloning itu telah menjadi balita.

Severino bersama koleganya Panos Zavos dari Universitas Kentucky, AS, mengklaim telah mencoba mentransfer inti sel atau nuclear transfer (NT), teknologi yang digunakan untuk kloning pada delapan pasangan dari Inggris.

Para ilmuwan pun panas. Pasalnya paten teknologi NT diperuntukkan guna mempertahankan varietas unggul hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, kerbau dan babi.

Ditentang

Sementara itu, kaum agamawan menentang kloning manusia karena dari prosesnya saja kloning adalah istilah untuk sekelompok makhluk hidup yang dilahirkan tanpa proses seksual dari satu induk.

Lama tak terdengar, pada 2006 giliran ilmuwan Korsel Lee Byung-Chun dan Hwang Woo-Suk menghasilkan anjing klon jenis Afghan Hound. Keduanya memakai teknik klon telur yang telah dibuahi dengan nukleus telur dari Afghan Hound betina ke ovum. Untuk penemuan itu keduanya dipecat dari tempatnya bekerja.

Apakah dengan tindakan tegas aksi klon manusa berhenti? Tidak. Justru kurang dari delapan bulan giliran Profesor Karim Nayernia dari Jerman berhasil menciptakan sel sperma belum matang dari sampel sumsum tulang manusia.

Sel tersebut bisa dibuat menjadi sperma yang berkembang penuh untuk membuahi sel telur perempuan. Para ilmuwan menggunakan proses teknologi sel induk sehingga sel tunas dari sumsum tulang yang seharusnya berkembang menjadi beragam jenis sel dalam jaringan otot justru berkembang menjadi semacam sel spermatagonial yang ditemukan di testis, yang biasanya kemudian berubah menjadi sel sperma matang.

Seperti mendapat angin, bulan ini dunia kembali dikejutkan setelah para ilmuwan Oregon menyatakan berhasil mengkloning embrio kera dan mengekstraknya dalam sel induk, yang sangat potensial untuk penelitian kloning pada manusia.

Seperti dikutip dari USA Today, para ilmuwan Oregon itu telah mencoba selama beberapa tahun untuk mengkloning embrio kera dan mengekstraksinya menjadi sel induk karena kera dianggap paling mendekati seperti manusia.

Kesuksesan ini dilaporkan oleh ilmuwan Australia Soukhrat Mitalipov dari Pusat Penelitian Primata Nasional Oregon di Portland.

Menurut ilmuwan Universitas Negeri Michigan, Jose Cibelli dalam kloning memperoleh sel induk, DNA dari binatang dewasa dimasukkan untuk membuahi sel telur.

Sel telur itu kemudian tumbuh menjadi embrio dari sel induk yang sudah diekstraksi. Sel induk dan jaringan otot yang tumbuh dari proses ini akan menjadi kecocokan genetik dengan sumber DNA.

Tampaknya moralitas, etika dan nafsu penemuan iptek kini tengah mendapat ujian terberat akibat gerakan kloning manusia. Tunggu saja!

Bisnis Indonesia Edisi: 25/11/2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: