it’s about all word’s

Kung Fu Panda: Fat Panda Kung Fu Master

Posted on: June 8, 2008

Pendekar Kung Fu itu Panda gembrot!!

Akhir pekan lalu, sambil terkantuk-kantuk mata masih sepet. Kupaksakan diri menuju kamar mandi. Kuraih gayung dan mengguyur badan ini dengan air dingin. Brrrr. Jarum jam sudah menunjuk pukul 08.14. Harus cepat-cepat neh. Jadwal premier Kung Fu Panda di Citra 21, Grogol tepat jam 9.00.

Hari ini aku pergi nonton bareng Turyanto. Buruh media Jurnal Nasional asal Lampung yang tampang dan bodinya cocok untuk film-film karya DreamWorks atau Pixar.

Kung Fu Panda dijadwalkan rilis serentak di Indonesia hari ini. Raksasa DreamWorks kembali beraksi membuat tren di dunia animasi. Kali ini memberi sentuhan kung fu pada kisah fabel dalam Kung Fu Panda yang jenaka tetapi sarat pesan moral.

Dengan skeptis aku miki: “Kok rilis Kung Fu Panda berdekatan dengan Olimpiade 2008. Tanggalnya pun 8 Juni. Sama dengan tanggal pembukaan Olimpiade Beijing yang 8-8-2008?”

“Jangan-jangan DreamWorks terima duit dari pemerintah China. Serupa dengan Malaysia ketika mempopulerkan Menara Petronas dengan membayar Hollywood untuk bikin Entrapment yang dibintangi Sean Connery dan Catherine Zeta-Jones?”

Pertanyaan ngawur ini bersliweran dan baru berhenti ketika logo DreamWorks muncul dengan gaya super kocak. Seekor monyet bertopi caping bersenjatakan tongkat berlari di atas bunga teratai dengan ilmu meringankan tubuh.

Meloncat lincah ke bulan sabit keemasan lalu si monyet mengayunkan tongkatnya yang ternyata pancing untuk mengerek logo DreamWorks.

Seloluid pun lancar mengalir. Alkisah tersebutlah Po (disuarakan Jack Black), Panda paling malas, gemuk dan ceroboh karena penuh semangat di Lembah Damai. Meski tukang makan dan doyan tidur, Po punya cita-cita sangat besar.

Menjadi pendekar kung fu. Dikagumi banyak orang karena menjadi pahlawan pembela kebenaran. Untuk itu dia ingin bergabung dalam dunia keras yang menuntutnya disiplin tersebut dan meninggalkan warung mienya.

Untung juga hari itu.Master Oogway (Randall Duk Kim) mendapatkan firasat buruk: si macan tutul salju Tai Lung (Ian McShane) yang pendendam dan licik berhasil meloloskan diri dari penjara.

Untuk itu harus dipilih pendekar naga yang akan mewarisi ilmu tertinggi perguruan tersebut. Master Shifu (Dustin Hoffman) mendapat tugas menjadi juri dan nantinya menjadi pelatih sang calon pendekar naga itu.

Gong pun berbunyi. Sangkakala dibunyikan. Semua warga Lembah Damai bergegas ke puncak gunung tak ingin ketinggalan melihat siapa sang pendekar naga itu. Po jelas tak ingin ketinggalan.

Tapi sang ayahnya, tak mau Po pergi begitu saja. Po Harus membawa gerobak dagangannya. Susah payah Po yang gembrot itu harus menggotong gerobaknya ke puncak bukit. Sayang begitu sampai bukit. Pintu gerbang sudah ditutup. Mau tak mau dia berjuang mengintip. Tapi itu pun gagal.

Po tak menyerah. Mulai dari beraksi bak atlet lompat galah hingga menggunakan pohon untuk melontarkannya. Semuanya gagal hingga dia menemukan ide menggunakan belasan mercon roket untuk menerbangkan kursi kayunya.

Sang ayah mencegah tapi Po sudah bertekad bulat. Dia terlontar ke angkasa dan harus jatuh berdebum ke bumi. Tepat di hadapan Master Oogway yang menunjuk Po sebagai sang pendekar naga.

Po terhenyak. Semua terkaget-kaget termasuk Master Shifu. Ga salah neh? Panda gembrot itu? Protesnya pada Oogway. Tapi kura-kura bijak itu hanya terkekeh saja.

Tentu saja tak mudah bagi Po untuk bisa mengikuti pelatihan lima pendekar kung fu utama. Habis-habisan dia dihajar para idolanya: Si Monyet (Jackie Chan), si ular Viper (Lucy Liu), si Macan Tigress (Angelina Jolie), si Burung Bangau (Seth Rogen) dan si Belalang Sembah (David Cross).

Di tempat tepisah si macan tutul salju Tai Lung (Ian McShane) yang pendendam dan licik berhasil meloloskan diri dari penjara yang dijaga ribuan prajurit badak pimpinan Komandan Vachir (Michael Clarke Duncan).

Sementara itu PO dilatih habis-habisan Shifu dengan metode temuan barunya yang memaksa Panda gembrot itu menyatukan konsetrasi dan mengeluarkan kemampuan fisiknya yang selama ini terpendam. Apalagi kaau bukan dengan makanan.

Dengan keahlian kung fu-nya, Tai Lung makin dekat merongrong ketenteraman Lembah Damai. Lima pendekar berusaha menghadang tapi hanya jadi bulan-bulanan Tai Lung yang makin perkasa.

Shifu tak punya pilihan lain harus menjadikan Po sebagai pendekar naga dengan menyerahkan gulungan sakti Naga. Oogway telah mangkat ke alam damai bersama hembusan bunga persik sementara Tai Lung semakin dekat.

Gulungan dibuka dan Po maupun Shifu terkaget-kaget karena tak ada satu hurufpun yang tertera. Kosong! Lemaslah para pendekar. Hanya satu cara selamatkan para penduduk secepat mungkin untuk mengungsi. 

Beruntung ayah Po memberinya ilham. Kalau yang disebut ramuan rahasia itu tak ada. Artinya bertempurlah dengan apa adanya dengan dirimu sendiri.

Po pun cepat menuju puncak perguruan. Secepatnya dia harus menyelamatkan gurunya Master Shifu yang dihajar habis-habisan oleh Tai Lung. Dengan ngos-ngosan Po sampai ke puncak ketika Shifu nyaris dihabisi murid kesayangannya itu.

Sebagai film anak-anak dengan alur cerita Kung Fu Klasik kita tentu sudah bisa menebak hasil akhir pertarungan jurus tingkat tinggi nan brutal antara Po dan Tai Lung.

Sutradara Mark Osborne dan John Stevenson dengan bantuan sinematograf Yong Duk Jhun dan penata seni Tang Kheng Heng mewujudkan fantasi liar duet penulis Ethan Reiff dan Cyrus Voris.

Selain menyuguhkan kecermatan suntingan film yang ditangani oleh Clare De Chenu dan C.K. Horness, DreamWorks tak lupa menyuguhkan score dan soundtrack menarik karya John Powell dan Hans Zimmer.

Yang mengejutkan ketika ending film adalah munculnya lirik lagu Kung FU Fighting karya Carl Douglas yang sudah dihapal luar kepala para pecinta film-film kung fu:

Everybody was kung-fu fighting
Those cats were fast as lightning
In fact it was a little bit frightning
But they fought with expert timing.

Dengan liriknya yang kocak, penyanyi Jamaika itu sukses menduduki puncak tangga lagu di AS dan Inggris tahun 1974. Maklum saja ketika itu dunia tengah tergila-gila dengan martial art.

Praktis lagu ini adalah tembang yang paling sering dipakai untuk film-film bertema kung fu. Sebut saja : Mighty Morphin Power Rangers: The Movie, Shaolin Soccer, Little Manhattan, Epic Movie, Beverly Hills Ninja, Sin noticias de Dios, Bowfinger, Rush Hour 3, dan Kung Fu Hustle.

Tak hanya di film, lagu ini juga dipakai untuk video games Boogie-nya Wii dan Kung Fu Chaos-nya Xbox. Bahkan untuk soundtrack untuk ZooYork.

Ok lets sing:
 
Everybody was kung-fu fighting
Those cats were fast as lightning
In fact it was a little bit frightning
But they fought with expert timing

They were funky China men from funky Chinatown
They were chopping them up and they were chopping them down
It’s an ancient Chineese art and everybody knew their part
From a feint into a slip, and kicking from the hip

Everybody was kung-fu fighting
Those cats were fast as lightning
In fact it was a little bit frightning
But they fought with expert timing

There was funky Billy Chin and little Sammy Chung
He said here comes the big boss, lets get it on
We took a bow and made a stand, started swinging with the hand
The sudden motion made me skip now we’re into a brand knew trip

Everybody was kung-fu fighting
Those cats were fast as lightning
In fact it was a little bit frightning
But they did it with expert timing

(repeat)..make sure you have expert timing
Kung-fu fighting, had to be fast as lightning

 

4 Responses to "Kung Fu Panda: Fat Panda Kung Fu Master"

hiks. nggak diajak nonton bareng…

gue nggak yakin ini tulisan elo gooth….
kerasa beda

Sialan loe…masa nonton animasi alurnya kaya bikin resensi XXX

Ingin menambahkan sisi positif lain dari film ini.

Ternyata sebagian besar pemain dalam film ini adalah satwa-satwa yang terancam punah loh. Tengoklah giant panda sebagai panda po atau red panda sebagai master shivu. Mereka berdua adalah species yang hampir punah. (secara di sebuah kebun binatang pernah ada karyawan-karyawannya kegirangan banget ketika salah satu panda bisa melahirkan dengan selamat)

Mungkin film ini membawa pesan moral untuk melindungi binatang-binatang yang terancam keberadaannya.

Coba bisa dilihat disini
http://albaz.wordpress.com/2008/08/06/mas-slamet-main-di-kung-pu-fanda/

(maaf ya, numpang nyantumin blog teman) thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

June 2008
M T W T F S S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
%d bloggers like this: