it’s about all word’s

Dari skuter menuju balap dunia

Posted on: July 24, 2008

Dunia balap memang cukup unik. Tidak sekadar bermodalkan bakat bagus dan tunggangan kencang tapi juga dibutuhkan keberuntungan untuk dilirik para pencari bakat untuk bisa melangkah ke tingkatan balap yang bergengsi.

Salah satu pembalap Indonesia yang tengah berjuang menyusul Doni Tata ke level balap MotoGP adalah Muhammad Fadli Imammudin yang biasa disapa dengan nama M. Fadli.

Uniknya pemuda kelahiran Bogor, 25 Juli 1985 ini memulai karir membalapnya justru di adu kebut skuter. Pelan tapi pasti Fadli menunjukkan talenta besar untuk berkiprah di dunia balap motor nasional.

Aksinya mencuri mata Asep Hendro, juragan pemilik AHRS Racing Team yang bermarkas di Depok, Jabar. Mantan crosser itu kemudian kemampuan Fadli dengan mencemplungkannya ke dalam tim Suzuki AHRS Pertamina Enduro 4T IRC.

Pilihan Hendro tak salah, Fadli langsung mampu memberi jawaban, di kelas bebek 110cc dia mampu menyabet peringkat kelima di seri Kejurnas 2003. Salah satu keunggulan Fadli adalah fisik prima serta kemampuan menjalin komunikasi dengan tim pendukung.

Dengan prestasinya itu tak heran, Jabar memberi target Fadli berprestasi di PON XIV 2004 Palembang. Hasilnya adalah medali emas di Kelas 4 Tak 110 cc Beregu dan medali perak Kelas 2 Tak Underbone.

Masih di tahun yang sama Fadli menjadi juara nasional serta menorehkan tinta emas dengan meraih podium utama FIM Asian Road Race kelas 110cc Seeded, kurva prestasi pun berlanjut dengan raihan juara One Make Race Suzuki Kelas 4 Tak 125 cc 2005.

Setahun kemudian, Fadli kembali ada di atas podium kala meraih runner up Kejurnas MotoPrix Kelas (MP2) 4 Tak 125 cc dan merebut juara Umum U Mild U Bikers Safety Race to Asia 2006 kelas MP2 125 cc 4 Tak Tune up Seeded.

Melihat bakat Fadli yang potensial, Asep Hendro terang memajukan pembalap binaannya untuk mencoba tantangan baru. Kali ini adalah naik kelas Supersport 600 cc.

Tentu saja ini bukan hal yang mudah, menurut Fadli dia dipaksa untuk cepat mengenal dan mampu mengendalikan tunggangannya, Suzuki GSXR-600 yang lebih tambun nan bertenaga.

“Jika bebek 110-125 cc hanya menghasilkan tenaga maksimal 20 tenaga kuda, maka motorsport menghasilkan daya hingga 120 tenaga kuda. Bisa dibayangkan susahnya mengendalikan motor dengan tenaga sebesar ini,” papar pembalap yang tinggal di Depok itu.

Meski sulit, Fadli dengan bakat alamnya langsung memberi jawaban di putaran I Petronas FIM Asian GP 2008. Pembalap Suzuki IRC U Mild AHRS ini menyabet nilai 45, tertinggi di antara rider asal Jepang, Malaysia dan Thailand.

Prestasi ini cukup mengagetkan mengingat GSXR-600 yang dipakai Fadli kalah bertenaga dibandingkan tunggangan para pembalap lain. Dari tes diketahui motor Fadli hanya menghasilkan 102 tenaga kuda sementara motor kompetitor bisa menyemburkan 115 tenaga kuda.

Pihak Suzuki kemudian mendatangkan tunner Jepang, Kei Tanaka dari Keng Yang Co.Ltd yang menjadi satu paket bersama bengkel tunner Green Cycle agar Fadli bisa lebih kompetitif di balapan selanjutnya.

Perjalanan Fadli masih panjang dan memang dibutuhkan kesabaran untuk melalui banyak tahapan sebelum melangkah ke ajang impian seluruh pembalap yakni MotoGP. Terus berjuang kawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: