it’s about all word’s

The last journey of James Bond

Posted on: May 29, 2008

‘Devil May Care’ novel terahir petualangan agen spinonase flamboyan Kerajaan Inggris James Bond ‘karya’ penulis almarhum Ian Lancaster Fleming akhirnya dipublikasikan Rabu lalu (28/5).

Seperti dikutip dari bbc.com peluncuran novel tersebut dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun Fleming di Sungai Thames. Publik bertepuk tangan ketika disuguhi atraksi pasukan Marinir Kerajaan Inggris yang melakukan operasi pendaratan dengan kapal cepat.

Devil May Care sejatinya ditulis novelis Sebastian Faulks atas permintaan Fleming. Selama ini Faulks lebih dikenal sebagai penulis novel berlatar belakang perang a.l. ‘Charlotte Gray’ dan ‘Birdsong.’

Agar bisa menulis seperti halnya Ian Fleming, Faulks melakukan kegiatan yang dilakukan ketika Fleming menyusun novel laris tersebut.

“Di rumahnya di Jamaika, Ian Fleming menulis ribuan kata di pagi hari lalu menyelam, minum, makan siang di teras rumah, meyelam lagi dan menulis lagi di malam hari. Kemudian menegak Martini dan bertemu banyak perempuan cantik,” ujar  Faulks yang mencontoh kegiatan rutin Fleming di London.

Faulks mengaku bertemu Fleming di tahun 1966 ketika menulis ‘Octopussy and the Living Daylights, Namun gara-gara terlalu sering mabuk-mabukan, Fleming gagal menyelesaikan novel terakhirnya.

Dalam novel ini James Bond dikisahkan berpetualang di era 1967. Tentu saja berisi lika-liku kehidupan agen intelijen dan petualangan cintanya dengan banyak perempuan.

Banyak orang percaya kisah James Bond adalah hidup Fleming sendiri. Sejarah hidup Fleming memang lekat dengan dunia spionase karena dia pernah menjadi seorang agen rahasia Inggris, MI6 selama Perang Dunia II.

Kisah hidup putra dari Valentine Fleming ini emang unik. Dilahirkan, besar dan berkembang dalam keluarga ningrat Inggris membuat Ian bisa menikmati pendidikan di universitas terkemuka seperti Eton.

Usai lulus dari tempat itu, Ian memilih bergabung dengan pendidikan militer di Sandhurst. Sayang dia memilih keluar sebelum masa kelulusannya tiba dan berpindah ke Kitzbuhel, Austria.

Ian kemudian mencoba masuk ke Deplu Inggris. Sayang gagal. Lalu dia banting stir menjadi wartawan di Reuters seperti halnya kakaknya, Peter Fleming. Wilayah liputannya cukup menantang yakni ke Rusia.

Pekerjaan itu rupanya membosankan bagi Ian. Alhasil, memasuki 1939 dia malah menjadi bangkir. Namun, itu pun tak lama, sebab Times mengajaknya menjadi jurnalis lepas untuk melaporkan kunjungan dagang Inggris ke Uni Soviet.

Kegiatan ini secara tak langsung merupakan langkah awal Ian bergabung dengan kegiatan mata-mata Deplu Inggris. Dan resmi pada Mei 1939, Ian bergabung dengan unit intelijen di AL Inggris.

Karirnya di AL terhitung cepat. Dia tak butuh lama untuk mencapai pangkat sebagai Letnan lalu menjadi Komandan. Hingga akhirnya Ian dipercaya sebagai tangan kanan spion terhebat Inggris, Admiral John Godfrey.

Dari tangan Ian, berbagai kebijakan intelijen Inggris untuk mengganjal gerakan Jerman lahir. Melalui tempat kerjanya, ruangan nomor 39 di kantor Admiral AL Inggris, disusun keputusan a.l serbuan ke pantai Dieppe, Prancis, counter intelijen, penyusupan hingga sabotase senjata milik Nazi.

Buah karya Ian yang paling penting bagi dunia militer adalah pembentukan Unit 30 yang merupakan hasil kerjasamanya dengan William ‘Wild Bill’ Donovan yang merupakan pendiri OSS (cikal bakal CIA).

Tergoda istri orang

Hidup Ian menjadi berbalik usai liburan ke Jamaika. Sebuah rumah peristirahatan bernama Goldeneye menjadi tempatnya beristirahat dan dia kerasan di sana .

Hingga suatu saat lelaki ini terlibat selingkuh dengan wanita yang sudah bersuami, Lady Anne Rothermere.

Perselingkuhan itu menyebabkan Anne bercerai dengan suaminya. Sembari menunggu proses perceraian itu. Ian menyelesaikan novel pertamanya, Casino Royale, yang terbit tahun 1953.

Dalam novel James Bond pertamanya itu dia menampilkan karakter agen wanita Vesper Lynd, yang terinspirasi dari agen wanita Special Operation Executive (SOE) Christine Granville yang cantik, cerdas dan berambut pirang.

Selanjutnya lahir karyanya yang diangkat ke layar lebar Live and Let Die (1954), Moonraker (1955), Diamonds Are Forever (1956), From Russia With Love (1957), Dr. No (1958), Goldfinger (1959), For Your Eyes Only (1960), Thunderball (1961), The Spy Who Loved Me (1962), dan On Her Majesty’s Secret Service (1963).

Tak hanya buku-buku berbau spionase saja yang dia tulis. Selama kurun waktu 1964, selain menggarap You Only Live Twice dia menulis cerita anak-anak berjudul Chitty-Chitty-Bang-Bang.

Ada pula dua buku yang diterbitkan usai kematiannya yaitu The Man with the Golden Gun (1965), Octopussy dan The Living Daylights (1966).

Selain itu, selama 12 tahun dia menulis untuk kolom Atticus di Sunday Times yang membahas keahliannya yaitu spionase dan kegiatan intelijen.

Sayang sejak memulai karirnya sebagai penulis. Kondisi tubuh Ian semakin memburuk. Ditambah lagi kebiasaan merokok dan minum alkohol yang berujung pada serangan jantung di pertengahan Agustus 1964.

Akhirnya ayah dari James Bond ini dikuburkan di Sevenhampton, tak jauh dari perbatasan Wales. Peristirahatan terakhir Ian berdampingan dengan istrinya, Anne yang meninggal pada 1981 dan putra semata wayangnya, Casper yang over dosis di pertengahan 1975.

Namun lepas dari kisah tragis kehidupan Ian, tak seorang pun di dunia ini yang akan menolak pesona dari James Bond yang konon terinspirasi dari spion Yugoslavia, Dusko Popov yang flamboyan.

Dengan hidup yang penuh warna, banyak pula penulis yang penasaran dengan Ian Fleming yang meninggal akibat serangan jantung di usia 56 tahun. Hollywood pun berupaya menuangkan kisah hidup pria ini dalam pita seluloid.

Warner Bros mendukung film bertajuk Fleming. Naskah yang ditulis Damian Stevenson itu akan mengisahkan pengalaman penulis itu bermain perempuan, memata-matai hingga membentuk agen rahasia rekaannya.

Tentu saja film ini akan jauh lebih menarik jika dibandingkan film versi televisi The Secret Life of Ian Fleming yang dibesut oleh Ferdinand Faifax berdasarkan naskah yang ditulis Robert J. Avrech dan dibintangi oleh Jason Connery di pertengahan 1990.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d bloggers like this: