it’s about all word’s

Saint Laurent: Fashion Soldier of Fortune

Posted on: June 2, 2008

Dunia mode dunia berduka. Sekian lama berjuang dengan kanker otak akhirnya perancang mode Yves Henri Donat Mathieu Saint Laurent tutup usia di umur 71 tahun di kediamannya di Paris.

Meninggalnya pria yang terkenal dengan labelnya YSL menuai banyak ucapan simpati dari kolega sesama perancang dan model yang terkenal berkat produk rancangan pria kelahiran Oran, Algeria itu.

Sebut saja Nicole Kidman, Salma Hayek, Jennifer Lopez, Reese Witherspoon, Katie Holmes, Victoria Beckham, dan Lauren Bacall dan selebriti yang mengaguminya.

“Saya sedih kehilangan tokoh legendaris berbakat. Dia memang seorang kreatif jenius yang mengubah dunia fesyen selamanya,” ujar desainer Tommy Hilfiger, melalui pernyataan tertulisnya yang dikirimkan lewat email ke Associated Press (AP).

Sementara Piere Berge, rekan dekat Saint Laurent selama empat dekade dalam mewujudkan label terkenal YSL, mengungkapkan kesedihannya melalui info radio Perancis.

“Chanel memberikan wanita kebebasan dan Saint Laurent memberikan mereka kekuatan. Saint Laurent melampaui keindahan untuk menciptakan kehidupan sosialnya,” ungkapnya seperti dikutip dari AP.

Dalam diri Saint Laurent terdapat paduan seorang liberal dan pemberontak. Hal itu yang membuat rancangannya membebaskan perempuan dari kungkungan mode tradisional yang feminim.

Menurut Fransisco Costa perancang mode untuk Calvin Klein, sobatnya itu telah berhasil mengadakan revolusi di bidang fashion modern dengan melalui pengetahuannya di masa muda.

“Hasilnya karya rancangan Saint Laurent sangat sempurna dan seimbang. Warisannya akan selalu dikenang dunia,” ujarnya.

Seperti dikutip dari lemonde.fr duka mendalam dan kekaguman juga disampaikan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, PM Prancis François Fillon dan Menteri Kebudayaan Prancis Christine Albanel.

Namun penyebab kematiannya tidak secepatnya diumumkan oleh pihak keluarga. Hal ini menambah deretan kisah menarik dari putra seorang presiden perusahaan asuransi itu.

Perancang yang mengawali karier di usia 17 tahun pada rumah mode Christian Dior ini, pada usia 21 tahun diminta untuk menyelamatkan label Dior dari kehancuran setelah ditinggal mati sang pemilik tahun 1957.

Namun baru sukses menjadi desainer, Saint Laurent mesti menanggalkan cita-citanya untuk mengikuti wajib militer dalam perang Kemerdekaan Aljazair yang menjadi pertaruhan Charles de Gaulle untuk mempertahankan kekuasaan Prancis yang semakin terkikis.

Dasar bukan orang lapangan, baru 20 hari bertempur di medan perang yang rumit itu Saint Laurent sudah mengalami stres berat dan mesti dirawat di rehabilitasi mental di Prancis.

Pulang dari medan tempur yang memalukan Prancis tersebut, Saint Laurent bersama rekannya—lebih tepat disebut pacar gay–sesama prajurit, Piere Berge mewujudkan cita-cita untuk membuat label sendiri pada 1962.

Pelan namun pasti, Saint Laurent dan Berge mengantar perempuan dunia yang sedang dilanda demam kebebasan feminisme tahun 1960-an yang berpuncak pada Perang Vietnam.

Rumah mode YSL di era 1960-1970 mempopulerkan model-model pakaian yang macho bagi perempuan seperti model rambut beatnik look yang dipopulerkan aktor James Dean.

Pendek kata tren saat itu kemudian betul-betul terseret pada gaya rambut berandal Dean dipadukan jaket model safari, celana ketat dan tentu saja sepatu boot selutut. Dunia saat itu juga tak akan lupa model tuxedo Le Smoking untuk perempuan.

Model kulit hitam

Namun gebrakan Saint Laurent yang paling heboh dan mengangetkan dunia yang kala itu masih rasis adalah ketika memutuskan menggunakan Katoucha Niane, model berkulit gelap dalam pertunjukan fashionnya.

Belakangan berkat kepercayaan dan keberanian Saint Laurent, Niane yang merupakan putri penulis kulit hitam asal Senegal, Djibril Tamsir Niane itu menjelma menjadi supermodel.

Tak heran beberapa model berlomba-lomba untuk bisa menjadi ikon mode Saint Laurent. Sebut saja Loulou de la Falaise, Betty Catroux, Talitha Pol-Getty, hingga aktris Prancis terkenal Catherine Deneuve.

Sayang di tengah kesuksesan itu, Saint Laurent nyaris frustasi dan meninggalkan dunia mode ketika harus mengakhiri hubungan asmaranya dengan Berge tahun 1967. Untung keduanya bisa rujuk dan kembali berjalan bersama sebagai patner bisnis.

Tahun 1983, Saint Laurent menjadi seorang perancang mode yang mendapatkan gelar bergengsi dari Museum Seni Metropolitan dan pada 2001, dalam kondisi tubuh ringkih, Presiden Jacques Chirac menganugerahinya gelar Commander of the Légion d’Honneur.

Praktis usai penganugerahan yang megah dan bersejarah bagi dunia mode itu, Saint Laurent tak pernah tampil di depan publik. Diketahui Saint Laurent menyendiri di rumah peristirahatannya di Marrakes, Maroko.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

June 2008
M T W T F S S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
%d bloggers like this: