it’s about all word’s

Dwarf soccer fight

Posted on: May 22, 2008

Pengakuan diri tanpa diskriminasi

Suasana riuh penonton menyelimuti atmosfir stadion Merpati, Depok yang sore itu, Sabtu (17/5) menggelar pertandingan persahabatan antara tim orang mini Indonesia melawan tim kerdil Malaysia.

Pertandingan yang digagas oleh organisasi Orang Mini Indonesia tersebut akhirnya dimenangkan oleh tim kerdil Malaysia dengan skor telak 0-3.

Kekuatan antara kedua tim yang tidak berimbang membuat pertandingan dikuasai secara penuh oleh tim Malaysia. Skill individu dan kerjasama tim menjadi kelebihan dari para pemain Malaysia yang memang telah terlatih sejak tahun 1985.

“Tim kami memang sejak tahun 1985 telah bermain secara intens, walaupun telah banyak pemain yang keluar masuk tetapi pembinaan tetap berjalan,” ujar pelatih kepala Malaysia, Lau.

Sepanjang 2×35 menit tim Malaysia tampak menguasai jalannya pertandingan. Olah bola serta umpan-umpan yang terarah membuat mereka layaknya pemain sepakbola pada umumnya.

“Kita memang ada latihan rutin jadi memang para pemain sudah terlatih untuk bermain sepakbola, karena di sana ada pembinaannya, tetapi satu hal yang penting kita semua di sini dapat memberikan semangat kebersamaan antara Indonesia dan Malaysia,” ujarnya.

Dalam pertandingan sore itu turut disaksikan pula oleh Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail dan Wakil Dubes Malaysia untuk Indonesia Abdul Azis.

Pertandingan sore itu banyak mengundang perhatian masyarakat yang hadir karena selain pertandingan sepakbola juga disuguhkan hiburan band dan tarian dari kedua negara.

Merekapun turut terhibur dengan aksi para pemain mini dilapangan yang hanya menggunakan setengah dari luas lapangan tersebut. Banyak di antara penonton yang menjadikan pertandingan sore itu layaknya hiburan melepas penat keseharian mereka.

Dibalik kegiatan tersebut, secuil harapan tumbuh di antara para pemain Indoensia, selain tentunya jalina persahabatan antara kedua negara.

Seperti yang diungkapkan kapten tim Indonesia, Farly yang juga dikenal sebagai artis sinetron. Dimana pengakuan diri sebagai manusia seutuhnya menjadi harapan dari mereka.

“Kami harap masyarakat dapat melihat kita sebagai manusia yang sama dan diakui sebagai manusia pada umumnya, karena gimanapun kita juga manusia, hanya tubuh kita saja yang kecil tapi hati kita pun sama dengan manusia lainnya,” ucapnya disela kegiatan tersebut.

Farly memberikan contoh dirinya yang pernah bekerja sebagai salah satu karyawan perusahaan swasta, tetapi tanpa alasan yang jelas akhirnya dia diberhentikan oleh pihak perusahaan.

Dengan kejadian tersebut dia mengatakan bahwa masih ada diskriminasi yang ditujukan bagi para orang mini, sehingga baik dari segi aktivitas maupun talenta yang dimiliki oleh orang mini menjadi terhambat.

“Intinya adalah pengakuan diri sebagai manusia seutuhnya, dimana hak dan kewajiban kita setara dengan masyarakat yang normal pada umumnya, dan tidak ada diskriminasi sedikit pun,” ujar lulusan D3 Manajemen Sekolah Tinggi BSI.

Hal yang sama diutarakan Ucok Baba, salah satu artis ternama yang memiliki tubuh mungil ini, mengatakan bahwa kebreradaan para orang mini jangan dianggap sebelah mata tetapi sesungguhnya memiliki posisi yang sama di mata masyarakat.

“Jangan sampai kita dianggap manusia yang nggak punya talenta apapun, padahal banyak
dari kita yang memiliki potensi besar yang patut diberdayakan,” ujarnya.

Keberadaan para orang mini ini snagat jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Malaysia. Menurut Presiden Pertubuhan Kebangsaan Orang Kerdil Malaysia (PKOKM), Jasmine Shafie pengakuan terhadap eksistensi orang mini yang di Malaysia disebut orang kerdil telah terjamin dalam Undang-Undang.

Dalam UU tersebut katanya, sebanyak 1% perusahaan di Malayisa memberdayakan para orang kerdil ataupun penyandang cacat.

“Ini sudah diterapkan sejak lama, jadi tidak ada yang namanya diskriminasi, sehingga orang yang memiliki keterbatasan fisikpun memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja diperusahaan, bahkan tidak menutup kemungkinan mereka nantinya dapat menjadi pimpinan di perusahaan tersebut,” tegasnya.

Wakil Presiden PKOKM, Azahari Abdullah menambahkan, sebanyak 560 orang kerdil yang ada di Malaysia kini dapat hidup layaknya orang normal. Contoh nyatanya, orang kerdil di Malaysia dapat mengendarai mobil dengan diperbolehkan mengutak-atik mobil untuk digunakan secara khusus.

“Artinya kita sudah diakui sebagai bagian dari masyarakat pada umumnya dimana kita dapat melakukan aktivitas dan berinteraksi dengan masyarakat lainnya yang normal secara fisik, walaupun dulunya kita tidak diakui,” ucapnya.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Director Minority Sports Development Sector Sports Development Divison dari Kementrian Belia dan Sukan Malaysia, Kamarulzaman Hassan Bin Mansor.

Dia mengatakan UU yang mengatur keberadaan orang kerdil dan orang cacat memang telah ada, sehingga keberadaan mereka dimasyarakat sama bahkan perusahan yang ada di Malaysia diharuskan memberdayakan sebanyak 1% bagi mereka yang yang memilki keterbatasan fisik.

“Kita memang telah terapkan hal tersebut, karena banyak di antara mereka yang memiliki keterbatasan fisik ternyata memiliki potensi untuk bekerja di perusahaan,” ujarnya.

Hal tersebutlah yang diharapkan dapat sepenuhnya terjadi di bumi Indonesia tercinta ini. “Semua orang mini melalui pertandingan ini berharap pemerintah dapat membuka matanya terhadap eksistensi dari para orang mini,” ucap Farly yang juga diiyakan oleh Ucok Baba.

Sesuai dengan motto orang mini yang berbunyi “Our body is small but our heart is big” sekiranya menjadi benar terjadi di Indonesia sehingga pengakuan diri tanpa adanya diskriminasi menjadi terealisasi bagi para orang mini.

*Wahyu Kurniawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d bloggers like this: