it’s about all word’s

Senyum mesum dari Senayan

Posted on: July 10, 2008

Hari-hari terakhir ini pedangdut Kristina lebih banyak tersenyum kecut tiap kali wartawan mendekat. Wajahnya yang molek kini tampak lebih tua, garis ketuaan nampak jelas di seputar kelopak matanya.

Tak nampak lagi senyum sumringah yang dia pamerkan di Masjid Agung Sunda Kelapa, kawasan Menteng, Jakarta Pusat kala dirinya dinikahi si ganteng Al Amin. Tak nampak lagi mata berbinarnya yang disaksikan Mantan Wakil Presiden Hamzah Haz dan Ketua PBNU, Hasyim Muzadi.

Hari-hari terakhir ini batin perempuan bernama lengkap Kristina Iswandari itu begitu berat karena Al Amin Nur Nasution, anggota Komisi IV dari FPPP DPR, pria yang dikenalnya begitu santun, yang punya senyum cool bikin jantung Kristina deg deg-an mau copot ternyata benar-benar membuatnya serasa jatuh bangun.

Putra bungsu almarhum Wahab Nasution yang terpandang di daerah Jambi itu tidak saja dicokok tim Komisi Pemberantasn Korupsi karena menerima uang suap tapi juga tertangkap bersama perempuan muda bernama Efielian Yonata.

Pasca penangkapan Al Amin, putri pasangan Bowo Sukiswo dan Dariah. masih setia mendampingi sang suami. Kristina tetap tegar menghadapi publik. Namun semuanya berakhir setelah rekaman pembicaraan mesum Al Amin- Azirman diperdengarkan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, beberapa hari lalu.

Amin                : Kayak semalem kan bagus pula yang baju putih…
Azirwan            : Tak bagus !
Amin                : Sudah dipake ya?

Sepenggal rekaman pembicaraan antara Al Amin dengan Sekda Bintan Azirwan betul-betul menampar perempuan kelahiran Jakarta, 8 Mei 1976. Rekaman itu bukti kuat bagi suaminya yang alim itu selain korup juga ‘bejat’.

Dalam rekaman pembicaraan itu, terungkap bahwa Al Amin ‘memesan’ seorang wanita kepada Sekda Bintan Azirwan sewaktu hendak mengadakan pertemuan di Hotel Ritz Carlton untuk ‘bertransaksi’ soal proyek alih fungsi hutan lindung di Bintan, Kepulauan Riau.

Rekaman itu diperdengarkan dalam sidang perkara suap alih fungsi hutan di Bintan Kepulauan Riau. Sayang rekaman itu tak secara utuh diperdengarkan karena kuasa hukum Azirwan meminta JPU untuk mempercepat rekaman pembicaraan dengan alasan tidak ada relevansi dengan materi yang hendak diperdengarkan.

Akan tetapi apabila dicermati dari kata-kata ‘kayak semalem kan bagus pula yang baju putih’, terlihat jelas bahwa dalam pertemuan sebelumnya Al Amin pernah ‘tidur’ dengan seorang wanita ‘baju putih’ yang mungkin merupakan ‘bonus’ atas jasanya membantu memuluskan proyek alih fungsi hutan lindung itu.

Artinya, perbuatan itu bukan yang pertama kalinya dilakukan Amin, nampak sudah menjadi tradisi untuk setiap pertemuan-pertemuan dengan para ‘klien’ yang butuh beking anggota DPR.

Hingga persidangan berakhir, identitas wanita berbaju putih yang dimaksud Amin tidak berhasil terkuak. Seusai persidangan pun Azirwan enggan mengkomentari hal itu dan terbirit-birit menghindari wartawan yang buas memburunya.

Uniknya ada kesan semua pihak hendak menutupi perilaku seks Al Amin dan Azirwan. Kasus cenderung dilokalisasi pada persoalan suap menyuap dengan harapan menenggelamkan persoalan perilaku amoral Amin sebagai anggota Dewan.

Padahal sebenarnya dua hal itu merupakan satu kesatuan atau satu paket. Artinya jika uang pelicin untuk satu proyek tertentu adalah menu utama maka perempuan penghibur adalah suguhan pencuci mulut.

Memang apabila yang dimunculkan hanya persoalan suapnya, maka Azirwan selaku Ketua tim percepatan pembangunan Bandar Seri Bintan akan terkesan seperti pahlawan karena tindakan penyuapan itu semata-mata untuk kepentingan rakyat Bintan.

Berbeda halnya ketika kasus bejat kedua pihak itu diungkap, jelas ceritanya akan menjadi liar. Sama halnya dengan Al Amin. Partai tempat Al Amin bernaung juga ingin kasus perilaku Al Amin tersebut tidak dibuka dalam persidangan.

Jelas pengungkapan perilaku seks Al Amin itu akan mencoreng nama baik partai berlambang ka’bah itu dan citra suci DPR yang selalu mengucapkan sumpah jabatan keras-keras atas nama Tuhan.

Tidak hanya itu, dengan adanya kasus ini kolega Al Amin se-partai atau semua anggota DPR yang juga mempunyai perilaku yang sama tidak ingin persoalan seks ini muncul di permukaan.

Maklum sebelum kasus Al Amin, sudah muncul kasus anggota Fraksi Partai Golkar Yahya Zaini-pedangdut Maria Eva dan Fraksi PDI Perjuangan Max Moien-Desi Firdianti.

Anehnya kedua perempuan kompak mengaku melakukan perbuatan dalam kondisi tertekan. Maria Eva di satu televisi menangis, di televisi lain tertawa girang sementara Desi mengaku diperkosa meski tersenyum dalam dekapan Moien.

Kedua kasus fenomenal jelas membuat Badan Kehormatan (BK) DPR bekerja keras setelah sebelumnya jadi tertawaan publik karena kurang gaul sehingga berseteru dengan supergrup Slank.

Kasus Al Amin seakan melengkapi sejarah sisi kelam kekuasaan yang berumur ribuan tahun. Dalam persepsi kultural Jawa dikenal jargon lelaki sejati atau lelananging jagat.

Lelaki Jawa, baru benar-benar berhak menyandang gelar lelaki sejati jika telah memiliki harta, melengkapi diri dengan kesaktian dan senjata (senjata), agar dapat memasuki kelas sosial yang lebih tinggi, priyayi (tahta), dan semuanya baru lengkap bila sudah memiliki banyak wanita, entah sebagai istri sah entah sekadar gundik).

Namun budaya ini bukan dikotomi budaya Jawa. Perjalanan budaya Nusantara adalah asimilasi budaya berbagai bangsa. Harta, senjata, tahta dan wanita adalah satu kesatuan dalam berbagai kisah perpolitikan di berbagai negara.

Jiran kita, Malaysia pun masih hangat kasus peragawati Altantuya Shaariibuu yang diduga pernah bersenang-senang dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak.

Tapi Altantuya tak seberuntung Maria Eva yang bisa terkekeh dan berlenggok di panggung, layar lebar bahkan calon legislatif. Altantuya ditemukan dengan tubuh terburai.

Dara manis Mongolia itu ditembak dua kali di kepala dan jasadnya diledakkan dengan peledak plastik di pinggir Waduk Shah Alam, di pinggiran Kuala Lumpur pada Oktober 2006. Tiga polisi Diraja Malaysia diketahui terlibat.

Selain menyeret Najib, kasus ini juga menyeret Abdul Razak Baginda seorang direktur eksekutif Malaysian Strategic Research Centre dan pejabat penting di partai politik terbesar Malaysia , UMNO.

Kasus Altantuya melengkapi kisah gelap di Malaysia setelah Menkes Malaysia Datuk Seri Dr Chua Soi Lek ‘membintangi’ video porno di awal tahun 2008. Namun pada umumnya jiran kita tegas dalam persoalan syahwat.

Para pejabat itu umumnya langsung diminta mundur oleh partainya atau langsung mengundurkan diri begitu ketahuan terjerat skandal amoral. Bukan dilindungi atau kasusnya sengaja ditutup-tutupi sehingga dilupakan begitu saja.

Skandal heboh namun terlupakan adalah kasus Faridah Abdullah Rahman yang sempat membuat heboh kalangan Departemen Luar Negeri yang ketika itu dipimpin Hassan Wirajuda, empat tahun lalu.

Pasalnya perempuan asal Bima, NTB itu membuat testimoni soal transaksi seksual yang membuatnya harus melayani berbagai ras di AS termasuk tokoh penting di lingkungan Konsulat Jenderal RI (KJRI) di New York. Namun seiring perjalanan waktu kasus Faridah tenggelam begitu saja.

Soal skandal seks para pejabat Amerika jelas tak ada habis-habisnya untuk jadi pembicaraan. Satu rujukan menarik sejumlah skandal seks para pemimpin di AS adalah buku Fall from Grace karya Shelley Ross hingga karya Robert Daleck dalam An Unfinished Life: John F. Kennedy, 1917-1963 yang menggegerkan publik AS.

Maklum saja Shelley dan Daleck menulis perjalanan asmara para pemimpin AS. Buku Daleck apalagi karena membahas hubungan gelap JFK dengan Marion Fahnestock. Skandal seks itu, diakui Marion alias Mimi, berlangsung bukan saja di dalam Gedung Putih, juga di berbagai tempat lain. Bahkan di sela-sela tugas kepresidenan yang tengah dijalani JFK di luar negeri dari Juni 1962 sampai November 1963.

Kisah Mimi melengkapi kisah asmara JFK dengan aktris simbol seks 1960-an, Marilyn Monroe yang berakhir tewasnya Monroe dan tertembaknya JFK, 22 November 1963.

Tak sampai di situ, Shelley dalam bukunya menulis JFK pernah selingkuh dengan gadis simpanan Sam Giancana, bos mafia Chicago, bernama Judith Campbell Exner.
Hal ini terbukti setelah Komisi Bidang Operasi Intelijen Senat membenarkan kisah ini. Seperti halnya Monroe, si cantik Campbell pun kedapatan tewas misterius.

Selain Monroe, Mimi dan Campbell disebut pula nama-nama lain yaitu pelukis terkenal Mary Pinchot Meyer, Jayne Mansfield dan Angie Dickinson.

Shelley juga menyebut berbagai kasus penyelewengan seksual tak kurang dari 11 pemimpin Amerika termasuk ketiga tokoh pendiri Amerika: George Washington, Thomas Jefferson, dan Abraham Lincoln.

Selain ketiga founding father Paman Sam dan JFK disebut pula Andrew Jackson, Richard Johnson, James Garfield, Grover Cleveland, Dwight D. Eisenhower, Ronald Reagan, politikus Gary Hart.

Perselingkuhan yang bikin geleng-geleng adalah James Buchanan karena menjadi satu-satunya Presiden Amerika yang homo dan memacari Senator William Rufus De Vane King dari Alabama.

Kisah unik terjadi pada diri George Bush senior. Kisah ini ternyata karangan Hillary Clinton untuk memenangkan suaminya dalam pemilihan presiden 1992. Ternyata malah suaminya Bill Clinton terlibat skandal seks dengan Monica Lewinsky di tahun itu.

Uniknya kisah Clinton sama dengan JFK, berselingkuh dengan stafnya. Konyolnya demi memuluskan langkah sang istri ke kursi kepresidenan, Clinton menyangkal telah selingkuh dengan Monica Lewinsky dalam memoarnya, My Life.

Namun Hillary memang ditakdirkan dijegal isu perselingkuhan. Ketika terlibat pertarungan sengit dengan Obama berebut dukungan Partai Demokrat, justru tokoh penting pendukungnya, Gubernur New York Eliot Spitzer terjerat kasus skandal seks terkait pencucian uang dan perbuatan amoral.

Spitzer ketahuan Biro Penyidik Federal (FBI) mengucurkan uang puluhan ribu dolar untuk berhubungan dengan pelacur Emperors Club VIP yang per jamnya berbandrol US$5.500-US$80.000.

Belakangan diketahui Spitzer menggunakan jasa seorang PSK papan atas berjuluk “Kristen” yang memiliki nama asli Ashley Alexandra Dupre dengan tarif US$1.000 per jam di salah satu hotel di Washington.

Kekuasaan dan perempuan memang tak terpisahkan. Victor Ostrovsky, mantan agen Mossad yang membelot dalam bukunya By Way of Deception dan John Perkins dalam Confessions of an Economic Hit Man menyebutkan perempuan sebagai senjata terbaik untuk menjalankan aksi mereka.

Ketika suap tak mampu meluluhkan hati, wajah elok perempuan menjadi senjata berikutnya. Maka ketika suap dan perempuan menyatu di diri Al Amin hasilnya Kristina hanya bisa sendu mendendangkan Jatuh Bangun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: