it’s about all word’s

Rory Hidayat Hie the next Tiger Wood

Posted on: October 29, 2008

Mengayuh asa menuju puncak dunia

Delapan dekade lalu pemuda Indonesia mengobarkan semangat persatuan lewat Sumpah Pemuda, kini pegolf muda Rory Hidayat Hie juga ambil bagian kobarkan semangat lewat prestasi di kancah internasional.

Pegolf kelahiran 9 Januari 1988 ini kembali ke Tanah Air setelah hijrah satu dekade lalu ke Amerika Serikat. Rory berhasil menjuarai ASEAN Golf Tournament yang digelar di Imperial Golf Course, Karawaci, 26 Oktober lalu.

Ini jelas prestasi yang tak bisa diremehkan untuk seorang pemain golf yang terpaksa ‘menggelandang’ ke negeri orang gara-gara kerusuhan rasial 1998. Kerusuhan yang mencoreng muka Indonesia dan mematikan turnamen golf dalam negeri.

Lebih unik lagi sejatinya Rory tak pernah niat dan mimpi menjadi pegolf. “Yah, buat mendampingi saja. Saya lebih suka main sepak bola saat itu,” ujar pegolf peringkat ke-6 amatir dunia itu.

Keputusan ayah Rory, Tommy Hie, untuk memboyong anaknya ke negeri Paman Sam membuat Rory serius menekuni dunia golf saat usianya menginjak 10 tahun. Tiap hari Rory harus berlatih selama 5-8 jam oleh ayahnya.

Meski berkibar di negeri Paman Sam, Rory tetap bangga dengan Merah Putih. Bungsu dari tiga bersaudara ini mulai menapaki karir menjadi pegolf profesional di sana. Dua tahun lalu Rory menyabet dua gelar juara untuk High School State Championship dan Regional High School Championship.

Rory juga menjadi pemain kedua setelah Tiger Woods yang memegang kedua gelar itu di tahun yang sama. Pertama kali memegang stik golf ketika berumur lima tahun. Diakui olehnya, saat itu dia tidak berpikir untuk menjadi pemain golf.

Pegolf muda Indonesia ini baru satu bulan kembali ke tanah kelahirannya. Rory tidak sungkan mengakui kalau dirinya sempat merasa bosan. Malah usai memenangkan pertandingan kemarin, Rory bimbang bertanya pada dirinya mengapa masih mengayuh stik.

Namun Rory memiliki tips jitu tiap kali jenuh yaitu pergi ke mall. Menurut Rory, menjadi pemain pro mengganggu kehidupan pribadinya. Dengan tersipu malu Rory mengaku kalau belum pernah pacaran. “Nggak ada waktu.”

Rory mengatakan kalau orang lain mungkin seminggu bisa dua kali pergi ke mall, kalau dia paling cuma dua kali sebulan. Itu juga kalau ada teman yang mengajak.

Meski sudah sering bermain di pertandingan internasional, Rory tetap ikut turnamen lokal atau nasional. Anak laki-laki satu-satunya keluarga Hie itu suka deg-degan tiap ikut turnamen.

“Apalagi kalau yang nonton banyak, turnamennya besar, atau lagi memimpin,” tambah Rory, yang memenangkan turnamen Heather Farr Classic dan Lennar Junior di Mission Hills, AS pada 2004.

Rory, yang pernah memegang peringkat enam dunia untuk pegolf amatir, memulai debutnya sebagai pemain profesional pada turnamen Pertamina Indonesia President Invitational Agustus lalu di Damai Indah Golf and Country Club yang termasuk dalam rangkaian Asian Tour.

Seperti diketahui setiap pegolf amatir yang akan berlatih menjadi pro harus melewati tahapan playing ability test (PAT) dan setelah lolos harus mengikuti qualifying school atau QS.

Kerja kerasnya terjawab. Pada 12 Oktober lalu, Rory berhasil menyelesaikan PAT dan telah menjadi anggota Persatuan Golf Profesional Indonesia dengan mencatat skor 12 di bawah par atau nilai terendah di sejarah proses kualifikasi di Indonesia.

Bulan depan Rory akan berangkat ke Spanyol untuk mengikuti European Tour Qualifying School untuk itu Rory harus melepas beasiswanya di University of Southern California demi mengejar impiannya menjadi pegolf profesional papan atas dunia.

Dukung penuh

Bagi setiap orang tua, anak adalah segalanya. Mungkin hal itu tepat jika ditujukan kepada orang tua Rory yaitu Tommy Hie dan Rita Hie. Sepuluh tahun lalu, Tommy nekad melangkah dengan menjual segala harta benda yang dimilikinya untuk hidup di AS demi kemajuan bakat anaknya.

Tommy Hie adalah seorang insinyur teknik perminyakan Institut Teknologi Bandung. Demi Rory mengejar impian sebagai pegolf profesional dia melepas pekerjaannya di Pertamina.

“Saya melihat Rory punya bakat,” ujar pria yang sebelumnya menetap di Balikpapan, Kaltim. Selain itu, tambah Tommy, turnamen golf di Indonesia sangat sedikit. Berbeda di Amerika yang hampir tiap bulan ada pertandingan.

Tidak pernah terlintas di benak Tommy kalau anaknya akan secepat ini bisa menjuarai pertandingan-pertandingan internasional. “Semoga Rory lancar membela Merah Putih dan tetap berjaya,” harapnya.

Jelas ini perjuangan berat karena di AS, keluarga Hie menetap di daerah Long Beach yang dekat dengan kediaman pegolf tingkat dunia, Tiger Woods.

Menurut Tommy, taktiknya ini membantu dalam mencari informasi bagaimana ayah Tiger mendidik anaknya hingga sukses seperti sekarang.

Sebagai orang tua, Tommy berusaha tidak terlalu menekan Rory. “Setiap orang tua pasti ingin anaknya melakukan yang terbaik, tapi jangan sampai menekannya. Rory harus bisa menikmati golf dulu, nanti prestasi akan datang kemudian,” paparnya.

Saat mengingat kehidupan sepuluh tahun lalu, Tommy bangga akan Rory yang mampu hidup sederhana. Sebagai kepala keluarga, Tommy tentu harus menghidupi istri dan ketiga anaknya.

Untuk itu Tommy kerja serabutan mulai dari pengantar bunga, menjadi pelatih golf untuk anak orang lain, dan jual-beli barang.

“Semua pekerjaan saya lakukan demi golf,” ucapnya sambil menerawang.

Tommy berpesan pada tiap orang tua yang ingin mengembangkan bakat anaknya di bidang apa pun, “Kita harus mau berkorban. Jangan terus menekan anak. Jangan banyak menuntut. Dengan kasih sayang semua akan terlaksana.”

*kerja bareng dengan Ria Nurdiani mahasiswa magang Unpad 2004

4 Responses to "Rory Hidayat Hie the next Tiger Wood"

Rory,

I`m so proud with you !
Make History to be Indonesian Tiger Wood !
GOOD LUCK and SUCCESS !

Buat RORY,

Saya sangat bangga Anda berhasil masuk 30 besar QSchool Asian Tour, yang mejadi full season di Asian Tour 2009. Keberhasilan di European Tour (meski tidak full season) juga adalah prestasi istimewa untuk seorang yang baru terjun ke Pro.

Saya lihat mental Rory hanya selalu bermasalah pada 2 (dua) hari terakhir, contohnya di Pertamina Indonesia President Invitation dan Johny Walker di Kamboja, tetapi dalam pertandingan di Asian Tour Q School, saya sudah melihat perubahan itu, sebab justru di hari pertama skor Rory agak jelek, tetapi dapat terus bertahan dan membaik sampai hari terakhir, ini menandakan mental Rory sudah mulai menguat.

Saya yakin dalam tahun pertama Asian Tour ini, Rory akan dapat menjuarai salah satu dari 36 turnament yang sudah confirm, dan siapa tau akan menjadi Rookie of the Year di Asian Tour, seperti Noh Seung Yol….DAN SAYA YAKIN ITU RORY !!! ANDA JUGA HARUS YAKIN…YOU HAVE A TALENT…

Siapa tahu juga kalo turnament yang Rory juarai bisa dari turnament co-sanctioned dgn European Tour dan membuat rory bisa masuk 50 besar Worl Golf Ranking dan akan main di The MASTERS 2010…WOW….suatu mimpi bagi Indoesian Golfer melihat Rory bisa main disana…

OK, Rory, sampai disini saja dulu comment dari saya…mungkin saya bisa bantu ke depan untuk mencarikan sponsor tambahan buat Rory, jika dibolehkan oleh Ancorra Sports…he…he..

Best regards,
BOB Sinurat

Tentu boleh, Pak Bob🙂

indi
CEO Ancora Sports

Rory,

Sy sekeluarga nonton Indonesia PGA Championship di TV n kt senang kali liat km bs main 4 Round dng score fantastic. This time, km jd runner up tp sy yakin kemenangan km hanya tertunda n for sure you will be The True Indonesian champion next year. Good luck buat your carrer in PGA…GBU…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

October 2008
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d bloggers like this: