it’s about all word’s

Mesias dari dunia maya

Posted on: September 14, 2008

Satu dekade lalu Indonesia jadi perhatian dunia. Pergantian kekuasaan yang begitu lama dikangkangi Orde Baru akhirnya tumbang lewat aksi jalanan. Semangat kebebasan pun meruyak. Pers lepas dari kekangan. Semua mulut bebas bersuara.

Ribuan kilometer dari Jakarta. Sejumlah mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat tak ingin ketinggalan angkat bicara. Agustus 1999, berdiri situs IndoCampus yang jadi rujukan diskusi para mahasiswa yang kuliah di seluruh penjuru dunia.

Pada sisi lain ada batasan yang diberlakukan pengelola IndoCampus dirasa mengekang sejumlah anggota yang bermimpi freedom of speech (FOS) diwujudkan tanpa batasan dan penuh tanggung jawab.

“Saya merasa terkekang. Kan salah satu yang bikin seru di Internet itu adalah bisa mengekspresikan diri sebebas-bebasnya. Karena semua orang itu pada dasarnya pengen bersuara dan didengar,” ujar Andrew Darwis.

Putra Antonius Darwis dan Nancy I.A yang kala itu kuliah di multimedia web design Seattle University lalu menggandeng Budi Dharmawan dan Ronald Stevanus menciptakan forum tandingan IndoCampus yang berusaha mewujudkan semangat freedom of speech sejati.

Alhasil sejak 6 November 2000 di Washington, AS lahirlah komunitas Kaskus yang merupakan kependekan dari Kasak & Kusuk.

“Karena FOS merupakan hak asasi setiap orang. Ngga ada satu orang pun di dunia yang berhak untuk melarang orang bersuara dan berpendapat,” papar lajang kelahiran 20 Juli 1979 itu.

Awalnya Kaskus hanya dikunjungi sekitar 15 orang saja. Pelan namun pasti. Lewat mulut ke mulut pengunjung Kaskus membiak luar biasa. Per 18 Agustus lalu situs ini memiliki 638.586 pengunjung tetap. Padahal dua tahun sebelumnya hanya 110.000 anggota.

“Kaskus sangat dikenal sebagai komunitas yang bebas bersuara. Ini yang membedakan Kaskus dengan forum lainnya,” papar Andrew..

Dalam dunia maya, forum umumnya dikendalikan para moderator yang otoriter. Sedikit salah anggota bisa kena cacimaki bahkan dibekukan. Sementara moderator Kaskus menekankan adanya kedewasaan berpendapat.

Situs penjejak Alexa.com mencatat Kaskus sebagai situs nomor tujuh yang paling sering disambangi dari Indonesia. Sementara di dunia Kaskus bertengger di urutan ke-209.

Sekilas biasa saja namun harus dicatat Kaskus adalah situs milik bangsa Indonesia. Enam peringkat teratas yang paling sering dikunjungi dari Indonesia adalah buatan luar negeri a.l. Yahoo!, Google.co.id, Friendster, Google, Blogger dan YouTube.

Kerja sendiri

Tentu saja ini prestasi luar biasa mengingat Kaskus, praktis sejak tahun ketiga berdiri   dijalankan oleh Andrew seorang diri. Alasannya klasik, karena tak menguntungkan Budi dan Ronald menyerah.

Alhasil Andrew berjuang sendirian mengurus Kaskus mulai dari membiayai operasional hingga menjaga kondisi Kaskus yang tak lepas dari ancaman para perentas nakal (cracker).

“Lumayan berat sih. Ratusan ribu member pasti punya banyak keinginan. Jadi setiap pulang kerja biasa yah pasti langsung di depan komputer lagi,” ujar pria yang pernah kerja di situs terkenal Lyrics.com sebagai web developer.

Sejak awal Kaskus merupakan situs yang mengadopsi users generated content sehingga pengguna sendiri yang mengisi konten Kaskus dengan thread dan komentar-komentar.

Tentu saja karena bebas mengisi konten, Kaskus belakangan kondang sebagai pusat pertukaran informasi hal-hal dewasa alias porno yang kelewat lengkap bahkan terus diperbaharui dan menjadi rujukan banyak orang.

Namun seiring diberlakukannya undang-undang bidang cyber dan IT, Kaskus pun terpaksa menendang konten BB17 yang porno. Itu pun lewat diskusi berujung mufakat.

“Kaskus sekarang jadi lahan untuk mencari nafkah sebagian anggotanya yang hidup dari berjualan di Forum Jual Beli. Kalau Kaskus ditutup berarti beberapa kaskusers ini jadi gak bisa cari nafkah,” papar Andrew yang kini dibantu 37 moderator.

Maklum sejak lulus dari Seattle, Andrew punya mimpi membuat Kaskus meraksasa. Untuk itu dia memindahkan server ke Indonesia, mempercantik tampilan Kaskus dan menambah konten lebih banyak.

Andrew mengakui ada kekhawatiran saat menutup BB17, Kaskus akan kehilangan pengunjung. Ternyata justru sebaliknya pengunjung justru membludak dan sempet membuat server Kaskus macet selama sepekan.

Pengiklan pun bukannya tak melirik Kaskus yang jadi situs paling sering dikunjungi di Indonesia. Google dan Yahoo! sempat datang meminang namun ditolak Andrew.

“Kalau semua kita jual jadi milik asing lalu apalagi milik Indonesia. Kita harus mengikuti aturan mereka. Saat ini pun meski iklan mulai masuk. Kita tetap tak mau mereka atur,” ujar Andrew tegas. Keep on rockin bro!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

September 2008
M T W T F S S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d bloggers like this: