it’s about all word’s

Ginung and cars

Posted on: September 26, 2008

Nyuci mobil sendiri

Kurang dari sepekan Lebaran datang menjelang. Bagi bos PT Mobile Gateway Indonesia Ginung Pratidina Mulyoto, hari-hari menjelang dan selama Lebaran sama artinya waktu untuk mengabdikan diri bagi kendaraannya.

Maklum, Ginung dan keluarganya punya alergi debu. Praktis bersih-bersih kendaraan, terutama bagian kabin mobil dari debu yang melekat mesti rutin dilakukan.

“Selama liburan itu adalah waktu yang sulit bagi kami. Asisten pulang jadi saya mesti nyuci mobil sendiri. Kami sekeluarga alergi debu!” ujar pria jebolan Maryland University, Schwabisch Gmund, Jerman itu.

Demi kendaraan bebas dari debu, setiap hari Ginung mengontrol kabin kendaraan berbodi panjang dengan sunroof tersebut. Bahkan ketika di perjalan pun, dia menyempatkan diri untuk menepi dan membersihkan debu yang ditemukannya.

Selain mesti merawat kebersihan kendaraan, Ginung menyambangi bengkel langganannya di Honda Fatmawati untuk menyegarkan kondisi mesin kendaraannya. Sehari-harinya dia menunggangi Honda Odyssey, sementara sang istri, Lenny Pratidina mengendarai Honda CRV.

Setelah kendaraan bersih dan bugar, pasangan muda itu membawa kedua putri mereka, Nandita Dhaneswari dan Yastika Dhaneswari bersilahturahmi ke rumah ibu Ginung, Harningsih Mulyoto di Cipete kemudian ke mertuanya, Siti Sundari di bilangan Cinere.

“Dulu saya pulang kampung ke Sukabumi tempat nenek [Sekarningsih Sukardi]. Tapi sejak beliau meninggal, Lebaran hanya di Jakarta saja,” ujar pria yang gemar mengoleksi miniatur mobil keluaran Honda dan miniatur kendaraan tokoh Tintin itu.

Meski rajin nyetir dan membawa keluarga ke Puncak atau ke Bandung, dengan kesibukannya saat ini Ginung termasuk tak bisa lagi melakukan perjalanan ke luar kota seperti saat dia kuliah di Jerman.

Saat tinggal di Jerman, anak keempat dari lima bersaudara itu berkendara setiap akhir pekan menyusuri jalanan Eropa dengan mobil sewaan. “Mobilnya sewa. Tapi juga tergantung duit,” ujarnya.

Kendaraan termewah yang pernah dia sewa adalah BMW 320 convertible untuk pergi ke Prancis Selatan. Sementara wilayah berkelana yang pernah dia sambangi dengan bermobil adalah Swiss.

Nyetir di Eropa

Pengalamannya rutin menyetir di Eropa membuat Ginung cukup tertib di jalanan Jakarta. Spesifikasi mobil pun selalu standar. Bagian yang dimodifikasi paling-paling audio untuk mendukung kecintaannya pada musik rock.

Toh dengan kendaraan standar Ginung bisa menyetir hingga jauh. Terutama jika ada undangan main golf. Sepagi dan sejauh apapun, demi main golf pasti dijalaninya dengan semangat.

Soal ngebut? Ginung justru ogah. Meski rajin ngebut bersama sang putri di lintasan gokart dan bercita-cita naik Ferrari Formula 1 two seatter kecepatan berkendaranya paling banter 180 km/jam. Itu pun dulu saat masih memakai Peugeot 306.

Usut punya usut Ginung pernah mengalami kecelakaan hebat di jaman SMA. Saat itu, pelajar SMA 6 itu belajar ngepot dengan Datsun Triple S milik sang kakak tertua Dana Persada yang merupakan pereli nasional.

Alih-alih bergaya Ginung yang biasa menyetir Mazda 232 malah mesti menamatkan cita-citanya menjadi tentara. Mobil sang kakak menubruk pohon dan pecahan kaca mobil menusuk bola matanya.

Toh ada hikmahnya juga kecelakaan itu. Ginung malas ngebut dan kini justru punya cita-cita baru yaitu bisa bersantai dan diantar kemana-mana saat akhir pekan oleh anak-anak perempuannya. Enak betul papi ini!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

September 2008
M T W T F S S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d bloggers like this: