it’s about all word’s

Industri tumbuh, Bumi bergolak

Posted on: March 1, 2008

Bumi kini tengah bergolak. Alam secara alami mencari kesimbangan terhadap perubahan yang sedang terjadi. Peningkatan kadar CO2 menyebabkan pemanasan global memengaruhi planet kita.

Dari penelitian lapisan es di Benua Antartika diketahui saat ini kadar karbondioksida (CO2) di atmosfer Bumi lebih tinggi dalam 650.000 tahun terakhir sehingga melelehkan es di wilayah beku kutub Bumi.

Meningkatnya air tawar hasil pelelehan daratan es di Kutub Selatan menyebabkan naiknya permukaan air laut dan menurunkan salinitas laut. Terjadilah perubahan iklim secara ekstrem mulai dari sering terjadi hujan salah musim dan badai semakin besar.

Hal ini didukung Ekspedisi Ilmiah Kelautan Indonesia-China 2007 yang berlangsung 12-19 November 2007. Ditemukan fakta di Samudera Hindia kini mengalami El Nino semu.

Fenomena ini juga dikenal sebagai El Nino Modoki yang mengakibatkan wilayah Indonesia bagian utara banjir, sedangkan selatan kekeringan. Diduga ini terjadi karena pelelehan es dari Kutub Selatan yang mengalir dan mendinginkan wilayah Samudera Hindia bagian timur yang dimulai dari arah tenggara benua Australia.

Hal ini menyebabkan massa uap air kering dari Samudra Hindia yang bergerak ke arah barat dengan melintasi sebagian wilayah Indonesia di bagian selatan. Fenomena ini dikenal sebagai Indian Ocean Dipole (IOD) yang terakhir kali muncul 40 tahun lalu.

Kerugian ekonomi

Fenomena ini menyebabkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit. Mantan Ketua Ahli Ekonomi Bank Dunia, Sir Nicholas Stern menghitung, jika pemerintahan di seluruh dunia tidak melakukan tindakan untuk mencegah pemanasan global maka kerugian dalam satu dekade ke depan bisa mencapai US$7 triliun (Rp63.000 triliun).

Pria yang bekerja untuk Chancellor of the Exhequer Gordon Brown, London itu menegaskan pengingkatan kerja sama internasional dalam upaya mencegah dampak lebih buruk dari pemanasan global ini.

Penggunaan bahan bakar dari fosil, terutama batu bara, sebagai sumber energi dinilai sebagai penyumbang terbesar emisi karbon di udara yang menyebabkan efek rumah kaca dan pemanasan global.

Langkah mengurangi emisi rumah kaca sudah dituangkan dalam Protokol Kyoto yang kemudian menghasilkan Clean Development Mechanism (CDM) yang berisi penanganan pemanasan global secara berkelanjutan.

Dalam CDM disebutkan negara maju harus mengurangi emisi gas rumah kaca 5,2% terhadap emisi pada 1990. Hal itu dapat melalui pembelian energi bersih dari negara berkembang yang proyeknya dibangun setelah tahun 2000.

Sementara itu, negara berkembang yang mampu menurunkan GRK akan mendapat kompensasi negara maju setelah meratifikasi Protokol Kyoto.

Negara berkembang bisa menerapkan dana CDM untuk mengembangkan pembangkit skala kecil yang kurang menguntungkan akibat nilai investasi pembangkit sangat tinggi dan khususnya pengembangan energi panas bumi berkelanjutan.

Sayangnya, tidak semua negara maju berpendapat sama, seperti Amerika, Australia, Turki yang tidak mau menandatangani konvensi itu.

Hasilnya menurut data Badan kerjasama PBB untuk konvensi perubahan iklim menyebutkan Turki menjadi negara paling menghasilkan emisi dengan 74,4 %, Australia 25,6 %, dan AS paling rendah dengan 16,3%.

Namun, Amerika tetap menjadi negara penghasil emisi terbesar di dunia dengan 7,24 miliar ton/tahun. Sementara Uni Eropa hanya 4,19 miliar ton/tahun sementara Rusia hanya 2,13 miliar ton/tahun.

Uniknya negara-negara Eropa Timur seperti Latvia, Ukraina, Lithuania, Estonia, Bulgaria dan Rumania menjadi negara yang paling banyak melakukan pengurangan emisi. Latvia adalah negara yang paling berhasil mengurangi emisi hingga 58,9%.

Bisnis Indonesia Edisi: 18/11/2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: