it’s about all word’s

Jorge Lorenzo underbone Indonesia

Posted on: July 24, 2008

Lintasan balap memang keras. Cedera kerap terjadi namun menang dengan kondisi tubuh tak optimal hanya sedikit yang mampu melakukan. Dari kelas MotoGP saat ini kita mengenal rookie asal Spanyol Jorge Lorenzo dari tim Fiat Yamaha Michelin.

Prestasi Jorge berhasil disamai, Wahyu Widodo pembalap Indonesia pada Seri 4 balap kelas underbone 115 cc yang digelar Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) Asia akhir pekan lalu di Sirkuit Johor.

Terasa mengharukan karena akhirnya bendera Merah Putih kembali berkibar setelah layu di Sepang. Lewat kemenangan dramatis Wahyu karena hanya berselisih 0,001 detik dari para pembalap tuan rumah.

Namun yang membuat publik dan pembalap jiran Malaysia angkat topi karena pembalap asal Ciamis, Jabar ini bertarung dengan kondisi kaki cedera. Sedikitnya 20 ada jahitan menghias mata kaki kiri Wahyu akibat cedera yang didapat di PON XVII.

Sepekan sebelum seri ke-3 FIM Asia, Wahyu masih harus berjuang demi kontingen Jawa Barat memburu emas pada hari terakhir perlombaan cabor balap motor PON XVII/2008, di Sirkuit Kalan,Samarinda Sebrang, Minggu (13/7).

Pada perlombaan itu pembalap berjuluk Werenk itu mengalami nasib sial setelah terjatuh saat berlaga pada nomor beregu kelas 150 cc.

Ketika itu dia dan Feizy Juniardith tinggal selangkah lagi meraih emas setelah keduanya berada di posisi ketiga dan keempat menjelang akhir perlombaan. Namun, saat memasuki tikungan menanjak di Sirkuit Kalan, Wahyu kehilangan kontrol dan kemudian terjepit dua pembalap lain sehingga terjatuh dari motornya.

Akibat itu Tofani Sadikin, Brand Manager U Mild selaku sponsor tim Suzuki IRC U Mild AHRS nyaris tak tega melepas Wahyu bertarung. Namun manajer tim, Tommy Effendy menjamin anak asuhnya siap bertarung.

Kepercayaan itu membuat Wahyu bertarung habis-habisan sejak sesi latihan dan kualifikasi. Untuk tetap mampu menggunakan kaki kirinya mengoperasikan gigi transmisi, Wahyu harus melepas lapisan dalam sepatu balapnya.

“Tiap digerakkan sakit. Apalagi kalau tergesek sepatu. Kaki pun keringatan. Jadi saya harus selalu ganti perban tiap kali selesai latihan dan bertanding. Agar sakit tak terasa saya fokus pada lintasan. Alhamdulah menang,” papar pembalap kelahiran 15 Januari 1984 itu.

Dengan kaki bengkak dan menahan nyeri, juara FIM Asian GP 2007 kelas Underbone 4 Tak 115 cc itu mencatatkan diri sebagai dua pembalap Indonesia yang bisa start di posisi 10 besar.

Wahyu start di posisi ke tujuh sementara rekannya asal Yogyakarta, Sigit Purwo Diharjo dari tim Yamaha TDR Indoparts FDR Yonk Jaya menempati posisi start ketiga. Sisanya dikuasai pembalap tuan rumah dan Thailand.

Pada race pertama, Wahyu yang praktis berjuang sendirian di depan berhasil menempati posisi keempat, membuntuti dominasi pembalap tuan rumah seperti Iskandar Raduan, Effendi Rosli dan Edzuan Abdul Gani.

Nyeri yang semakin menjadi-jadi karena lepasnya beberapa jahitan justru makin membuat Wahyu terpacu di race kedua. Bersama Sigit, kedua berhasil memecah konsentrasi para pembalap tuan rumah.

Determinasi Wahyu bahkan diakui para pembalap Malaysia. Iskandar Raduan, Effendi Rosli mengaku kecolongan di tikungan akhir dan langsung membantu Sigit berdiri di podium ketika mengetahui seteru mereka berhasil menang dengan kondisi cedera.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: