it’s about all word’s

Selamat jalan Abah Anom

Posted on: March 1, 2008

Sagi penggemar kegiatan off-road, nama Kampung Ciptagelar, Desa Sirnaresmi, Kabupaten Cisolok, Sukabumi, Jabar adalah sebuah magnet. Desa di tengah kawasan Taman Nasional Gunung Halimun itu menawarkan tantangan bagi penyuka kegiatan alam bebas.

Ciptagelar adalah pusat dari Kasepuhan Adat Banten Kidul yang terdiri dari delapan kasepuhan memegang adat dan tradisi Sunda Lama atau Sunda Wiwitan. Pimpinan wilayah ini adalah Encup Sucipta atau lebih dikenal sebagai Abah Anom.

Meski memegang teguh ajaran tradisional, Abah Anom yang berkumis melintang itu selalu ramah menyambut semua tamu-tamu petualang yang mampir atau menyambangi tempatnya, Imah Gede atau rumah besar desa untuk menyambut tamu.

Tidak mengherankan jika berita mangkatnya Abah Anom, Selasa dini hari (6 November), langsung menyebar cepat di kalangan off-roader di Jakarta-Jabar. Pesan singkat di antara off-roader langsung bersliweran.

Menurut Hendar Subakti, Ketua Umum Suzuki Jip Indonesia (SJI), Abah Anom akan selalu dikenang sebagai seorang pemimpin Kasepuhan Desa Ciptagelar yang berwibawa, sederhana dan ramah kepada warganya.

“Abah selalu mengayomi masyarakatnya tanpa pandang bulu, sehingga masyarakat di sana sangat sayang dan patuh terhadap Abah Anom. Kepada pihak luar desa pun beliau sangat terbuka membuat kita betah ketika berkunjung ke sana,” ujar pria yang biasa disapa Aconk itu.

Maklum saja Abah juga gemar kegiatan otomotif, yang tentu saja mengendarai beberapa jip berpenggerak empat roda miliknya, salah satunya tentu saja jip Toyota Hardtop.

Jadi tuan rumah

Para off-roader akan selalu mengingat Ciptagelar setiap Agustus. Saat itu Abah Anom akan menjadi tuan rumah bagi upacara Seren Taun. Seren berarti menyerahkan dan taun berarti tahun.

Artinya, ini adalah upacara penyerahan hasil panen tahun kemarin serta memohon berkah dan perlindungan Tuhan agar hasil panen tahun mendatang lebih meningkat.

Tiap kali tradisi masa potong padi pertama itu, Ciptagelar yang dingin menggeliat itu diramaikan oleh serangkaian upacara. Berbagai hiburan tradisional dan modern menyatu. Mulai dari wayang golek, atraksi debus hingga dangdut semalam suntuk mirip pasar malam.

Selain upacara adat dan tempat anjang sesama warga, Seren Taun juga menjadi tempat Abah Anom melaporkan kemajuan yang telah dicapai Kasepuhan Adat Banten Kidul. Selamat jalan Abah.

Bisnis Indonesia Edisi: 11/11/2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: