it’s about all word’s

Hidup-mati dengan personel baru

Posted on: March 27, 2008

Kehadiran Skid Row di sejumlah kota besar di Indonesia, mendapat sambutan yang sangat positif dari mereka pecinta musik rock Tanah Air. Kehadiran Skid Row sebenarnya telah lama dinanti di Indonesia. Sayangnya band asal New Jersey, AS, ini datang dengan formasi tambal sulam dan tanpa sang ikon, Sebastian Bach.

Ya, itulah kenyataan yang harus diterima pecinta rock Indonesia. Tapi, Skid Row harus melakukan pergantian personel super ekstra ini untuk bisa bertahan di belantika musik dunia.

Skid Row yang beraliran heavy metal dibentuk di New Jersey tahun 1986 oleh Dave ‘The Snake’ Sabo dan Rachel Bolan. Awalnya, formasi Skid Row adalah Matt Fallon, Dave Sabo, Steve Brotherton, dan Rachel Bolan.

Asal tahu saja, band ini bisa menembus major label berkat bantuan Jon Bon Jovi, sahabat dekat Dave Sabo. Namun, setelah sukses mendekati major label, formasi band ini dirombak.

Matt Fallon dan Steve Brotherton disingkirkan. Sebagai penggantinya, Dave Sabo dan Rachel Bolan merekrut Sebastian Bach (vokal), Scotti Hill (gitar) dan Rob Affuso (drum).

Dengan formasi ini, Skid Row mampu mengibarkan namanya menjadi band rock papan atas dunia. Sebagai langkah awal, band ini melepas album perdana yang diberi tajuk Skid Row.

Materi yang kemudian menjadi lagu sepanjang masa dari album ini adalah Youth Gone Wild, 18 and Life dan I Remember You. Tembang lain yang juga menancapkan nama mereka adalah Big Guns.

Sukses besar ini membuat Skid Row dengan penuh percaya diri melempar album kedua yang diberi nama Slave To The Grind. Lagu yang menjadi andalan adalah Wasted Time, Monkey Business, In The Darkened Room, Quicksand Jesus dan Slave to The Grind.

Kedua album ini mendapat masing-masing 5 dan 2 platinum dari angka penjualan. Selang beberapa tahun kemudian, Skid Row melempar album The Best yang merupakan kumpulan dari dua album awal mereka. Lagu baru yang mereka selipkan diantaranya adalah Into Another.

Dan inilah awal kemerosotan Skid Row. Setelah vakum beberapa tahun, band ini kembali dengan kabar bahwa Sebastian Bach telah dipecat. Kemudian Dave Sabo sang pelopor mengundurkan diri disusul Rob Affuso.

Dengan tenaga sisa, Skid Row akhirnya merekrut Johny Solinger (vokal), David Gara (drum), dan Ryan Cook (gitar) plus Scotti Hill dan Rachel Bolan. Formasi inilah yang kemudian hadir di Indonesia.

Untuk urusan bongkar pasang, Skid Row tidak sendirian. Nenek moyang speed metal, Metallica juga melakukan hal sama untuk survive. Awalnya, Metallica yang didirikan di Los Angeles, berkibar dengan nama The Young of Metal Attack.

Beberapa bulan kemudian grup ini berganti nama dengan Metallica yang konon merupakan gabungan kata Metal dan Vodca. Formasi pertama Metallica adalah Lars Ulrich (drum), James Hetfield (vokal dan gitar), Lloyd Grant (gitar) dan Ron Mc Govney (bass).

Formasi inilah melahirkan lagu pertama berjudul Hit The Light, yang kemudian masuk album kompilasi rock Metal Massacre tahun 1981.

Tapi, Metal Massacre beredar, Grant dan Ron mengundurkan diri. Posisi keduanya digantikan Dave Mustaine dan Cliff Burton.

Tapi, saat akan melakukan tur, formasi ini berubah lagi. Karena berseteru dengan Hetfield, Dave Mustaine keluar dan kemudian mendirikan Megadeth.
Posisi Mustaine digantikan oleh Kirk Hammett, gitaris dari grup Exodus. Formasi ketiga inilah yang kemudian mengeluarkan album Kill ‘Em All pada bulan Mei 1983.

Tanggal 27 September 1986, dalam perjalanan tur ke Skandinavia, bus yang ditumpangi Metallica mengalami kecelakaan dan Cliff Burton (bass) meninggal dunia. Posisi Cliff Burton pun digantikan oleh Jason Newsted.

Tapi, karena bersitegang dengan James Hetfield, Jason Newsted akhirnya mengikuti jejak Mustaine. Posisi Newsted kemudian digantikan Rob Trujillo (bass).

Band yang juga gemar gonta-ganti personel adalah mbah aliran funk, Red Hot Chili Peppers. Awalnya, band super kontroversial ini berisi Anthony Kiedis, Flea, Hillel Slovak, dan Jack Irons dengan nama Tony Flow and Miraculously Majestic Masters of Mayhem.

Tapi, sejak dikontrak EMI Amerika untuk delapan album, nama ini diubah menjadi Red Hot Chili Peppers (RHCP). Yang menarik, awalnya band ini tidak sukses pada angka penjualan album.

RHCP lebih dikenal karena aksi panggungnya yang gendeng. Misalnya, telanjang bulat dengan kaus kaki menutupi genital mereka.
Usai menngeluarkan album mini The Abbey Road, RHCP kehilangan Slovak yang overdosis.

RHCP kemudian merekrut John Frusciante, gitaris lulusan Musician Institute Hollywood. Sedangkan untuk mengganti Jack Irons yang akhirnya cabut, dan gabung dengan Pearl Jam, RHCP mendapat Chad Smith.

Formasi dahsyat ini sempat berubah ketika John Frusciante ketergantungan narkoba dan harus masuk rehabilitasi. Di saat ini, hadirlah sejumlah nama seperti Arik Marshall, Jesse Tobias, sampai Dave Navarro.

Untungnya, Frusciante bisa sembuh dan gabung kembali hingga saat ini. Reuni dahsyat ini kemudian menghadirkan tembang-tembang ampuh seperti Around The World, Otherside, dan Scar Tissue dan By The Way.

Jika RHCP & Metallica sukses mempertahankan eksistensinya dengan formasi yang berubah, The Most Dangerous Band in The World Guns N’ Roses (GN’R) harus berjuang keras untuk bangkit kembali.

Didirikan tahun 1985 oleh Traci Guns (gitar) dari grup LA Guns dan W. Axl Rose (vokal) dari Hollywood Roses, band ini dinamakan sesuai dengan gabungan kedua nama band tersebut.

Sebelum masuk dapur rekaman, Traci Guns cabut dan menghidupkan kembali LA Guns, namun GN’R tetap bertahan dengan formasi Axl, Steven Adler (drum), Izzy Stradlin (gitar), Duff McKagan (bass), dan gitaris baru pengganti Tracii, Slash.

Setelah sukses besar dengan Appetite for Destruction dan menelurkan lagu sepanjang massa Sweet Child O’Mine, formasi GN’R berubah saat double album Use Your Illusion keluar.

Adler dipecat digantikan Matt Sorum dan Dizzy Reed direkrut sebagai pemain keybord. Sayang formasi ini tidak tahan lama sebab Izzy memilih bersolo karier dan digantikan Gilby Clarke. Tak lama kemudian, GN’R dinyatakan pecah.

Dalam kondisi hidup dan mati, Axl Rose mendatangkan Robin Finck (gitar), Ron Thal (guitar), Richard Fortus (gitar), Tommy Stinson (bass), Brian Mantia (drum) dan Chris Pitman (keyboard) serta mempertahankan Dizzy Reed.

Kendati mulai menggelar aneka tur di Eropa dan AS dan sempat tampil di Rock in Rio, hingga kini nasib GN’R masih belum jelas. Bahkan rencana mengeluarkan album Chinese Democracy pun tak jelas kabarnya.(Rizky DP)

1 Response to "Hidup-mati dengan personel baru"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: