it’s about all word’s

Murniwati Harahap: Mangrove ladies

Posted on: March 1, 2008

Dedikasi menahan abrasi laut

Tanpa mempunyai alasan khusus terhadap apa yang sudah dilakukannya selama ini, Murniwati Harahap kini dikenal sebagai perempuan yang memiliki dedikasi tinggi terhadap lingkungan hutan bakau di Indonesia.

Sosok yang akrab disapa Murni ini dianggap telah memberi banyak kontribusi positif di daerah pesisir Kota Jakarta karena keberadaan hutan bakau (mangrove) miliknya seluas 99,8 hektare.

Berafiliasi dengan Masyarakat Jakarta Peduli Mangrove (JakMangrove), kawasan yang diberi nama Taman Wisata Alam Angke Kapuk itu diakui keberadaannya sebagai satu-satunya kawasan rehabilitasi hutan mangrove dan kegiatan pariwisata alam (ecotourism) di pesisir Kota Jakarta.

“Ini diawali dengan idealisme kampungan saya di era 1998 yang ingin agar tanaman bakau tetap ada. Kala itu belum gencar isu global warming atau kampanye lingkungan lainnya seperti saat ini,” ujar Murni.

Dari idealisme yang dianggapnya kampungan itu, datang dukungan dari salah satu aparat Pemprov DKI Jakarta kala itu.

Akhirnya perempuan kelahiran Parapat, Sumut, ini berhasil membeli lahan seluas 10 hektare di kawasan Pantai Kapuk dan menyulapnya menjadi lahan konservasi tanaman hutan bakau hingga kini.

Dengan melihat niat baiknya, Departemen Kehutanan memberikan izin pemanfaatan wisata alam kawasan tersebut di bawah PT Murinda Karya Lestari dengan Murni sebagai Direktur Utama.

Namun, persoalan tidak berhenti sampai di sini saja, karena sebanyak 28 petambak liar berada di lokasi yang berdekatan dengan lokasi hutan bakau, yang diakuinya sangat mengganggu kelangsungan hidup tanaman bakau.

“Saya terganggu bukan karena alasan ekonomi, tetapi memikirkan kelangsungan hutan bakau yang sangat rentan dengan adanya aktivitas penambak liar,” ujar Murni.

Demi gerumbul bakau yang menghijau beberapa kali nyawa Murni dan anak buahnya terancam. Petambak liar nekad menyerbu masuk wilayah kawasan konservasi itu. Tak hanya mengacak-acak tunas bakau, mereka juga membakar aset properti PT Murinda Karya Lestari.

Uniknya, aparat kepolisian yang dilapori Murni malah kalah sangar dan kalah nyali. Penegak hukum yang hidup dari pajak masyarakat justru ngumpet dan tak berbuat apa-apa ketika aset negara diganggu.

Kini Murni hanya berharap, aparat pemerintah dan pihak terkait membantu upayanya menjaga kelangsungan hutan bakau itu. Bukan apa-apa, menurut dia hutan bakau terbukti efektif menghalau kikisan abrasi yang membuat kawasan Jakarta terancam dari gelombang laut.

“Ingat peristiwa tsunami di Aceh? Hutan bakau menjadi unsur paling penting menghalau bahaya tsunami. Apalagi iklimnya tengah tidak menentu saat ini,” ujarnya tegas.

Bisnis Indonesia Edisi: 09/12/2007

1 Response to "Murniwati Harahap: Mangrove ladies"

Bagaimana caranya saya bisa menghubungi bu Murni? Saya sangat tertarik dengan isu Mangrove yang diusungnya.

Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: