it’s about all word’s

Belajar dari Euro 2008

Posted on: June 29, 2008

Euro 2008 telah berakhir kemarin. Juaranya belum bisa diketahui ketika tulisan ini selesai diketik. Namun siapa pun juaranya, baik itu Jerman atau Spanyol, kita akan selalu bisa memetik nilai dari perjalanan para finalis tersebut.

Ada catatan besar bahwa pesta sepak bola Euro kali ini gagal memberikan kejutan setelah kuda hitam Turki dan Rusia gagal di semifinal setelah tampil impresif sepanjang babak penyisihan dan perempat final.

Keduanya gagal memberikan klimaks kejutan yang memacu adrenalin para pecinta bola. Lolosnya Jerman dan Spanyol bukan sebuah kejutan jika melihat status unggulan yang mereka sandang sejak keduanya melangkah ke kompetisi ini.

Semua penggila sepak bola tahu, perputaran kapital di Liga Primera Spanyol dan Bundesliga Jerman bagai hujan uang di negara ketiga. Artinya tak ada kesulitan bagi kedua timnas unggulan itu untuk mencapai hasil terbaik.

Tahun lalu saja keuntungan Real Madrid mencapai 261 juta poundsterling, Barcelona  216 juta poundsterling dan Valencia 80 juta poundsterling. Jika digabungkan kekayaan kedua klub Spanyol itu saja mencapai Rp110 triliun

Sedangkan Jerman punya raksasa Bayern Munchen yang tahun lalu menaguk untung 166 juta poundsterling, Hamburg SV 90 juta poundsterling, Schalke 04 85 juta poundsterling dan Werder Bremen 72 juta poundsterling. Jika dijumlah mencapai Rp61,97 triliun.

Klub Spanyol dan Jerman itu mau bersatu menyumbangkan keuntungan mereka untuk Indonesia, niscaya defisit APBN Indonesia gara-gara melonjaknya minyak yang mencapai Rp140 triliun bakal tertutupi bahkan malah laba. Semuanya berkat kegiatan tendang menendang bola di lapangan rumput.

Dengan kapital yang kuat ini, lolosnya kedua timnas Eropa tersebut ke partai puncak jelas bukanlah kejutan. Tidak ada representasi kekuatan minoritas seperti halnya Yunani yang perkasa di Euro 2004 Portugal.

Justru pertanyaan besar menggantung pada timnas yang tak lolos ke partai puncak dengan pengecualian Inggris. Negara yang mengklaim sebagai asal sepak bola ini bahkan tumbang di babak kualifikasi.

Padahal Liga Premiership luar biasa menguntungkan dan digilai banyak orang. Yang lebih hebat lagi, sampai membuat aparat pemerintah Indonesia ikut-ikutan merengek gara-gara monopoli siaran oleh Astro.

Sebut saja klub-klub kaya Inggris a.l. Chelsea, Arsenal, Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Newcastle United  yang memiliki laba mencapai 767 juta pounsterling atau setara Rp151,86 triliun.

Kita lihat Italia yang tumbang di babak perempat final ditekuk Spanyol. Punya dukungan dana dari klub luar biasa besar. AC Milan, Inter Milan, AS Roma dan Juventus tahun ini menuai laba hingga 538 juta poundsterling atau setara Rp106,72 triliun.

Sedangkan juara dunia 1998, Prancis malah sudah keok berkokok sejak babak penyisihan grup C. Dilibas Belanda dan Italia lalu imbang dengan Rumania. Padahal Liga Prancis pun tak kalah hebatnya.

Dua raksasa Olympique Lyonnais dan Olympique de Marseille mengumpulkan margin sampai Rp35 triliun. Jelas lebih wah dari Liga Rumania, Belanda, Portugal, Kroasia yang semua klubnya tak masuk daftar 20 tim terkaya di dunia.

Keunikan justru terjadi pada timnas Turki dan Rusia. Jauh dari pembicaraan para broker pemain-pemain bintang. Keduanya justru lolos ke babak semifinal dengan kondisi yang luar biasa.

Turki menjadi tim dengan kekuatan paling rapuh karena sanggup menyulitkan Jerman hanya dengan bermodalkan 13 pemain sementara Rusia menekuk Belanda dengan modal gelar tim dengan rerata umur pemain paling muda dan kurang dikenal publik bola Eropa.

Berkat Turki dan Rusia begitu juga Jerman dan Spanyol, adrenalin pecinta bola dunia terpuaskan. Keempat tim yang berlaga di semifinal menampilkan pentingnya profesionalitas, nasionalisme, kolektivitas dan stabil menjaga penampilan.

Turki dan Rusia memang menampilkan profesionalitas, semangat nasionalisme dan kolektivitas bermain yang luar biasa namun masih kalah oleh stabilnya Spanyol dan Jerman dalam bermain.

Spanyol tahun ini patut mendapat pujian karena berhasil menyatukan ego kesukuan antar pemainnya yang selama 20 tahun terakhir jadi pemicu ketidakharmonisan tim. Lihat saja perseteruan suku Catalan, Basque, Andalusia dan yang lain-lain.

Sebuah perseteruan antar suku, serupa dengan perseteruan agama Kristen Protestan dan Katolik yang terjadi diantara Glasgow Celtic dan Glasgow Ranger, yang menjadi antitesis dari semangat kebersamaan sepak bola.

Sementara Jerman sejak awal tak diragukan lagi selalu menyajikan permainan stylish suku Germanic yang dingin, total dan impresif ketika bertempur. Semangat yang membuat bangsa ini menjadi kekuatan yang ditakuti di semua bidang.

Namun yang jelas Expect Emotions sebagai slogan bagi penyelenggaraan Euro 2008 jelas tergambar selama sebulan ini. Gelaran Euro 2008 yang menguntungkan semua pihak tidak hanya mampu menarik dari sisi hiburannya, tetapi juga dapat mendorong luapan emosi.

Membuat debaran jantung makin kencang, bahkan membuat orang tidak bisa tidur secara berkepanjangan akibat tim yang dijagokannya tak memperlihatkan prestasi yang diinginkan.

Dan yang tak boleh dilupakan, dari ajang Euro 2008 debaran jantung tak hanya menjadi milik para pemain dan manajer atau para pendukungnya tapi menjalar hingga ke rekening-rekening para pemain yang menampilkan permainan terbaik.

Karena usai pagelaran ini bisa dipastikan transfer-transfer dana dalam jumlah besar bakal terjadi. Semua klub kaya bakal berebut mendapatkan para pemain berskill tinggi hingga pelatih brilian tak peduli dari timnas yang menang atau kalah.

Pendek kata tak ada kekalahan yang tak mendatangkan menguntungkan. Dari semua kucuran keringat seluruhnya menghasilkan gelegak perputaran kapital yang tak terbayangkan warga dunia ketiga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

June 2008
M T W T F S S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
%d bloggers like this: