it’s about all word’s

Bisnis dan lapangan golf

Posted on: April 9, 2008

Bisnis dan lapangan golf. Rasanya dua hal ini sudah menjadi dua lembar roti yang disatukan oleh selapis selai. Tak terpisahkan dan saling melengkapi. Lewat lapangan golf, sosialisasi komunikasi bisa terbangun lebih intim hasilnya bisnis semakin lancar.

Menurut Xaverius Nursalim, Presiden Direktur PT IGI (Indonesia Golf International) sekaligus bos Phillips Indonesia, kecenderungan lobi bisnis di lapangan golf sudah menggejala sejak 1990-an.

“Saya ingat diundang ke Hong Kong tahun 1994. Kantor pusat menyarankan agar para country head mulai menggiatkan diri pada dunia golf. Diprediksi lobi bisnis akan semakin efektif di lapangan golf,” ujarnya.

Menurut prediksi kantor pusat korporasi elektronik asal Belanda itu, masa-masa melobi dan memberikan service pada kolega bisnis di ruang karaoke yang dingin sudah berakhir.

Sejak itu seluruh bos perwakilan Phillips di seluruh dunia getol berpanas-panas mengayuh stik golf. “Kami sampai punya motto ‘Bicarakan kantor [bisnis] di lapangan golf. Bicarakan golf di kantor’ alias jadikan golf sebagai way of life.”

Sampai-sampai kalau ditanya berapa deal bisnis yang sudah pernah terjadi di lapangan golf Nursalim mengaku tak bisa memerincinya.

“Terlalu banyak. Filosofi orang bermain golf adalah membuang uang,” ujar Xaverius lugas.

Hal yang sama diungkapkan James Lang, eksekutif muda yang bergerak di banyak usaha. Mulai dari in-house media untuk maskapai hingga pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara.

Menurutnya banyak deal bisnis bahkan politik terjadi dalam perbincangan santai di sela-sela mengayuh golf atau ketika menyusuri satu par ke par yang lain. Tak heran di lapangan golf banyak broker politik dan bisnis yang memanfaatkan aktifitas ini untuk beraksi.

Gejala ini rupanya sejalan dengan survai yang dilakukan raksasa perbankan HSBC. Sejak tahun lalu, HSBC melakukan survei bertajuk ‘Golf Factor Survey 2008’ terhadap 1.522 pegolf dan non-pegolf di Indonesia, Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan Korea.

Survei pemanfaatan lapangan golf untuk bisnis
———————————————————————————
Keterangan Indonesia Hong Kong Singapura Korea Taiwan
Pegolf pria 102 84 103 100 100
Pegolf wanita 52 70 50 50 50
Non-pegolf
pria * 101 89 102 100 94
Non-pegolf
wanita* 51 63 54 50 57
Total 306 306 309 300 301
——————————————————————————————
Sumber: HSBC Golf factor Survey 2008
Ket: * Tertarik dengan golf, tapi belum bermain golf
Menurut Ravi Sreedharan, Head of Personal Financial Services HSBC Indonesia, para eksekutif dan pebisnis di Indonesia lebih memilih memanfaatkan lapangan dan olahraga golf untuk memperlancar bisnis daripada tempat lain.

Sebagian besar atau 79% dari 306 eksekutif dan pebisnis di Indonesia yang disurvei itu bahkan mengakui berhasil merampungkan kerja sama bisnis ketika bermain golf. Namun, tidak disebutkan nilai kapitalisasi bisnisnya.

“Golf di Indonesia tidak dipersepsikan hanya sebagai olahraga untuk hiburan, sosialisasi, dan kesehatan, tetapi juga sebagai platform [tahapan] yang penting untuk menambah jaringan, menciptakan bisnis baru, dan menghibur pelanggan,” ujar Ravi yang menemui Bisnis dengan tangan kanan terkilir terlalu semangat mengayuh stik.

Menurut dia, tingginya para eksekutif dan pebisnis di Indonesia yang memanfaatkan golf untuk memperlancar bisnis disebabkan oleh akses ke lapangan golf yang mudah.

Harga yang ditawarkan pengelola lapangan golf di Indonesia, lanjutnya, bahkan jauh lebih murah daripada di negara-negara lain.

Selain itu, atmosfer yang ditawarkan di lapangan golf lebih menarik dibandingkan dengan tempat lain, seperti kantor atau restoran.

“Kantor dan restoran menyimpan kesan terlalu kaku. Bermain golf pun memiliki filosofi yang berhubungan langsung dengan bisnis, yakni pengutamaan kejujuran dan integritas. Inilah yang dicari oleh mereka,” tambahnya.

Dalam survei yang dilakukan HSBC sepanjang 2007 itu juga menunjukkan 62% dari responden asal Indonesia bermain golf setiap minggu, jauh di atas lima negara lain yang hanya sebesar 21%.

Selain itu, 86% dari responden Indonesia bermain golf paling sering dengan kolega, sedangkan 68% dari mereka mengakui sering bermain dengan para pelanggan.

“Rasio ini lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata kelima negara lainnya yang 68% bermain dengan kolega, dan 51% dengan pelanggan,” ujar Ravi yang sukses membuka komunikasi dengan salah satu klien besar HSBC.

Menurut GM penjualan TAM dan Lexus, Jodjana Jody survei yang dilakukan HSBC tepat karena dari pengalamannya selama ini cukup banyak komunikasi bisnis yang tercipta dari lapangan golf.

“Biasanya jika sudah ketemu di lapangan golf. hubungan yang sebelumnya lewat jalur formal terasa kaku bisa mencair. Dan kalau sudah ngobrol di lapangan golf, apa-apa juga dibicarakan,” tuturnya.

Menurut Manara Effendi, pengurus Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia (APLGI) bidang Pembinaan, mengakui fenomena bermain golf untuk memperlancar bisnis yang tinggi di dalam negeri merupakan efek dari harga yang murah.

Dia mencontohkan dalam satu lapangan golf, harga yang ditawarkan pada hari biasa mencapai Rp300.000 dan Rp850.000 hingga 900.000 pada akhir pekan. Harga tersebut apabila dibandingkan dengan Singapura, misalnya, memang lebih murah.

“Di Singapura, pada hari biasa harganya bisa mencapai Rp600.000 atau Rp1,5 juta untuk akhir pekan. Itu hampir dua kali lipat dari di sini [Indonesia]. Kami tidak dapat pasang harga mahal karena harus mempertimbangkan daya beli masyarakat,” katanya saat dihubungi terpisah.

Berdasarkan catatan APLGI, rata-rata kunjungan pemain golf ke suatu lapangan golf mencapai 40.000 orang. Hebatnya, 36.000 diantaranya adalah pebisnis penggila golf yang berpetualang dari satu lapangan ke lapangan lain.

Sayang potensi untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang lebih besar ke lapangan golf belum mendapat dukungan penuh dari pemerintah.
Justru potensi ini sudah digarap habis-habisan oleh pemerintah negeri tetangga seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia.

*Dewi Astuti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
%d bloggers like this: