it’s about all word’s

Nyepi dan revitalisasi diri

Posted on: March 26, 2008

Selamat Tahun Baru! besok, umat Hindu merayakan Nyepi. Perayaan tahun baru Caka jatu pada tanggal 1 bulan ke 10 (eka sukla paksa Waisak), sehari setelah tilem kasanga (panca dasi Krsna Paksa Caitra).

Jika tahun baru Masehi mengacu pada kelahiran Yesus Kristus dan tahun baru Muharram ditandai hijrah Rasullulah Muhammad SAW dari Mekah ke Medinah maka
tahun baru Caka bertolak pada penobatan raja Kaniskha dari dinasti Kushana tahun 78 Masehi.

Sebagai pergantian tahun saka dari bulan Caitra ke Waisaka yang dipenuhi harapan. Berbagai kegiatan ritual dilakukan umat Hindu dengan 4 tahapan ritual yaitu Melasti, Tawur, Catur Brata Nyepi, dan Ngembak Geni.

Bagi umat non-Hindu upacara nyepi mungkin hanya bagian dari keunikan tradisi yang eksotis. Tapi bagi umat Hindu perayaan Nyepi adalah ekspresi keagamaan kaya makna.

Nyepi adalah sebuah ritual penyucian bhuwana alit (alam manusiawi) dan bhuwana agung (alam semesta) untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin, terbinanya kehidupan yang berlandaskan kebenaran, kesucian, keharmonisan dan keindahan.

Sebelum pelaksanaan ritual perayaan Nyepi, umat Hindu melakukan pertobatan (Melasti) untuk melebur segala macam kotoran baik yang merusak pikiran, perkataan, maupun perbuatan.

Upacara ini juga diiringi dengan perolehan air suci (angemet tirta amerta) untuk kehidupan. Lalu, sehari sebelum perayaan Nyepi, dilakukan tawur untuk mengembalikan keseimbangan alam manusia dan alam semesta.

Puncaknya dilakukan catur brata nyepi, empat ritual puasa yang dilakukan selama 24 jam. Keempat ritual tersebut : amati geni (tak menyalakan api), amati karya (tak bekerja), amati lelungaan (tak bepergian) dan amati lelanguan (tak menikmati hiburan).

Brata Nyepi berakhir hari berikutnya dalam upacara ngembak geni atau melakukan dharma santi (ibadah sosial) berupa silaturahim kepada sanak kerabat dan
masyarakat.

Hal itu masih disertai beragam kegiatan keagamaan, seperti dharma wacana, dharma gita, dharma tula (diskusi), pentas seni keagamaan dan pemberian punia
(sedekah) pada fakir miskin.

Pendek kata, terkandung pesan ketika menyambut tahun baru sangat penting untuk melakukan laku spiritual. Menyucikan diri dari segala dosa yang mengotori batin umat manusia. Kembali pada wujudnya yang fitri

Sebagai simbol latihan spiritual dan penyucian diri, sama halnya dengan puasa Ramadan milik umat Islam atau masa pra-Paskah milik umat Katolik, perayaan Nyepi tak akan memiliki arti jika hanya menjadi tradisi setahun sekali dan tidak tercermin dalam tingkah laku sehari-hari. Mari memperbaiki diri. Selamat Tahun Baru Caka.

*Tajuk Monitor Depok 6-3-08

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: