it’s about all word’s

Globalisasi: Ancaman/Peluang?

Posted on: July 24, 2008

Judul Buku: Globalisasi peluang atau ancaman bagi Indonesia
Penulis: Budi Winarno
Penerbit: Erlangga, Juni 2008
Tebal: 106 Halaman

Dalam beberapa dekade belakangan, globalisasi dan regionalisasi ekonomi telah menjadi salah satu isu menarik di luar isu-isu lain seperti isu-isu tentang keamanan dan lingkungan global.

Sebagai isu yang paling sering dibahas, globalisasi menjadi sebuah fenomena multifaset yang menimbulkan beraneka ragam praduga an interpretasi, terutama ketika dikaitkan dengan kesejahteraan umat manusia di dunia.

Ada pihak-pihak yang melihat bahwa globalisasi ekonomi adalah suatu keniscayaan sejarah yang akan membawa kemakmuran, perdamaian dan demokrasi bagi seluruh umat manusia.

Namun ada juga pihak-pihak yang meyakini bahwa globalisasi ekonomi akan mengakibatkan ketimpangan dalam distribusi pendapatan dan semakin luasnya kemiskinan.

Penulis Budi Winarno dalam buku ini bukan hanya memberikan pembahasan mengenai globalisasi, namun juga pengaruhnya bagi bangsa Indonesia.

Buku setebal 106 halaman ini dibagi menjadi tiga bagian dan 10 bab. Bab pertama berbicara tentang Globalisasi dan Regionalisasi Ekonomi, Bab kedua Otonomi Daerah dan Reformasi Birokrasi sementara bab ketiga menyoroti peran pemerintah dan birkorasi di Jepang dalam pembangunan.

Menurut penulis tak ada kata sepakat mengenai makna globalisasi di kalangan ilmuwan. Setiap kelompok ilmuwan memiliki definisi yang disesuaikan dengan lingkup idealisme dan perspektif yang mereka gunakan. Terlebih lagi saat membahas ruang lingkup, besaran, dan keuntungan yang akan didapat dari globalisasi ekonomi.

Guru Besar Ilmu Politik dan Ilmu Hubungan Internasional Fisipol dan Program Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini justru meyakini tantangan ke arah globalisasi.

Dia berpendapat hal ini didasarkan pada kenyataan, bahwa dalam rentang dua dekade sejak tahun 1980-an, di mana globalisasi neoliberal semakin intensif menerpa dunia.

Sementara tingkat kemiskinan dan ketimpangan distribusi pendapatan semakin meluas. Kemiskinan menjadi semakin parah di negara-negara dunia ketiga Ketimpangan juga semakin melebar ke semua tempat, baik antarnegara maupun dalam negara.

Negara-negara dunia ketiga yang sebagian besar di wilayah selatan, semakin tertinggal tingkat kemakmurannya dibandingkan negara-negara maju. Sedangkan di negara-negara maju, sebut saja Uni Eropa, ketimpangan semakin besar antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin, yang akan berpengaruh terhadap wilayah lain.

Salah satu ciri penting globalisasi, dunia, dan pasar kini terintegrasi dan terkoneksi satu sama lain dalam lingkungan tanpa batas. Akibatnya gejolak ekonomi bagaikan memicu jatuhnya kartu domino.

Jelas globalisasi memiliki banyak wajah sosial, ekonomi dan politik. Artinya globalisasi membawa hal positif dan juga negatif. Artinya ada peluang dan sekaligus ancaman.

Globalisasi akan menjadi peluang yang menjanjikan kemakmuran, demokrasi dan keadilan jika dapat dikelola dengan baik. Sebaliknya pihak yang gagal harus menjadi pihak yang kalah dan dijerat kemiskinan.

Agar Indonesia tidak menjadi pihak yang kalah dibutuhkan keteguhan pemerintah sebagai wasit dalam permainan ini dan tak sekadar duduk manis sebagai penikmat hasil akhir pertarungan liberalisasi pasar alamiah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: