it’s about all word’s

Ricky Yang ‘The Piranha’ Han Tjong

Posted on: October 22, 2008

Mission Impossible si Piranha

Berlatih, berlatih dan berlatih. Hanya itu yang terlintas di kepala Ricky Yang Han Tjong, pebiliar terbaik Indonesia ini tengah menuju sebuah mission impossible dalam Grand Final of the Guinness 9 Ball Tour 2008.

Pebiliar asal Sungai Brambang, Medan ini mendapat kesempatan adu sodok dengan sebelas (11) pemain terbaik se-Asia akan berhadapan untuk meraih Ultimate Pool Greatness dan hadiah utama sebesar US$36.000 yang digelar di Taman Anggrek pada 24 – 26 Oktober 2008.

“Saya latihan keras di Pekalongan. Mulai jam 12.00 sampai jam 16.00. Lanjut lagi jam 18.00 sampai jam 21.00. Berarti tujuh jam tiap hari. Rutin,” ujar pebiliar berjuluk Piranha itu kepada Bisnis pekan ini.

Ricky sadar musuh yang akan dihadapinya sejak awal sudah kelas berat. Dari sepuluh orang pemain akan dibagi menjadi dua pool. Otomatis dia akan bertemu dua pemain Taiwan dan dua lagi dari Filipina.

“Semua pasti berat. Sama saya jadi lima orang satu grup. Strategi awal: langsung serang soalnya lawan sangat berat. Main agresif, langsung fight,” papar pengagum Earl Strickland.

Menurut Ricky pemain yang paling top dan jago adalah Wu Chia-Ching dari Taiwan dan Alex Pagulayan dari Filipina. Wu Chia-Ching merupakan pemain terbaik dunia, sementara Alex Pagulayan itu juara dunia.

Tidak itu saja, gelaran yang didukung saluran khusus olahraga ESPN STAR Sport ini juga diikuti oleh WPA nomor satu dunia, Dennis Orcollo, serta lawan tandingnya di Grand Final champion terakhir ini, Chang Jung-Lin.

Ricky termasuk beruntung, anak didik Hendri Putra Negara yang kini menempati peringkat ke-38 Asia ini masuk ke babak Grand Final dengan status wild card spot sebagai tuan rumah.

“Peluang tetap ada, ya memang sangat berat. Tapi harus yakin bisa juara,” papar 2007 Semi Finalis ESPN Leg 3 – Malaysia tersebut.

Dengan jujur Ricky mencatat dua kali pertemuan dengan Wu Chia-Ching dan semuanya kalah. Namun itu kalah tipis yaitu 98-97. Sementara dengan Alex Pagulayan dia pernah bersua tiga kali. Dua diantaranya menang dan sekali kalah.

Mencuri break

Tak ada gading yang tak retak. Para pemain Filipina juga punya kelemahan dan itu  masih bisa diatasi permainannya. Artinya permainan mereka tidak terlalu sulit karena umumnya bermain menyerang yang kerap menjadi bumerang.

Dari tetangga Indonesia itu, Ricky menyebut pebiliar yang paling jago bermain posisi  di sistem permainan sembilan bola adalah Alex Pagulayan. Tapi pada permainan ini juga ditentukan oleh break. Pada titik ini keberuntungan memegang peranan.

“Kalau berhasil di service break, dia menang. Tidak mesti dia bagus, maka tidak bisa dikalahkan. Makanya semua bisa kalah. Harus fight terus. Adu di break. Jadi, sekarang latihan break. Biar mantap,” papar pemain berusia 36 tahun itu.

Sebaliknya, lanjut pemain yang didukung Side Pocket Billiard itu, para pebiliar Taiwan kalau dapat kesulitan mereka masih mampu mengatasi dengan bermain sabar.

Dengan sering bertemu dan menderita kalah dari pebilar Taiwan, Ricky menjadi tahu sisi kelemahannya jika bertemu pemain-pemain Taiwan. Dia sadar sering ceroboh untuk itu dia akan memperbaiki kelemahan tersebut.

Dengan analisis pertandingan tersebut, Ricky dan sang pelatih menjalankan pola latihan untuk mempertajam pola permainan agresif sekaligus sabar menjaga emosi.

Meski adrenalin kini membuncah namun Ricky masih bersyukur dengan adanya perhatian dari Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI). Dia tahu Ketua Pengurus Besar POBSI, Mayjen Pol Purn Putera Astaman pasti datang menonton.

Pekan lalu dia sudah dihubungi mantan wakil ketua POBSI dan dengan tegas suara di ujung telepon itu mengatakan: “Ricky latihan keras. Ini demi bangsa!” Mendengar itu semangat dan optimismenya kembali naik.

Adanya perhatian itu membuat Ricky tahu POBSI percaya pada dirinya. Sebab sebagai pebiliar profesional dia tak pernah menyimpang dari jalur latihan.

“Kalau memang mau main-main ke Jakarta saja. Pertarungan ini benar-benar luar biasa. “Semua [lawan] berat, tapi saya akan berusaha keras!”tegas Ricky. Berjuang kawan!

*liputan bareng Ria Nurdiani, anak magang asal UNPAD.

1 Response to "Ricky Yang ‘The Piranha’ Han Tjong"

pengen bgt blajar biliard sama ricky yang, biaR lebih mahir dan kelak jd next master biliard indoneSia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

October 2008
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d bloggers like this: