it’s about all word’s

Wimar Witoelar: on interview

Posted on: March 28, 2008

Yakin tak akan dibreidel lagi

Sosok Wimar Witoelar selama ini dikenal publik dengan berbagai profesi. Namanya pertama kali melambung ke permukaan ketika menjadi pemandu acara talkshow Perspektif di SCTV pada 1994.

Dengan pembawaan yang lugas, pandangan jernih, dan humor yang halus, pria berambut kribo ini menjadi oase kesegaran di padang gurun tekanan politik zaman itu.

Acara tersebut kemudian dibredel oleh pemerintahan Orde Baru karena dianggap mendiskreditkan pemerintah. Wimar lantas membuat talkshow panggung Perspektiv Live yang bergerak dari satu kota ke kota lain.

Acara itu kemudian berhenti ketika Wimar membikin program Perspektif Baru, sebuah program radio talkshow yang disiarkan secara sindikasi ke berbagai kota. Acara ini digelar pertama kali 26 Januari 1996.

Pada Maret 1997, Wimar kembali ke layar kaca dengan menjadi pemandu acara talkshow Selayang Pandang di Indosiar. Dengan gaya dan ciri khas Wimar, Selayang Pandang mendapat sambutan luar biasa.

Wimar pun meraih Panasonic Award terpilih menjadi pemandu acara pria terbaik hasil pilihan penonton. Penghargaan ini diraihnya dua kali, pada tahun 1997 dan 1999.

Selain Selayang Pandang, Wimar bersama Dr Sjahrir juga membawakan Dialog Intelektual di Indosiar. Namun pada Agustus 1998 acara itu mendadak dihentikan saat siaran talkshow bertopik Perpu No.02/1998, peraturan tentang pengaturan unjuk rasa itu, secara tajam mengkritik pemerintahan Habibie.

Pada Juni 1999 Wimar menjadi pemandu acara Detak Detik Pemilu yang disiarkan Live di enam stasiun TV nasional.

Saat status quo mulai terancam, Wimar diteror di rumah dan kantornya.Pada pemerintahan Abdurrahaman Wahid, pria kelahiran Padalarang itu Dia masuk istana diangkat sebagai Ketua Media/Juru Bicara Keperesidenan. Seiring mundurnya Gus Dur sebagai presiden, Wimar pun ikut keluar istana.

Lepas sebagai jubir kepresidenan, Wimar sempat muncul kembali menjadi host di beberapa stasiun TV, diantaranya City View & Wimar’s World live di Jak-TV, serta menjadi salah satu panelis tetap acara Gubernur Kita di Jak TV. Lagi-lagi kritik segarnya membuat Wimar dibredel dari acara tersebut.

Kini Wimar kembali turun gunung dan hadir di layar kaca dalam Perspektif Wimar di Star ANTV setiap hari pukul 06.00-06.30. Wartawan Algooth Putranto Monde mendapat kesempatan berbincang dengan Wimar mengenai acara terbarunya tersebut. Berikut hasil wawancaranya.

Bagaimana ceritanya sehingga anda tiba-tiba kembali muncul di TV?

Sebenarnya hobi saya dari dulu adalah menyelenggarakan talkshow. Walaupun nggak ada uangnya, tapi saya senang dan merasa memang memiliki kemampuan untuk hal itu.

Namun saya tidak pernah menawarkan untuk membuat acara talkshow, kecuali diminta, karena kami bukan rumah produksi. Beberapa kali acara saya dibredel dan dihentikan karena beberapa alasan.

Melihat hal itu saya kemudian semakin tidak semangat menawarkan diri. Namun jika ada yang meminta saya tetap melayani. Terakhir yang mengajukan permintaan adalah Star TV Hongkong pada Desember 2007.

Atas prakarsa Star TV itulah kemudian saya dipertemukan dengan ANTV dan menyetujui membuat sebuah acara. Jadi saya cukup senang terlibat dalam acara ini, karena berbeda dengan acara saya yang dulu, ini merupakan usaha gabungan stasiun TV. Selain itu kali ini saya juga lebih diberi kebebasan kreatif sangat tinggi dan ide-ide saya juga ditampung.

Soal bayaran untuk acara ini bagaimana?

Berbeda dengan acara yang pernah saya bikin sebelumnya, dalam kontrak komersil dinyatakan ada penggantian biaya dan waktu yang cukup memenuhi standar. Bagi Inter Matrix (perusahaan Wimar – Red) ini bukan lagi proyek subsidi silang, tapi merupakan sebuah profit center.

Karena itu kami memberikan tenaga penuh. Bahkan kalau berkembang kami akan menambah tenaga dan sumber daya, karena kelihatannya ANTV berminat memperluas acara ini ke beberapa arah.

Pertama, durasi acara mungkin akan ditambah dari setengah jam menjadi satu jam atau lebih, menunggu peminat betul-betul serius meminta. Kedua mungkin ada acara lain yang akan saya bikin yang sifatnya lebih serius.

Besar kontraknya berapa?

Saya kira itu tidak bisa dinyatakan, karena semuanya diatur oleh direktur saya. Yang jelas kontraknya cukup bahkan lebih stabil dari proyek-proyek saya sebelumnya. Karena standing kontrak aja selama tiga bulan dengan klausul perpanjangan yang saya optimis bisa berlaku.

Selain itu saya sekarang juga duduk di Board of Director ANTV atas nama Star TV. Jadi kalau acaranya dibredel statsiun TV rasanya nggak mungkin, kecuali acaranya nggak laku. Karena itu saya berharap ratingnya bisa memuaskan.

Untuk ratingnya sudah berapa?

Kalau rating belum ada, karena acaranya sendiri baru beberapa hari. Tapi kalau sponsor sudah. Acara-acara saya sebelumnya tidak pernah bisa membanggakan masalah sponsorship. Nggak tahu kenapa sekarang bisa ada sponsor.

Jadi kalau sponsorshipnya bagus, acaranya disukai penonton, saya kira acaranya akan jalan terus. Apalagi Star TV sekarang mewajibkan pada semua pihak agar brand Wimar yang kuat bisa ditransfer di ANTV, sehingga menjadi brand ANTV.

Seperi kita tahu bahwa branding merupakan alat diferensiasi yang bisa menciptakan sinergi antara dua merek. Saya diperkuat oleh legitimasi ANTV, sebaliknya ANTV juga diperkuat oleh kekhasan Perspektif Wimar.

Saya percaya sebagai sebuah morning show, acara ini akan menjadi kebiasaan yang akan ditonton pemirsa, kecuali mereka yang tidak bisa bangun pagi.

Berapa lama tim Anda melakukan survai sehingga memilih mengadakan acara pada jam 6 pagi?

Cepat sekali. Waktu saya bertemu dengan pihak Star TV di Hongkong, mereka langsung meminta mengadakan morning show seperti di Thailang yang durasinya tiga jam. Tapi saya capek sekali kalau selama itu.

Branding acara Perspektif selama ini sangat kuat. Walaupun acaranya berubah, tetap saja pandangan orang tidak akan berubah. Bagaimana menurut anda?

Semua orang memang harus mengambil resiko untuk membawa sesuatu menjadi lebih maju dengan satu modifikasi perwakilan brand-nya. Kebetulan direktur content Star TV adalah ahli branding. Dia melihat bahwa branding Perspektif itu datang dari kepribadian, bukan dari TV show-nya.

Dia melihat apa yang saya lakukan selama ini, sejak 1993 adalah penguatan brand. Apakah itu ceramah di luar negeri, atau penampilan lain. Saya memang beruntung tidak usah memisah-misahkan identitas.

Jadi karena itu menurut saya brand-nya itu tetap. Mungkin ada orang mengatakan Wimar kok nggak kritis lagi seperti dulu, walaupun mereka belum melihat acaranya. Saya yakin saya tetap kritis.

Jika dibilang saya kok nggak berani, saya yakin saya tetap berani. Tapi mau berani ngapain? Kalau dulu keberaniannya sudah besar menurut saya, yaitu berani untuk tidak diatur oleh Soeharto.

Sekarang tidak ada lawan yang harus dihadapi dengan keberanian semacam itu. Yang diperlukan adalah keberanian menanggapi masalah dengan perspektif tertentu, dan membawakan sikap kita secara jujur.

Sekarang soal independensi. Tahun 2008 ini kan termasuk krusial, karena tidak menutup kemungkinan acara talkshow dipakai menuju Pemilu 2009. Bagaimana menurut Anda?

Selain dipakai juga memakaikan diri. Tapi kami akan tetap independen. Kalau dipakai silahkan kalau kami setuju cara pemakaiannya. Namun acara ini tidak akan dipakai untuk seorang kandidat secara khusus, ataupun menutupi dosa-dosa seorang kandidat, atau membantu tujuan politik seorang kandidat.

Mungkin nggak acara ini segmennya diperluas hingga masyarakat golongan bawah?

Stasiun TV merasa bahwa saya tidak potensi untuk masuk ke golongan bawah. Mereka kan persaingannya airtime. Dalam waktu satu jam jika ingin mencapai masyarakat bawah, apakah mungkin lebih laku Perspektif Wimar dibanding acara dangdut atau sinetron. Saya nggak mungkin menyaingi acara-acara seperti itu.

Kalau bintang tamunya bagaimana? Apakah semuanya dari kalangan atas juga?

Nggak. Di hari pertama tamunya menteri. Di hari kedua rektor. Tapi dalam daftar kami banyak tamu dari berbagai kategori. Ada penyanyi, ada blogger, dan berbagai kalangan lain. Tapi belum bisa dirilis karena mereka belum diundang.

Bagi saya ini lebih menantang. Karena format sekarang saya tidak sendirian. Kalau sendirian itu mudah. Sekarang dengan adanya host dari kalangan artis saya mirip pemain bola. Harus bisa memberi umpan. Menghidupkan suasana.

Tim kreatif acara ini ada berapa orang?

Intinya ada empat orang. Yang penting mereka bekerja dengan senang dan tepat waktu karena televisi tidak bisa menunggu.

Apakah memang kebetulan acara ini digelar selepas Anda dari kursi roda?

Tidak bisa dikatakan ya atau tidak. Saya ingat betul. Saya berhasil lepas dari roda 26 Juli 2007. Banyak pihak yang mendukung saya ketika harus duduk di kursi roda. Soal kemudian saya kembali ke layar kaca. Mungkin juga karena saya terlihat ceria jadi diajak pihak Star TV. Yah ini berkah. (Dodi Esvandi)

Biodata singkat
Nama Lengkap : Wimar Jartika Witoelar
Tempat Lahir: Padalarang, Jawa Barat
Tanggal Lahir: 14 Juli 1945
Agama : Islam
Jabatan : CHAIRMAN INTERMATRIX COMMUNICATIONS
Status Keluarga:
Menikah dengan Suvatchara Witoelar Leeaphon (meninggal 2003)
Anak:
Satya Tulaka (lahir 1975)
Aree Widya (1978)

Orangtua :
Ayah Raden Achmad Witoelar Kaartaadipoetra (1910-1987)
Ibu Nyi Raden Toti Soeiamah (1914-1977)
Saudara Kandung :
Luki Djanatun Muhammad Hamim (Lahir 1932)
Kiki Waskita (Lahir 1935)
Toerki Joenoes Moehammad Saleh (Lahir 1938)
Rachmat Nadi Witoelar (Lahir 1941)

Pendidikan :
SD : di sejumlah negara Eropa
SR di Yayasan Pendidikan Budi Mulia, Bogor
lulus dari SR di Jalan Cilacap, Jakarta
SMP Katolik Van Lith, Jalan Gunung Sahari, Senen, Jakpus
SMA Kolese Kanisius, Jakarta
Teknik Elektro ITB Bandung, tidak tamat
George Washington University, Washington DC bidang Finance and Invesment (1975)

Organisasi:
Ketua Dewan Mahasiswa ITB Bandung, 1969

Prestasi sebagai mahasiswa:
ditahan selama enam minggu, tahun 1978 karena menggelar demonstrasi di Kampus Ganesha ITB Bandung menolak calon tunggal presiden dan mencalonkan diri sebagai calon presiden alternatif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: