it’s about all word’s

Sharon Cry for Ducati

Posted on: October 21, 2008

Ngebut sampai keluar air mata

Ajang ngebut sembari membonceng motorsport Ducati, Marlboro Red Racing Moto X2 memang sudah lama berlalu tapi ternyata menyimpan sebuah cerita tersendiri. Salah satunya Sharon Issabella Atmadja, sang pembonceng yang sebetulnya trauma naik motor.

Sebagai salah satu diantara 60 finalis dari seluruh Indonesia, Sharon berhak merasakan langsung melaju kencang di atas motorsport Ducati Desmosedici bertenaga 200 tenaga kuda.

MotoX2 sendiri adalah sebuah motor berbasis Ducati Desmosedici, yaitu tipe motorsport Ducati yang sama digunakan oleh Casey Stoner, pembalap Marlboro Ducati Team sekaligus juara MotoGP 2007.

Bedanya, MotoX2 dimodifikasi khusus hingga dapat digunakan berboncengan, sehingga tipe ini juga disebut MotoGP Two Seater.

Menurut jebolan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi The London School of Public Relations – Jakarta itu dia betul-betul tak bisa melupakan sensasi ngebut dengan kecepatan 300 km/jam, putaran mesin hingga 15.000 itu.

Maklum Sharon di sadel belakang MotoGP two seater harus melawan gravitasi sebesar 3G (tiga kali gaya gravitasi) pada saat kecepatan puncak di lintasan lurus Sirkuit Sentul yang mencapai 250-300 km/jam.

Padahal puteri dari pasangan Birawan Atmadja dan Ratnawaty Gede Lukman itu sama sekali tak bisa mengendarai sepeda motor. Kalau pun naik motor dia lebih sering membonceng motor bebek sang pacar.

“Gue pikir yah kalau hanya dibonceng sih oke lah. Kenapa tidak saya coba,” paparnya ketika iseng-iseng melamar seleksi kegiatan tersebut.

Rupanya keberuntungan berpihak padanya. Suatu waktu pihak Marlboro kemudian menghubunginya dan melakukan sesi wawancara. Belakangan Sharon dinyatakan lolos ke sesi final di sirkuit Sentul.

Bersama Sharon hanya ada dua perempuan yang lolos ke babak final yaitu Arki dari Jakarta dan Rosalina dari Bandung. Yang berbeda kedua rekannya itu memang berangkat dari komunitas motor sementara Sharon nol.

Disebut nol karena pengalaman bermotor Sharon yang pertama dan terakhir bagai sebuah film komedi karena berujung pada nyemplung ke sebuah sungai dan membuatnya trauma hingga saat ini

“Badan saya pendek jadi saat mengikuti Marlboro Red Racing Ducati Riding School yang dipimpin instruktur Massimo Piazza saya cuma bisa dorong motor Ducati Hypermotard dan Ducati Monster 696,” tuturnya dengan mata berbinar.

Karena serba enak Sharon langsung shock ketika masuk sesi Marlboro Red Racing Superbike 1098s two seater experience. Tanpa banyak basa-basi kendaraan langsung ngebut sejadi-jadinya.

“Pegangan tangan saya rasanya mau lepas saja. Saya teriak kencang sekali saking ngerinya sampai keluar air mata. Hanya dua lap tapi rasanya lama sekali,” ujarnya. Pengen lagi ngebonceng Ducati? Sharon mengangguk malu-malu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

October 2008
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d bloggers like this: