it’s about all word’s

Dr Muwardi (1907-1948) Vol IX

Posted on: August 13, 2008

Matipun masih disingkirkan

Pada Kongres Pandu Rakyat Desember 1950 diantara utusan-utusan diusulkan supaya untuknya dibuatkan patung sebagai penghargaan yang tinggi akan jasa-jasa beliau terhadap Kepanduan, Nusa, dan Bangsa pada umumnya.

Namun suara-suara yang terdengar pada waktu itu disekitar soal patung tersebut masih menyiratkan bahwa belumlah ada keyakinan atau kepastian tentang wafatnya Muwardi. Sehingga soal ini tak dapat diperbincangkan lebih lanjut

Tahun 1955 dibentuk kalangan Panitia Penyelenggara Pemasangan Gambar Dr. Muwardi dari pihak kepanduan antara lain Mulyadi Joyomartono, Sarino, Mangunpranoto, Dr. Achmad Dipodilogo dan lain-lain. Sedang anggota Panitia yang berasal dari Angkatan Perang antara lain Sukemi, Hangjogati, Mulyadi, Bimo, Gunadi (semua bekas Kapten), Gunarto, Sulbekti, Ingam, Amin Sujitno, Sudharmo (semua bekas Letnan) dan banyak lagi.

Panitia ini memiliki rencana memasang gambar Dr. Muwardi di Gedung Rakyat Indonesia Semarang (GRIS) di jalan Pemuda (dulu-Jalan Bojong) dan membuatkan patung di Solo, juga mempunyai rencana lain yang berhubungan dengan masalah kehidupan keluarga almarhum Muwardi. Pada tanggal 26 November 1955, Presiden Soekarno setelah sebelumnya secara langsung menjemput istri Dr. Muwardi di Salatiga.

Presiden Soekarno di temani oleh Gubernur Jawa Tengah berkenan hadir dalam acara pemasangan lukisan Dr. Muwardi di GRIS, seluruh keluarga besar Sastrowardojo hadir, termasuk ayah Muwardi, kakak-adik dan anak istrinya. Tak lupa tentu saja hadir pandu KBI dan kawan maupun anak buah Muwardi di Barisan Banteng.

Namun, ironisnya kini GRIS telah diratakan atas persetujuan Pemkot Semarang dan sampai kini seluruh keluarga besar Sastrowaroyo tidak ada yang pernah dihubungi perihal lukisan diri Muwardi tersebut.

Seperti hukum alam. Semakin tinggi pohon semakin kencang angin berhembus. Muwardi pun tidak lepas dari orang-orang yang tidak menyukai prestasi dan sepak terjangnya.

Pertama, tahun 1949 tepat setelah musuh-musuh Muwardi di Kepanduan dari golongan Islam fanatik yang tidak suka dengan Muwardi yang Islam Nasionalis, setelah mereka yakin akan hilangnya Muwardi, mereka berusaha mendirikan satu organisasi Kepanduan Islam oleh Kongres Muslimin Indonesia di Yogyakarta.

Golongan kepanduan Islam fanatik ini meneruskan aksinya untuk mengguncang Kongres II Pandu Rakyat Indonesia di Yogyakarta pada tanggal 20-22 Januari 1950.

Akibatnya pada kongres ini memutuskan : untuk menerima konsepsi baru, yaitu memberi kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupakan kembali bekas organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia.

Keputusan ini diperkuat dengan keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesia merupakan satu-satunya wadah kepramukaan di Indonesia, jadi keputusan nomor 93/Bag.A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah.

Tentu saja hal ini sangat menyakiti prinsip pandu Muwardi yang berprinsip bahwa  “pandu yang satu adalah saudara pandu yang lainnya. Oleh karena itu, seluruh pandu harus menjadi satu.”.

Akibatnya agak aneh juga kalau direnungi, sebab sepuluh hari sesudah keputusan Menteri No. 2334/Kab. itu keluar, maka wakil-wakil organisasi kepanduan di bawah dorongan Kepanduan Bangsa Indonesia mengadakan konfrensi di Jakarta dan pada tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) sebagai suatu federasi.

Kedua, usaha-usaha dari pihak komunis yang pada saat era ’60 yang berusaha menghapuskan pengaruh Muwardi dalam kepanduan. Yaitu dengan munculnya ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana.

Pada Pasal 349 Ayat 30. Yang berbunyi : Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8). Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS Presiden Soekarno pada Hari Kamis malam 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan Indonesia, bertempat di Istana Negara.

Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. B

eruntung Presiden Soekarno sudah mengetahui gelagat kurang baik dari PKI yang mengatas namakan jargon “ganyang ajaran imperalis” untuk mengkerdilkan peran seorang Muwardi yang tak lain adalah orang kepercayaannya saat revolusi kemerdekaan, seseorang yang diberi kepercayaan Bung Karno untuk menjaga jiwanya dengan Barisan Pelopor Istimewa-nya.

Sehingga Soekarno menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi.
Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.

Alasan Soekarno menunjukkan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dimaksudkan  karena pada tahun 1941, Sultan dan adiknya (Paku Alam) adalah orang yang aktif membantu gerakan kepanduan.

Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).

Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka. Yang sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan anggaran dan aturan dasar dari Kepanduan Bangsa Indonesia-nya Muwardi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

August 2008
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d bloggers like this: