it’s about all word’s

Unforgetable Bon Scott

Posted on: November 13, 2008

Si liar Bon Scott yang tak tergantikan

Nama AC/DC boleh jadi dianggap belum sejajar dengan band-band rock Amerika dan Eropa karena hanya berasal dari Australia. Tapi jangan salah, band asal Sydney ini punya ciri khas yang sulit tergantikan.

Tentu saja kedua ciri khas itu adalah frontman klasik vokalis dan gitaris mereka. Lead gitar, Angus Young memiliki ciri khas manggung dengan topi pet, seragam anak SMP lengkap dengan dasi dan posisi memegang gitar yang sedada.

Sementara sang legendaris vokalis Bon Scott ditahbiskan sebagai nomor urut pertama 100 Greatest Frontmen terbaik sepanjang masa dalam sejarah musik rock sejak tahun 1960-an versi Majalah Classic Rock edisi Juli 2004.

Menurut majalah bergengsi yang terbit di Inggris itu Bon Scott, vokalis AC/DC menempasi posisi teratas. Kedudukannya terasa istimewa karena ada di atas Freddie Mercury (Queen), Robert Plant (Led Zeppelin), David Lee Roth (Van Halen), dan Steven Tyler (Aerosmith).

Lebih istimewa lagi karena Scott yang gemar menyanyi di panggung dengan bertelanjang dada itu adalah sosok yang mati paling cepat dibandingkan Freddie, Plant, Lee Roth dan Tyler. .

Ronald Bedford “Bon” Scott yang lahir 9 Juli 1946 di Kirriemuir, Skotlandia diketemukan tewas pada 19 Februari 1980 dalam usia 33 tahun di kursi belakang mobilnya di London karena napasnya tertahan muntahnya sendiri.

Scott mengikuti keluarganya pindah ke Melbourne di tahun 1952. Karena berasal dari Skotlandia, para tetangganya memanggil Scott dengan sebutan Bonnie yang kemudian lebih sering disingkat Bon.

Dasar bengal saat berusia 15 tahun Scott tidak mau sekolah lagi dan berkerja serabutan sampai akhirnya menjadi pemain drum sekaligus menyanyi.

Pada umur 28 tahun Scott membentuk tiga band a.l. The Spektors, The Valentines, dan Fraternity. Sebuah kecelakaan bermotor membuat Scott istirahat dan entah kebetulan mengantarkannya berkenalan dengan AC/DC.

Ceritanya setelah sembuh dari kecelakaan tersebut Scott melamar sebagai asisten band (roadie) AC/DC yang saat itu hanya sebuah band kecil yang pindah dari Sydney ke Melbourne.

Tak lama karena sang drumer mundur, Scoot naik pangkat menjadi penggebuk drum bersama Angus Young (gitar), Dave Evans (vokal), dan adik Angus Young, Malcolm Young (bas).

Kepada Young bersaudara, Scott yang punya bakat menyanyi sesumbar suatu kali akan menjadi vokalis band itu menggantikan Evans yang kurang oke ketika manggung.

Entah benar entah sang nasib mendengar sumpah itu, Evans pun undur dan posisi itu diambil Scott sementara posisi pemain drum diambil Phil Rudd. Hasilnya memang mengangetkan karena dengan vokal yang jauh dari sempurna Scott justru lebih disukai penggemar AC/DC.

Alhasil album pertama, High Voltage yang dirilis Februari 1975 mulai ditoleh penggemar rock di Australia. Puncaknya tentu saja album kedua, TNT yang membuat mereka digilai pengegmar musik rock Negeri Kangguru itu.

Scott terus bersama AC/DC sampai diketemukan tewas usai konser di Southampton, Inggris, 27 Januari 1980. Meski tewas, patron suara Scott tetap jadi patokan AC/DC alhasil penggantinya Brian Johnson pun memiliki suara melengking serupa Scott.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
%d bloggers like this: