it’s about all word’s

Irmawan Poedjoadi: From wheel to deal

Posted on: March 1, 2008

Dari Nissan ke Ferrari

Pada dasarnya manusia diciptakan sebagai makhluk yang suka bermain dan teknologi otomotif sangat mendukung hal tersebut. Namun bagi sebagian pihak, ngebut pun bisa menjadi bagian dari jalan hidup.
Salah satunya adalah mantan pembalap touring Irmawan Poedjoadi yang kemudian menjadi Presiden Direktur PT Citra Langgeng Otomotif (CLO) yang menjadi importir umum (IU) kendaraan sport terkemuka dunia merek Ferrari dan Maserati, sejak 2000-an.

“Saya mempunyai mobil kenangan adalah Nissan Triple S. Mobil tersebut saya pakai untuk balap dan reli semasa muda. Mobil itu pula memberikan kemenangan pertama di sirkuit balap yang saat itu masih berada di Ancol,” ujar dia.

Mobil yang aslinya sudah kecang pada saat itu di tune-up oleh tim Nissan Indonesia pimpinan Soleh dari bengkel Sigma. Bersama mobil itu, dia telah beberapa kali menjadi juara dalam adu kencang tersebut.

Hidup Irmawan atau biasa disapa Wawan memang tak jauh-jauh dari deru mesin dan derit ban. Sebelum menangani CLO, dia sempat menjadi Presiden Direktur PT Impreza Perdana, jaringan distribusi kendaraan yang dipasarkan di bawah bendera GM AutoWorld (Subaru, Chevrolet dan Opel).

Soal Subaru siapa sih yang tak kenal mobil kencang Subaru Impreza WRX. Tak perlu ditanya Wawan tentu sudah kencang ngebut dengan mobil dengan mesin luar biasa berkat mesin boxer-nya.

Kini setelah menjadi bos CLO, Wawan beralih ngebut dengan Ferrari yang diakuinya hanya dipergunakan pada saat acara tertentu saja separti salah satunya FOCI gathering atau konvoi dan track day.

Salah satu alasannya, lanjut Kepala Editor Majalah Autocar itu, sampai saat ini dia belum punya Ferrari secara pribadi. “Saya hanya mendapat fasilitas menggunakan Ferrari dari perusahaan untuk acara perusahaan.”

Tunggangan Wawan adalah jenis Ferrari F360 Modena Spider 2005 factory set up yang pernah dijajalnya di jalan tol Cipularang dengan puncak kecepatan yang hanya disebut dia ‘cukup kencang’.

Dia pun pernah mencicipi sirkuit Fiorano, Italia, yang merupakan fasilitas pabrikan Italia itu dengan Ferrari F430 Spider hingga kecepatan 275 km/jam.

“Itu pun saya rasa bisa lebih kencang lagi, tetapi saya sudah tidak punya keberanian lagi untuk bisa membawa mobil lebih cepat lagi,” tutur Wawan merendah.

Pasalnya Bisnis sempat mendapat bisikan dari salah satu orang dekat Wawan. Kabarnya sebelum menjajal sirkuit Fiorano, Wawan sebetulnya sudah pernah ngebut dengan mobil serupa di jalan tol Jagorawi dengan kecepatan hingga 280 km/jam.

Bisnis Indonesia Edisi: 22/04/2007

1 Response to "Irmawan Poedjoadi: From wheel to deal"

Mas, saya sahala dr majalah tempo.. Mas ada kontak Pak Wawan gak? saya juga ada tugas nih untuk nulis ttg ferrari dam maserati.
bisa minta tlg ya mas..

thx a lot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: